
Hari ini Arsha dan Ana lagi duduk santai di ruang keluarga sambil nonton tivi.
"Mas?" panggil Ana
"Iya sayang." jawab Arsha sambil membelai rambut sang istri yang tidur di pangkuannya.
"Aku ingin hamil." jawab Ana
"Kamu yakin sayang? Umur kamu kan belum genap 20 tahun." ujar Arsha
"Iya sih, tapi aku sudah pengen punya dede bayi." ucap Ana
"Baiklah jika memang itu maumu. Aku akan mendukung keputusanmu sayang." ujar Arsha
"Terimakasih ya mas, kamu selalu mendukung apapun keinginanku." ucap Ana tersenyum.
"Aku akan selalu mendukungmu, selama itu bisa membuatmu bahagia." ujar Arsha.
"Makasih ya mas, aku bahagia bisa mempunyai suami seperti kamu mas. Suami yang selalu bisa membuat hari hariku menyenangkan." ucap Ana sambil bangun dari tidurnya dan memeluk sang suami. Arshapun membalas pelukan sang istri.
__ADS_1
"Aku juga bahagia sayang, Allah mempertemukan kita dan menjadikan kita suami istri. Semoga kita bersama dunia akhirat." ujar Arsha sambil mencium kening istrinya.
Anapun melepaskan pelukannya dan setelah itu kembali tidur di pangkuan suaminya.
"Yank, kamu ingin punya anak cewek apa cowok?" tanya Ana
"Anak cewek atau anak cowok sama aja sayang. Yang penting mereka lahir dengan sehat dan selamat tentunya." jawab Arsha gemas.
"Iya kamu bener mas, lagian kita kan juga gak bisa menentukan anak berjenis kelamin cewek atau cowok. Kita hanya membuatnya saja dan yang menentukan jenis kelaminnya adalah Allah kan mas?" tanya Ana
"Iya sayang." jawab Arsha tersenyum
"Kamu pengen punya anak berapa yank?" tanya Ana, yang kadang memanggil suaminya dengan sebutan mas, kadang sayang
"Gak mau lebih?" tanya Ana
"Enggak, aku gak tega ngeliat kamu kesakitan saat melahirkan." jawab Arsha
"Emang kamu tau melahirkan itu sakit yank?" tanya Ana
__ADS_1
"Iya taulah yank, kalau gak sakit. Kenapa orang melahirkan kadang teriak teriak bahkan sampai ada yang meninggal." jawab Arsha
"Kalau aku meninggal saat aku melahirkan, apa yang akan kamu lakukan mas?" tanya Ana
"Entahlah. Jujur itu berat rasanya, sangat berat. Aku masih belum berfikir sampai ke situ karena yang aku inginkan adalah bisa hidup menua bersama kamu, merawat anak dan cucu kita bersama hingga mau memisahkan. Untuk saat ini aku gak sanggup, kita masih muda, ada banyak hal yang harus kita lakukan." ujar Arsha
"Apakah kelak kamu akan menikah lagi jika aku meninggal seperti Kak Jay?" tanya Ana
"Aku gak tau sayang. Fikiranku belum sampai ke sana." jawab Arsha
"Mas, jika kelak aku meninggal. Menikahlah, carilah wanita Sholehah yang lebih baik dari aku. Wanita yang bisa membuat kamu bahagia, membuat hari harimu menjadi ceria, istri yang selalu patuh sama kamu mas. Istri yang sabar, jujur, amanah, setia dan bisa di ajak kerjasama untuk mewujudkan keluarga yang samawa.
Aku gak keberatan kamu menikah lagi setelah aku meninggal. Karena aku tak mungkin membiarkan kamu hidup seorang diri seumur hidup kamu. Bagaimanapun kamu juga butuh teman hidup, butih seorang pendamping yang bisa menyayangi dan mencintai mu dengan tulus." ucap Ana tersenyum
"Namun aku berharap Allah memberikan kamu umur yang panjang agar kita bisa menua bersama." ujar Arsha
"Iya aku juga berharap begitu.. Semoga aja, Aamiin."
"Iya udah, ayo tidur sayang, besok kita harus keluar kota kan buat ngecek resto yang ada di Jember." ujar Arsha
__ADS_1
"Iya mas, ayo."
Arsha dan Ana pun pergi ke kamar untuk tidur bersama