
Hari ini Salsa pulang dari pondok. Itu karena sekolahnya lagi libur dua Minggu setelah sebelumnya ujian selama 6 hari berturut-turut. Dan setelah selesai ujian dan menerima raport. Salsa dan juga santri lainnya boleh pulang.
Dan Salsa di jemput langsung oleh Jay sedangkan Nadia gak ikut karena menjaga Afnan di rumah.
Setelah Salsa dan Jay sudah sampai di rumah, Nadia langsung menghampiri sang adik yang kini sudah memakai cadar.
"Assalamualaikum kak." ucap Salsa.
"Waalaikumsalam, bagaimana kabarmu dek?" tanya Nadia senang setelah berbulan-bulan gak bertemu dengan adiknya. karena adiknya harus mondok di pondok pesantren.
"Alhamdulillah baik kak." jawab Salsa.
"Suruh Salsa masuk dulu sayang, dia pasti capek setelah perjalanan jauh." ujar Jay.
"Eh, iya lupa. Ayo dek masuk." ucap Nadia.
Dan merekapun masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa.
"Oh ya sayang, aku mau berangkat kerja dulu, setengah jam lagi aku ada meeting dengan para pemegang saham." ujar Jay.
"Iya mas, mas hati-hati ya di jalan." ucap Jay.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
"Dek, kakak berangkat dulu ya ke kantor." pamit Jay ke Salsa.
__ADS_1
"Iya kak, hati-hati." ucap Salsa
"Iya." Sebelum Jay benar-benar pergi, Jay menyempatkan waktu untuk mencium Afnan, baru setelah itu Jay berangkat kerja.
"Oh ya, maaf ya kak, aku gak bisa pulang saat kakak kakak mengadakan acara 7 bulanan. Aku juga gak bisa pulang saat kakak melahirkan, aku juga gak bisa pulang saat kakak mengadakan Akikah buat Afnan. Soalnya aku gak di izinkan pulang sebelum ujian selesai." ujar Salsa.
"Gak papa dek, kakak ngerti kog. Kamu kan harus menuntut ilmu di pondok. Oh ya gimana, betah tinggal di pondok pesantren?" tanya Nadia.
"Sangat betah kak. Aku di sana mempunyai banyak teman yang seperti saudara. Aku bahagia tinggal di pondok pesantren. Mereka sangat baik-baik, belajar bareng, tidur bareng, makan bareng. Semuanya di lakukan bersama-sama. Yah awalnya memang agak sulit sih karena di pondok pesantren sangat ketat tapi akhirnya lama-kelamaan aku mulai terbiasa." jawab Salsa tersenyum bahagia.
"Emang apa aja kegiatan kamu dek di pondok?" tanya Nadia yang bahagia melihat adiknya ternyata betah tinggal di pondok pesantren.
"Aku tuh bangun jam setengah tiga pagi. Aku mandi terus ambil wudhu, lalu sholat malam bersama yang lainnya. Selesai sholat malam, kami berzikir bersama hingga Azan Shubuh berjamaah. Selesai sholat, aku bersama yang lain membaca Alquran sampai jam setengah 6 pagi. Setelah itu, aku bersama yang lainnya mencuci baju, tapi ada yang bersih bersih, ada juga yang ngantri mandi.
Setelah selesai cuci baju n mandi, kami akan segera memakai seragam sekolah lalu sholat dhuha. Kalau sampai gak sholat, nanti di catat dan dapat hukuman. Jadi semuanya harus tepat waktu dan tidak boleh ada yang bolos.
Jarak sekolah dan pondok juga gak terlalu jauh, sekitar 10 menit jika jalan kaki. Dan di sekolah murid laki-laki dan perempuan di pisahkan hingga gak bisa kumpul bersama.
Pulang sekolah, kamu langsung pulang ke pondok dan gak bisa kemana-mana. Biasanya nyampek pondok langsung makan siang, sholat dhuhur berjamaah. Lalu istirahat bentar karena jam setengah dua harus ngaji kitab sampai jam setengah 3.
Setelah ngaji kitab, kami segera ambil wudhu untuk sholat ashar berjamaah. Selesai sholat, kami bisa duduk santai. Ada yang nyapu, bersihkan kamar. Cuci baju, ada yang jemur baju, ada yang sudah mengambil baju yang sudah kering, ada yang nata baju, ada yang mandi, ada yang ngobrol sama yang lain.
Jam 4 sore, makan pun datang. Dan kami bisa makan bersama. Walaupun nasi dan lauk pauknya sedikit tapi kami merasa kenyang.
Jam lima kami akan kumpul di masji untuk zikir bersama sampai adzan Maghrib berkumandang. Setelah azan, kami semua akan sholat Maghrib berjamaah lalu baca Al-Qur'an sampai azan Isya berkumandang.
Setelah azan Isya', kami akan sholat isya berjamaah lalu setelah itu kembali ke kamar naruh mukenah dan kembali lagi membawa kitab. Yah kami harus belajar kitab sampai jam setengah sembilan malam dengan di bimbing oleh pengurus pondok alias ustazah.
Setelah belajar kitab, kami akan kembali lagi ke kamar, menaruh kitab dan mengambil buku pelajaran. Kami memang di wajibkan untuk belajar bersama seperti mengerjakan tugas-tugas sekolah dan nanti akan akan di ajari oleh para senior sampai jam 10 malam.
__ADS_1
Setelah jam 10 malam, kami semua kembali ke kamar dan ngobrol bersama teman-teman sampai jam sebelas malam.
Setelah jam 11, semua lampu harus di matikan dan wajib tidur malam, gak boleh ada yang bersuara. Itu aktivitas aku kak." ucap Salsa menjelaskan panjang lebar.
"Padat banget ya jadwalnya?" tanya Nadia.
"Iya kak. Oh ya boleh aku gendong Afnan?" tanya Salsa.
"Iya boleh." jawab Nadia tersenyum sambil memberikan Afnan kepada Salsa. Salsa menggendong Afnan dengan pelan-pelan karena takut jika Afnan kenapa-napa.
"Tadi selama di perjalanan, Kak Jay menceritakan tentang Afnan terus. Kak Jay terlihat sangat bahagia dan sangat antusias saat menceritakan kakak dan Afnan." ucap Salsa.
"Iya, selama ada Afnan, Kak Jay semakin sayang sama kakak. Dia semakin cinta sama kakak dan kakak merasakan itu semua. Yah walaupun sebelum ada Afnan, Kak Jay sudah mencintai kakak namun saat ini kakak merasakan Kak Jay lebih mencintai kakak. Kak Jay juga selalu terlihat bahagia setiap bersama Afnan dan kakak bahagia melihat itu semua." ujar Nadia.
"Aku turut bahagia kak melihat kakak bahagia. Andai Kak Putri masih hidup, dia juga pasti bahagia dengan kehadiran Afnan." ucap Salsa mengingat kakaknya, Putri.
"Yah kita doakan saja dek, semoga Putri, ayah dan ibu kita di ampuni dosa-dosanya dan di tempatkan di sisi Nya." ujar Nadia.
"Aamiin." ucap Salsa mengaminkan doa kakaknya, Nadia.
"Kakak titip Afnan dulu ya, kakak mau masak buat kamu." ujar Nadia
"Gak usah repot-repot kak. Aku masih kenyang." ucap Salsa.
"Gak papa, kakak pengen masakin buat kamu. Lagian kakak sudah lama gak masakin kamu. Nanti setelah selesai masak, kita bisa makan bersama." ujar Nadia.
"Iya sudah kak." ucap Salsa mengalah.
Nadia pun segera pergi ke dapur untuk masak masakan kesukaan Salsa, adiknya.
__ADS_1