
Tengah malam sekitar jam setengah 2 malam, Will pulang dari rumah sakit...
Aisyah yang sudah ketiduran langsung segera membukakan pintu setelah Will menelvon nya dan mengatakan dirinya ada di depan pintu.
Aisyah membukakan pintu dan melihat suaminya sedang duduk di kursi depan pintu sambil memejamkan mata.
"Mas.." panggil Aisyah.
"Assalamualaikum sayang." ujar Will setelah dirinya membuka matanya, ia merasa hari ini sangat lelah dan ngantuk banget.
"Waalaikumsalam, ayo masuk mas." ucap Aisyah, yang mengambil tas suaminya dan juga jas putih yang selalu di pakai saat bekerja di rumah sakit.
"Kamu belum tidur?" tanya Will sambil berjalan menuju kamarnya.
"Sudah tadi mas, tapi aku bangun karena ada telvon dari mas."
"Maaf, aku sudah ganggu tidur kamu."
"Gak papa mas, entar lagi kan bisa tidur lagi. Aku fikir mas menginap di rumah sakit?"
"Tadinya sih gitu karena capek banget habis selesai operasi, tapi tidur sendirian di rumah sakit gak enak. Gak ada kamu, makannya aku putuskan untuk pulang."
"Oh gitu, mas kangen ya sama aku?" tanya Aisyah tersenyum.
"Iya sayang, aku selalu kangen sama kamu walaupun gak bertemu baru beberapa jam lamanya. Oh ya Khaleed udah tidur?" tanya Will.
__ADS_1
"Sudah mas, dia ketiduran saat belajar." jawab Aisyah.
"Hemm kasihan. Iya udah aku mandi dulu ya, sholat Isya' setelah itu langsung tidur." ujar Will.
"Iya mas."
Setelah itu Will langsung masuk kamar mandi setelah sebelumnya ia mengambil handuk.
Sedangkan Aisyah menaruh tas dan jas suaminya di tempat kerjanya. Dan setelah itu, ia mengambil baju dan sarung dari dalam lemari dan menaruhnya di atas kasur.
Sambil menunggu suaminya, Aisyah pun melihat Khaleed di kamarnya. Khaleed sekarang sudah punya kamar tersendiri tepat di sampingnya.
Satu tahun yang lalu, Khaleed merengek-rengek minta kamar sendiri hingga di buatlah kamar tepat di samping kamar Will dan Aisyah. Kamar itu di hias sesuai keinginan putranya.
Aisyah melihat Khaleed sedang tidur nyenyak. Aisyah mengecup kening putranya. Dan setelah memastikan putranya tidur dengan begitu nyenyak, ia kembali ke kamarnya dan melihat suaminya sudah selesai mandi.
"Itu dari kamar Khaleed mas." jawab Aisyah.
"Oh..." Will sedang mengeringkan rambutnya, setelah selesai ia memakai sarung dan baju yang sudah di siapkan oleh istrinya.
"Aku sholat dulu ya." ujar Will.
"Iya mas."
Will pun sholat Isya' sedangkan Aisyah menunggu suaminya di atas kasur.
__ADS_1
Will selesai sholat, masih menyempatkan diri membaca Al-Qur'an satu juz. Setelah itu barulah ia tidur di samping sang istri.
Namun sebelum tidur seperti biasa, Will akan mendengarkan curahan hati istrinya.
"Mas, tadi Kak Rachel dan Ani ke sini." ucap Aisyah.
"Ngapain sayang?" tanya Will.
"Katanya Kak Rachel kangen aku."
"Hemmm padahal baru kemarin kayaknya ketemu saat Ana meninggal."
"Iya sih kak tapi namanya juga seorang kakak, kangen sama adiknya adalah hal yang sangat wajar. Oh ya tadi Kak Rachel juga nanya, kenapa kita gak ke mampir ke rumah Kak Rachel? Padahal tadi pagi kita kan ke rumah Arsha, sedangkan rumah Kak Arsha sama Kak Rachel tetanggaan?" ucap Aisyah.
"Aku fikir Kak Rachel sama Ani kerja. Makanya kita gak ke sana."
"Iya kak tadi aku udah jawab gitu. Besok pagi Kak Rachel dan Ani mau balek lagi ke Singapura."
"Ngapain ke Singapura?"
"Kan Kan Ani pengen lahiran di Singapura mas." jawab Aisyah.
"Hehe iya aku lupa." ujar Will tertawa.
"Iya udah ayo tidur mas, matanya mas merah. Kayaknya ngantuk banget." ucap Aisyah.
__ADS_1
"Iya udah ayo."
Setelah itu merekapun tidur sambil berpelukan hingga Azan shubuh berkumandang.