
Pagi teman teman........
Oh ya aku cuma mau bilang sebenarnya cerita ini sudah End ya....
Hanya saja saya ingin melanjutkan cerita tentang putra dan putri mereka. Jadi nanti kebanyakan ceritnya tentang masalah percintaan Pram, Wil, Jay, Ila, Ica, Ani, Ana dan yang lainny
Sperti di kisahkan sebelumnya bahwa Pra, Will, Jay, Ani dan Ana adalah anak kandung dari Cinta dan juga Taufiq
Sedangka Ica dan Ila anak kandung dari Elsa dan juga Angga.
Di cerita sebelumnya Pram, Will, Jay sudah lulus S3 di Hardvard di usianya yang masih 19 tahun 6 bulan dan kini mereka sudah berumur 21 tahun.
Sedangkan adik mereka Ani dan Ana sudah lulus SMA di usianya yang menginjak 13 tahun dan kini mereka sudah mulai kuliah ambil jurusan bisnis di Jakarta karena Taufiq dan Cinta melarang mereka untuk kulyah di luar negeri mengingat usia mereka yang masih di bawah umur.
Kenapa Pram, Will, Jay, Ani dan Ana bisa lulus dengan cepat? Itu karena didikan Cinta sehingga mereka mendapatkan juara satu dan lompat kelas. Itulah mengapa mereka bisa menempuh pendidikan dengan waktu yanga sangat singkat.
Beda dengan Ica dan Ila, di usiannya yang 20 tahun merema masih kulyah S1 dan sekarang sudah semester 3.
Walaupun Ica, Ila, Ani dan Ana satu kampus tapi mereka mengamibl jurusan yang berbeda. Ani dan Ana mengambil jurusan bisnis seperti yang di inginkan oleh kedua orang tuanya sedangkan Ica mengambil jurusan Desain Mode. Di Desain Mode ini Ica di ajari bagaimana cara menciptakan dan mengembangkan rancangan, baik berupa busana, sepatu dan aksesoris.Sedangkan Ila mengambil jurusan Fashion Merchandising. Kenapa Ila mengambil jurusan itu? karena Ila ingin terjun ke dunia bisnis fashio jika ia sudah lulus kuliah nanti.
--------------------------
Hari ini adalah hari Senin di mana mereka harus kembali ke aktivitas mereka masing masing setelah sebelumnya mereka menghabiskan waktu mereka berlibur seharian penuh setiap akhirnya pekan lebih tepatnya hari minggu. Karena hanya di hari minggulah mereka bisa bersama dan liburan sampai puas sedangkan jika hari senin sampai haris sabtu mereka sibuk dengan aktivitas mereka masing masing.
__ADS_1
"Pram bangunin adik kamu sana sayang." Ucap Cinta lembut sambil menata makanan untuk sarapan pagi. Setiap hari Cinta selalu menyampatkan dirinya untuk ke dapur memasak untuk suami dan kelima anaknya. Memang benar di rumah yang megah itu sudah ada 4 pembantu, juru masak, bersih bersih kamar, juru cuci dan bersih bersih ruangan seperti nyapu dan ngepel. Dan ada pembantu laki laki 3, yang satu adalah pak tukang kebun sedangkan yang dua adalah sopir pribadi. Jadi jika Cinta mau kemana mana wajib pakai sopir sedangkan sopir satunya untuk antar jemput Ana dan Ani.
"Iya ma." Jawab Pram yang pagi pagi sudah segar dan sudah berpakaian rapi dan siasp untuk sarapan pagi lalu ke kantor.
Pram pergi ke kamar adiknya itu. Pram membangunkan Ani dan Ana.
"Dek bangun. Sudah siang." Ucap Pram sambil mengambil selimut yang menyelimuti tubuh mereka. Tapi kedua adi kembar itu masih terlelap dengan begitu nyenyaknya.
"Dek Ani ayo bangun." Ucap Pram sambil menarik tangan Ani.
"Ani masih ngantuk ka." Jawab Ani dengan mata yang masih terpejam.
"Tapi ini sudah jam 6. Kamu harus kulyah." Ujar Pram lembut karena sang bunda selalu mengajarkan untuk tidak memakai kekerasan atau nada tinggi. Boleh tegas asal jangan bicara seperti orang yang teriak teriak. Meninggikan suara itu bagus dan seperti orang yang gak punya etika.
"Walaupun aku gak kulyah, aku tetep pintar kog ka. Apa gak bisa aku libur satu hari saja." Ucap Ani kesal.
"Kemaren itu kan emang hari libur ka. Hari untuk refreshing dengan keluarga. Tapi sekarang aku ingin libur untuk diriku sendiri. Aku bosen dengerin dosen ceramah terus dan ngasih tugas yang numpuk. Aku juga tadi malem harus begadang ngerjakan tugas dan baru bisa tidur jam 2 pagi. Kalau gak inget, itu tugas harus di kumpulin di jam pertama, ogah aku di suruh ngerjakan tugas sebanyak itu sampek tanganku kram dan sakit. Bilangin dong sama bunda, aku mau libur gitu." Jawab Ani mengadu tentang begitu banyaknya tugas tugas yang ia dapatkan dari semua dosen yang mengajar di sana.
"Nah tuh, kalau kamu sekarang libur, percuma dong kamu ngerjakan tuh tugas sampai jam 2 pagi. Lebih baik kamu sekarang mandi biar seger lalu turun ke bawah. Bunda sudah nungguin kamu lho. Jangan biarkan yang lain pada telat hanya karena nunggu kamu dan juga Ana. Ingat bunda sama ayah serta Ka Wil dan juga Kak Jay gak akan sarapan pagi sebelum kalian datang. Bunda tidak akan membiarkan mereka makan jika gak lengkap. Sarapan pagi bersama itu wajib gan gak boleh ada yang tertinggal. Jadi sekarang ayo cepetan mandi dan jangan lupa bangunin Ana. Kakak akan nunggu kamu dan Ana di bawah bersama ayah dan bunda. Jangan lama lama. Oke." Ucap Pram sambil pergi meninggalkan Ani yang masih menahan rasa ngantuk tapi juga kesal karena ia harus masuk kuliah padahal ingin rasanya ia tidur sampai siang hari. Toh walaupun gak masuk kuliah satu dua hari, ia gak mungkin ketinggalan pelajaran. JIka pun tertinggal, ia dan Ana bisa belajar di rumah dengan meminjam buku catatan teman sekelasnya.
Setelah kepergian Pram, Ani langsung membangunkan Ana. Ana itu jago tidur, makanya Pram lebih suka membangunkan Ani dari pada Ana. Ani masih bisa di ajak kerja sama beda dengan Ana. yang tidak akan mendengarkan ucapan orang yang membangunkannya.
Ani mengambil air dan mencipratkan di wajah Ana namun tak kunjung bangun. Ia pun mengambil kaos kaki yang sudah satu minggu gak di cuci. Sebenarnya kaos kakinya banyak dan Ani memang orangnya seperti itu, gak akan ganti jika kaos kakinya masih belum bau dan kaos kaki yang ia pegag sekarang, sudah semiggu lebih jadi bisa di pastikan baunya kayak apa. Ani mengambil kaos kaki itu dan mendekatkan ke hidung Ana hingga Ana pun segera membuka mata dan membuang jauh jauh itu kaos kaki.
"Gila kamu An. Kaos kaki busuk kayak gitu kamu taruh di hidungku." Ucap Ana kesal.
__ADS_1
"Habisnya kamu di bangunin, gak bangun bangun." Ujar Ani tersenyum melhat Ana yang terlihat sangat kesal.
"Emang gak bisa tah menggunakan cara yang lebih lembut dan sopan.."
"Kalau aku pakai cara yang lembut, yang ada kamu malah keenakan tidur.
"Huh." Hnya itu ucapan yang keluar dari mulut Ana. Ia males debat pagi. Ia pun memilih bangun dan mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi.
"Hei kenapa masuk dalam duluan. Aku yang bangun pertama seharusnya aku yang mandi dulu, bukan kamu. Ayoo buka pintunya." Ucap Ani sambil mengedo ngedor pintu kamar mandi.
"Salahmu sendiri kenapa tadi bangun tidur gak langsung bangun." Ucap Ana dari dalam kamar mandi.
"itu kan karena aku harus bangunin kamu dulu." Ucap Ani tak mau kalah.
"Suruh siapa bangunin aku." Ucap Ana santai sambil menyikat gigi.
Ani yang mulai kesal dan terpancing emosi hanya bisa diam. Ia pun memilih untuk mengalah dan pergi ke kamar Pram untuk numpang mandi. Untunglah yang punya kamar ada di lantai bawah jadi ia bebas keluar masuk kamar kakaknya itu.
Selesai mandi mereka berdua pun turun ke bawah.
"Pagi ayah, pagi bunda." Ucap Ani sambil duduk di kursi begitupun dengan Ana.
"Kenapa kalian lama sekali?" tany Will yang sudah lapar dari tadi.
"Maaf kan, tadi aku harus mandi dan pakai baju, belum lagi aku juga harus pakek make up jadi lama." Jawab Ana.
__ADS_1
"Sudahlah tak perlu lagi berdebat ini dan itu. Sekarang waktunya makan." Ucap Cinta menengahi.
Mereka pun makan dengan lahap dan tak ada satupn yang berbicara. Mereka hanya menikmati hidangan yang ada di atas meja.