Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Aisyah Ingin Buat Adik untuk Khaleed


__ADS_3

Hari ini Aisyah, Khaleed dan will pergi ke rumah Arsha untuk bertemu dengan Arsha dan Arshi.


Aisyah juga tak lupa membeli baju-baju cantik buat Arshi dan juga Afnan. Nanti rencananya setelah pergi ke rumah Arsha dan Arshi, Aisyah juga mau ke rumah Afnan karena Aisyah takut ada rasa iri di hati mereka kalau Arshi di belikan baju sedangkan Afnan, tidak.


Walaupun harganya gak seberapa tapi bisa memicu rasa iri di hati seseorang dan Aisyah gak mau itu terjadi. Kalau Angel, memang gak di belikan karena sebelumnya Angel sudah di belikan beberapa baju yang sama dengan Khaleed.


Yah sebelum ada Afnan dan Angel, Aisyah sering beli baju yang sama. Agar Khaleed dan Angel selalu terlihat kembar walaupun kenyataannya Khaleed umurnya lebih tua sedikit dari pada Angel tapi karena mereka satu sekolah jadi mereka terlihat seperti kembar.


Dan sekarang Aisyah juga membeli baju Arshi dan Afnan yang bajunya juga samaan. Sehingga kalau Afnan dan Arshi di pertemukan akan seperti kakak adik.


"Umy, kita jadikan ke rumah dede Arshi?" tanya Khaleed.


"Jadi sayang, bentar lagi kita berangkat." jawab Aisyah tersenyum, gak nyangka kini Khaleed sudah mulai dewasa dan semakin tampan serta menjadi anak yang shaleh.


"Iya sudah aku mau siap-siap dulu ya umy, mau ganti baju. Malu ke sana pakai baru rumahan."


"Iya sayang tapi jangan lama-lama ya."


"Iya umy."


Setelah Khaleed pergi ke kamarnya, Aisyah pun menyiapkan baju Afnan dan Arshi agar gak kelupaan. Baju itu ia taruh di dalam mobil. Setelah selesai menaruh bajunya, Aisyah kembali ke dalam rumah.

__ADS_1


"Dari mana sayang?" tanya Will.


"Itu naruh bajunya Afnan dan Arshi di mobil." jawab Aisyah sambil mendekati suaminya.


"Oh, Khaleed mana?" tanya Will.


"Masih ganti baju, ntar lagi juga selesai." jawab Asiyah.


"Iya sudah sini duduk dulu, sambil nunggu Khaleed selesai ganti baju." ujar Will.


Will dan Aisyah pun duduk di kurso sofa.


"Iya tapi mau bagaimana lagi, sekarang Arsha sangat membutuhkan kehadiran ayah dan bunda. Jadi ayah dan bunda harus tinggal di sana." nawab Will


"Saat Kak Rachel dan Ani keluar negeri, ayah dan bunda menginap di rumah Kak Rachel. Saat Ila meninggal, Ayah dan bunda juga menginap di rumah Jay. Sekarang ayah dan bunda menginap di rumah Arsha karena Ana meninggal. Aku salut sama ayah dan bunda, mas. Ayah dan bunda begitu adil hingga tak menimbulkan rasa iri antara satu dengan yang lain.


Ayah dan bunda selalu ada di saat anak dan menantunya membutuhkan kehadirannya. Ayah dan bunda selalu membantu mereka tanpa mereka minta. Ayah dan bunda selalu bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik.


Walaupun ayah dan bunda sudah berpengalaman dalam hal berumah tangga, ayah dan bunda juga gak pernah ikut campur urusan rumah tangga anak-anaknya. Ayah dan bunda akan memberikan pendapatnya jika di minta. Dan hanya sesekali menasehatinya jika kita melakukan kesalahan.


Ayah dan bunda patut kita jadikan contoh jika nanti anak kita berumah tangga. Walaupun kelak Khaleed menikah dan tinggal bersama kita, aku tak kan mencampuri urusan rumah tangga mereka. Aku ingin bisa akrab dengan menantuku seperti bunda dan aku yang selalu terlihat akrab." ucap Aisyah panjang lebar.

__ADS_1


"Kamu benar sayang, kita harus jadikan ayah dan bunda sebagai contoh jika kelak kita sudah punya menantu. Kita harus menganggap menantu kita sebagai anak kita, bukan orang luar. Karena bagaimanapun jika seseorang sudah menikah dengan anak kita, maka secara tidak langsung diapun juga menjadi anak kita.


Dan kita harus menyayanginya. Karena dia rela meninggalkan keluarganya demi anak kita. Dia rela menghabiskan sisa waktunya untuk berbakti sama anak kita dan kita sebagai mertua harus bisa menerimanya dengan sepenuh hati.


Jangan sampai dia merasa gak betah tinggal sama kita tapi jikapun kelak Khaleed ingin punya rumah sendiri, kita juga tak boleh melarangnya. Mereka berkak untuk mempunyai rumah sendiri agar bisa belajar mandiri." ujar Will.


"Mas, apa perlu kita segera membuatkan adik buat Khaleed. Aku ingin punya banyak anak mas, jika satunya gak mau tinggal sama kita, tapi paling gak akan ada satu anak kita lagi yang mau tinggal bersama kita. Seperti ayah dan bunda yang punya lima anak." ucap Aisyah.


"Bunda cuma melahirkan dua kali langsung punya anak lima. Masalahnya kita gak bisa menentukan bagaimana caranya agar punya anak kembar. Jika kamu ingin punya anak banyak, harus melahirkan berkali-kali beda jika punya anak kembar. Cukup sekali langsung dua, tiga, empat, lima atau setengah lusin." ujar Will tertawa.


"Mas, bunda kan bisa melahirkan anak kembar, masak kita gak bisa. Pasti kelak akan ada di antara aku, Ica, Nadia, Ani yang mempunyai anak kembar. Aku yakin itu." ucap Aisyah.


"Ya, dan semoga aja yang hamil kembar itu kamu sayang. Kalau nanti kamu melahirkan anak kembar, kita bisa punya anak banyak. Kita berdoa aja ya."


"Iya mas." jawab Aisyah tersenyum.


"Umy, Aby. Aku sudah siap." ujar Khaleed yang sudah selesai ganti baju.


"Iya udah ayo berangkat." ucap Wiil.


Dan merekapun pergi ke rumah Arsha.

__ADS_1


__ADS_2