Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Hawatir


__ADS_3

Saat Elsa di sibukkan dengan fikirannya yang kalut, tiba tiba Hp nya bergetar. Ada pesan masuk dari Taufiq.


Dari : Taufiq


"Sudah pulang kuliah, belum?"


Dari Elsa:


Sudah.


Dari Taufiq


Tumben jam makan siang, gak ke kantor biasanya selalu bawain aku makan siang.


Dari Elsa.


Maaf, aku tadi sangat sibuk. Hari ini kayaknya aku libur dulu gak ke sana.


Dari Taufiq


Kenapa? Kamu sakit tah?


Dari Elsa


Enggak. Hanya saja aku lagi males untuk keluar rumah.


Dari: Taufiq.

__ADS_1


Oh. Iya sudah gak papa, aku juga bisa makan di kantin. Oh ya untuk kue nya makasih ya. Kue nya enak banget. Aku suka.


Dari Elsa:


Syukurlah jika kaka suka.


Dari: Taufiq


Iya sudah dah dulu ya. Aku masih sibuk. Oh ya nanti malem, kamu ada acara?


Dari Elsa


Enggak. Emang kenapa?


Dari : Taufiq.


Dari : Elsa.


Kaka minta tolong teruspun, aku pasti mau. Iya sudah, kaka mau jemput aku jam berapa?


Dari Taufiq


Mungkin sekitar jam setengah 7.


Dari: Elsa.


Oke, aku tunggu kaka di rumah.

__ADS_1


Dari : Taufiq


Sip


Setelah selesai chatan, Elsa merasa dirinya sangat terancam. Gimana jika Taufiq bertemu dngan Naila. Padahal Elsa lagi berusaha untuk bisa mendapatkan hati dan cintanya tapi jika ada Naila, apakah mungkin Elsa bisa bersatu dengan Taufiq. Sedangkan Elsa sendiri merasa sangat yakin jika Taufiq bertemu dengan Naila, Taufiq akan merasa semakin sulit untuk bisa melupakan Cinta karena wajah Naila dan Cinta sangatlah mirip. Sungguh Elsa benar benar bingung. Ia sangat menyesal karena ia sudah menyuruh Bi Inah untuk menyuruh anaknya tinggal di sini dan kuliah di kampus yang sama denganku. Tapi aku juga tidak mungkin mengusir dia secara tiba tiba, aku gak mungkin menarik perkataanku yang sudah terlanjur aku ucapkan. Lalu sekarang aku harus gimana?


Kenapa aku jadi orang bodoh seperti ini. Di satu sisi, aku bahagia karena aku punya teman baru tapi di sisi lain aku takut, dia akan menjadi penghambat buatku untuk bisa mendapatkan Taufiq. Aku harus gimana? Hari ini Elsa benar benar frustasi.


Elsa mencoba meminum teh hangat buatan Naila rasanya sangat pas di lidah Elsa. Setelah menghabiskan segelas teh, Elsa langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia butuh istirahat untuk menjernihkan fikirannya. Setelah Elsa merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk, hanya dalam hitungan menit. Ia pun tertidur dengan sangat nyenyak.


Di lain sisi, Naila sedang menghampiri sang bunda.


"Bun?" panggil Naila


"Iya sayang, ada apa?" tanya Bi Inah.


"Keputusanku untuk tinggal di sini. Udah bener belum?"


"Emang kenapa, kog kamu tanya seperti itu?"


"Entah kenapa aku merasa kalau non Elsa kurang menyukaiku dan entah kenapa aku punya firasat kalau aku akan mendapatkan masalah besar."


"Itu hanya perasaanmu saja. Lagian yang nyuruh kamu tinggal di sini kan non Elsa jadi mana mungkin dia gak suka sama kamu. Lebih baik, kamu istirahat aja sana. Kamu juga pasti capekkan setelah perjalanan jauh. Bunda juga sudah selesai bersih bersih, nanti bunda akan nyusul kamu di kamar."


"Iya bun. Kalau gitu, aku ke kamar dulu ya."


"Iya sayang."

__ADS_1


Setelah mengungkapkan isi hatinya, Naila pun segera pergi ke kamar pembantu untuk istirahat.


__ADS_2