Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Arsha Ana


__ADS_3

"Mas?" panggil Ana


"Iya sayang." jawab Arsha yang sedang mendata hasil resto bulan lalu yang ada di luar kota di luar negeri. Ia terpaksa lembur kerja di rumah agar semua pekerjaan bisa segera terselesaikan.


"Kak Nadia Hamil, mas." ujar Ana.


"Alhamdulillah dong." ucap Arsha menghentikan pekerjaannya dan menoleh ke arah sang istri yang wajahnya sedikit cemberut.


"Aku kapan?" tanya Ana sedih.


"Sabar sayang. Kita kan sudah bekerja keras tiap malam. Kita juga sudah berdoa. Sekarang kita tinggal bersabar aja. Aku yakin kamu pasti akan segera hamil." jawab Arsha.


"Tapi mas...."


"Bagaimana jika besok pagi, kita periksa aja. Kita jalani program hamil jika memang kamu sudah gak sabar ingin segera hamil." ujar Arsha


"Baiklah mas. Tapi janji ya besok pagi." ucap Ana


"Iya sayang." ujar Arsha tersenyum manis.


"Iya sudah, kalau gitu. Aku tidur dulu ya mas. Ngantuk banget. Mas juga kalau sudah selesai, langsung istirahat jangan begadang terus." ucap Ana


"Iya sayang." jawab Arsha.


Setelah itu, Anapun langsung pergi ke kamar tidurnya karena ia merasa ngantuk banget. Sedangkan Arsha, ia masih meneruskan pekerjaannya hingga jam 2 malam. Setelah itu, ia pun langsung tidur di samping sang istri.

__ADS_1


Mereka bangun setelah adzan shubuh berkumandang. Ana dan Arsha sholat berjamaah di kamar. Selesai sholat mereka menyempatkan diri untuk mengaji sekitar satu juz.


Selesai mengaji, mereka pun segera ganti baju dan olah raga di taman belakang rumah sekitar satu jam. Selesai olah raga, mereka segera mandi dan sarapan pagi bersama.


"Mas, jadi kan kita ke dokter?" tanya Ana setelah selesai makan.


"Jadi dong sayang. Ayo kita siap siap biar gak ngantri." jawab Arsha


"Iya sayang, bentar ya " ujar Ana. Ia pergi ke kamarnya, dan mengambil tas beserta hp nya.


Setelah mengambil tas dan hp, ia langsung menghampiri sang suami yang sudah menunggunya.


"Ayo sayang."


Merekapun segera pergi menuju rumah sakit terbesar di Jakarta. Mereka ingin memeriksa apakah keduanya sama sama subur atau gimana.


Sesampai di rumah sakit, mereka langsung di periksa karena kebetulan ini masih sangat pagi dan belum ada pasien yang datang kecuali Arsha dan juga Ana.


Mereka di periksa secara bergantian. Selesai di periksa, mereka langsung duduk di depan dokter yang tadi memeriksa mereka.


"Dok bagaimana hasilnya?" tanya Ana penasaran.


"Setelah di periksa kedua duanya. Alhamdulillah tak ada yang bermasalah. Dua duanya subur." ujar dokter itu tersenyum.


"Alhamdulillah." jawab Ana dan Arsha bersamaan.

__ADS_1


"Lalu kenapa sampai sekarang saya belum hamil dok?" tanya Ana.


"Belum waktunya. Banyak banyak doa aja dan jaga pola hidup sehat. InsyaAllah Allah akan segera memberikan kalian amanah berupa anak." jawab dokter itu.


"Iya sudah makasih dok penjelasannya. Kami permisi dulu." ujar Arsha.


Setelah selesai di periksa mereka jalan jalan sebentar. Sudah lama rasanya mereka gak jalan jalan karena sibuk mengurus restoran.


Setelah puas jalan jalan, Anapun mengajak sang suami pergi ke rumah orangtuanya.


"Mas, kita ke rumah ayah dan bunda yuk." ujar Ana


"Iya sayang, ayo. Kita sudah lama gak kesana." ucap Arsha


"Tapi kita bawa apa ya mas kesana, gak mungkin dengan tangan kosong kan?" ujar Ana


"Kita belikan aja yang mereka suka." jawab Arsha


"Ya mas benar. Iya sudah kita ke Toko An Nur aja mas. Aku mau membelikan mereka sepasang baju yang bagus dan juga sama tentunya biar ayah dan bunda makin so sweet." ujar Ana.


"Tapi yang tinggal di sana bukan cuma ayah dan bunda, ada Mas Will, Kak Aisyah dan juga Khaleed." ucap Arsha.


"Oh ya ya. Aku hampir aja lupa. Iya udah aku juga mau belikan buat mereka sekalian." ujar Ana.


Akhirnya mereka pun pergi ke toko An Nur dan membeli beberapa baju buat Taufiq, Cinta, Will, Aisyah dan juga Khaleed.

__ADS_1


__ADS_2