
Keesokan harinya, saat Will dan Aisyah membangunkan Khaleed untuk sholat shubuh berjamaah. Badan Khaleed panas sehingga membuat Will dan Aisyah sedikit panik. Will pun langsung memeriksanya karena kebetulan kedua duanya adalah seorang dokter jadi gak perlu di bawa ke rumah sakit.
"Khaleed tipes." ucap Will
"Iya sudah gak papa, mas nanti tetep kerja aja biar aku yang mengurus Khaleed di sini." ujar Aisyah tenang karena ia sudah terbiasa merawat orang orang types seperti putranya.
"Iya udah sekarang kita sholat berdua aja ya, biar Khaleed tidur aja, gak usah di bangunin." ucap Will. Aisyah hanya menganggukkan kepala.
Akhirnya mereka berduapun sholat berjamaah berdua tanpa Will.
Selesai sholat, Aisyah pergi ke dapur untuk memasak air. Setelah itu ia membuat teh dengan si kasih madu dan sebagian airnya buat mengompres Khaleed.
Teh di kasih madu, membantu memulihkan gejala demam tifoid (types). Selain itu, madu bersifat menenangkan usus yang teriritasi dan melindungi saluran pencernaan.
Setelah selesai, Aisyah kembali ke kamar putranya. Aisyah membangunkan sang buah hati untuk minum teh mumpung masih hangat sedangkan Will mengompres Khaleed dengan lembut.
"Aku hari ini gak masuk kerja ya mas." ujar Aisyah.
"Iya sayang, gak papa." jawab Will tersenyum.
"Nanti agak siangan buatkan juz buah ya buat Khaleed, gak usah pakai gula dan usahakan makan bubur walaupun hanya sedikit dan setelah itu suruh minum vitamin.
Sorenya berikan air kelapa untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi." ucap Khaleed mengingatkan.
"Iya mas." jawab Aisyah tersenyum karena ia tau suaminya hanya ingin memberikan yang terbaik buat putranya.
"Untuk hari ini biarkan Khaleed istirahat dulu, gak usah di paksa untuk belajar. Nanti aku akan datang ke sekolahnya untuk minta izin agar Khaleed bisa istirahat di rumah beberapa hari." ujar Khaleed.
"Iya mas." jawab Aisyah.
"Iya sudah kamu gak mau bantuin bunda dulu memasak untuk sarapan pagi?" tanya Will karena biasanya Aisyah akan selalu bantu Cinta untuk memasak walaupun sudah ada asisten khusus masak tapi kadang Cinta dan Aisyah masih suka masak sendiri. Asisten hanya masak jika Cinta dan Aisyah males masak atau sedang sibuk saja.
__ADS_1
"Iya mas, aku ke dapur duluanya." ujar Aisyah
"Iya."
Setelah itu Aisyah pun membantu Cinta memasak di dapur sedangkan Will menjaga Khaleed di kamar.
"Nak, nanti bunda akan ikut ayah ke kantor. Kamu sama Will kerja kan? Nanti biar Khaleed di antar oleh ayah sebelum berangkat ke kantor dan pulangnya biar di jemput sopir." ucap Cinta saat Aisyah datang menghampiri.
"Hari ini aku gak kerja ma, aku mau jaga Khaleed." ujar Aisyah tersenyum sambil membantu ibu mertuanya memotong sayur. Ia gak bilang kalau buah hatinya sedang sakit karena ia tak ingin membuat mertuanya itu jadi hawatir.
"Oh gitu, iya sudah. Bunda tenang dengernya. Soalnya bunda gak bisa membiarkan ayah ke kantor sendiri, takut kenapa-napa. Jadi bunda akan selalu mendampinginya." ucap Cinta, bagaimanapun sang suami sudah tak lagi muda, dan Cinta tak ingin jika sang suami bekerja keras di usia yang seharusnya duduk santai menikmati hiduo. Cinta berharap pekerjaan anak dan menantunya yang di luar negeri bisa segera terselesaikan.
Setelah selesai masak, mereka makan bersama kecuali Will dan Khaleed.
"Lho Will dan Khaleed kemana nak?" tanya Taufiq.
"Mereka makan belakangan yah." jawab Aisyah tersenyum
"Oh gitu, iya sudah gak papa. Oh ya ayah dan bunda rencananya mau menginap di rumah Rachel dan Ani. Soalnya tadi Ani kirim pesan agar ayah dan bunda juga menjaga rumahnya. Soalnya jika orang luar tau rumahnya gak ada tuan rumahnya, bisa-bisa rumah mereka jadi incaran orang yang gak bertanggung jawab. Kamu gak papakan jika kami menginap di rumah Rachel dan Ani?" tanya Taufiq.
"Maafkan kami ya nak, jika kami gak bisa menjaga Khaleed lagi di karenakan kami harus menjaga perusahaan Rachel dan Ani sekaligus menjaga rumah merrka." ujar Cinta tak enak hati.
"Gak papa bun, mau bagaimana lagi. Tak ada yang menginginkan ini semua. Mungkin ini sudah takdir dari Yang Maha Kuasa." ucap Aisyah yang faham dan mengerti dengan apa yang di rasakan oleh mertuanya itu.
"Iya sudah kami berangkat dulu ya. Bunda juga sudah menyiapkan baju yang akan kami bawa selama tinggal di rumah Rachel." ujar Cinta setelah menyelesaikan sarapan paginya.
"Iya bunda. Ayah dan bunda hati-hati ya. Kalau ada apa-apa, jangan sungkan-sungkan buat ngasih tau aku atau Mas Will." ucap Aisyah.
"Iya sayang, kami pamit dulu ya. Assalamualaikum. Salam buat Will ya." ujar Cinta.
"Iya bun. Waalaikumsalam." ucap Aisyah.
__ADS_1
Setelah kepergian ayah dan bundanya, Aisyah meminta Asistennya untuk membersihkan meja makan. Aisyah juga membawakan makanan untuk Will.
"Mas, kamu makan dulu ya." ujar Aisyah sambil menaruh nasi, teh, dan kerupuk nya di atas meja.
"Hemmm kenapa nasinya berbentuk love?" tanya Will tersenyum.
"Biar So Sweet mas." jawab Aisyah tersenyum.
"Aih, jadi makin cinta deh. Oh ya Ayah udah berangkat kerja?" tanya Will sambil makan.
"Sudah mas. Ayah dan bunda akan tinggal di rumah Kak Rachel selama mereka keluar negeri. Dan artinya, selama itu juga aku gak bisa kerja. Karena kalau aku kerja, gak ada yang jagain Khaleed." ujar Aisyah.
"Iya sudah gak papa sayang. Aku malah senang jika kamu di rumah menjaga buah hati mereka. Oh ya kamu sudah buat bubur untuk Khaleed?" tanya Will.
"Belum. Soalnya tadi mau buat takut bunda curiga. Aku gak mau buat ayah dan bunda jadi khawatir. Iya udah aku buat bubur dulu ya." ujar Aisyah.
"Iya sayang."
Setelah itu Aisyah pun pergi ke dapur untuk buat bubur. Selesai buat bubur, ia kembali ke kamar untuk menyuapi buah hatinya.
"Mas kamu mandi dulu aja. Bentar lagi kan kamu harus berangkat kerja. Katanya ada jadwal operasi jam setengah sepuluh." ujar Aisyah.
"Iya sayang, iya udah aku nitip Khaleed ya." ucap Will sambil berlalu ke kamar mandi setelah selesai sarapan pagi.
"Iya mas." jawab Aisyah
Saat Will mandi, Aisyah pun menyuapi Khaleed. Khaleed kalau sakit memang tak banyak bicara, ia memilih diam seribu kata. Setelah selesai menyuapi Khaleed, Aisyah segera mengambil vitamin. Untunglah Khaleed gak rewel. Ia selalu nurut apa kata Aby dan umy nya.
Setelah selesai minum vitamin, Khaleed tidur lagi karena masih ngantuk dan pusing. Aisyah hanya tersenyum, ia menyelimuti Khaleed yang sudah todur nyenyak. Khaleed memang bisa di ajak kerjasama, di saat sakit seperti ini, dia hanya perlu istirahat yang cukup dan biasanya dua hari sudah sembuh.
__ADS_1
Setelah Khaleed tidur, Aisyah pun segera mengambil baju Will dari dalam lemari. Aisyah menyiapkan semua keperluan Will.
Setelah Will selesai mandi, ia tinggal memakai baju yang sudah di siapkan dan setelah itu, ia langsung berangkat kerja setelah sebelumnya, ia mengecup kening anak dan istrinya.