Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Will Pergi Ke Rumah Arsha


__ADS_3

Will gak bisa diam aja melihat istrinya yang sibuk kerja dari pagi sampai malam.sedangkan Arsha duduk santai seharian sambil nemenin putrinya main. Bagaimanapun ini gak adil buat Will.


Will pergi ke rumah Arsha tanpa sepengetahuan istrinya.


Ia pergi ke rumah Arsha setelah Aisyah pergi ke resto dan putranya pergi sekolah.


Sampai di rumah Arsha, Wi melihat Arsha yang lagi menggendong Arshi di depan rumahnya.


"Assalamualaikum Ar," ucap Will ramah.


"Waalaikumsalam," jawab Arsha tak kalah ramahnya.


"Ayo kak masuk," ucap Arsha kepada Will.


"Iya," Will pun masuk ke dalam rumahnya begitupun dengan Arsha yang menggendong Arshi.


"Duduk kak," ujar Arsha.


Will pun duduk sedangkan Arsha, ia ke dapur dan meminta asistennya untuk membuatkan minuman.


Setelah itu Arsha kembali ke ruang tamu dan duduk di kursi samping Will.


Cuman ada jarak dua kursi yang kosong di antara mereka.


"Ar, ada yang ingin aku omongin sama kamu. Sebelumnya, aku minta maaf. Kalau mungkin ucapanku ini akan membuat hati dan perasaan mu terluka," ujar Will ramah.


"Iya kak, emang mau ngomong apa?" tanya Arsha heran dan penasaran.

__ADS_1


"Ar? Aku tau kamu ingin merawat Arshi. Tapi aku harap kamu juga jangan sampai mengabaikan yang lain. Aku tau kamu sangat menyayangi Arshi terlebih setelah Ana meninggal. Kamu ingin merawat dia seorang diri. Tapi kamu jangan sampai membebani orang lain.


Ar, kamu tau. Resto yang bunda kasih buat kamu. Itu adalah resto yang bunda bangun dari Nol. Bunda bangun dengan susah payah. Lalu bunda kembangin resto itu hingga bisa maju dan bisa membuka cabang dimana-mana.


Bunda kasih resto itu buat Anak, putri kesayangannya. Ana juga merawat resto itu karena dia tau bagaimana perjuangan bunda dalam membangun resto tersebut.


Tapi di tangan kamu, kamu meremehkan resto itu. Aku tau kamu sedih, aku tau kamu lebih mementingkan Arshi. Tapi tidak seperti ini caranya.


Andai ayah dan bunda tidak membantumu mungkin resto itu sudah bangkrut.


Apa kamu gak mikir Ar? Bagaimana jika resto itu sampai benar-benar bangkrut?


Kamu akan mengecewakan banyak orang. Kamu akan mengecewakan Ayah dan bunda. Karena gak mudah membangun resto sampai membuka cabang di dalam negeri dan luar negeri.


Kamu akan membuat bunda kecewa karena kamu gak bisa menjaga amanahnya dengan baik. Perjuangan bunda puluhan tahun akan sirna seketika. Apa kamu gak kasihan? Apa kamu tega buat bunda sedih dan kecewa.


Kamu juga akan membuat Ana kecewa, dia pasti akan kecewa dengan sikap kamu yang seperti ini.


Egois dan hanya mementingkan perasaan kamu sendiri tanpa memikirkan bagaimana perasaan orang lain.


Aku juga sama seperti kamu, aku juga punya anak. Aku tau bagaimana rasa kasih sayang seorang ayah untuk anaknya. Tapi tidak dengan menghancurkan usaha kamu.


Di resto itu ribuan orang yang bekerja. Jika kamu lalai dan egois seperti ini. Kamu akan membuat hidup mereka menderita. Karena kehidupan mereka itu tergantung dari resto yang kamu kelola.


Mereka akan kehilangan pekerjaan mereka, hanya karena kamu yang terlalu ego.


Apakah kamu siap membantu ekonomi mereka? apakah kamu tega membiarkan keluarga mereka kelaparan karena mereka tak lagi punya pekerjaan sedangkan mencari pekerjaan sekarang itu tidaklah mudah.

__ADS_1


Berapa banyak orang yang buat kamu kecewa Ar?


Dan sekarang istriku harus kerja dari pagi sampai malam, sampai dia gak ada waktu buat aku dan anak kami. Sedangkan kamu di sini enak enakan duduk santai sambil nemenin Arshi.


Sedangkan istriku, dia kerja siang malam. Walaupun dia lelah, dia tetap bekerja karena gak mau buat bunda kecewa padahal resto itu milik kamu bukan miliknya.


Kenapa Ar? Kenapa kamu seperti ini?


Jika resto itu bangkrut? Lalu apa yang akan kamu kasih ke Arshi jika dia dewasa kelak?


Jika resto itu bangkrut, lalu bagaimana kamu bisa menghidupi kehidupan Arshi ke depannya? Apakah kamu akan menggangtungkan hidup kamu dan anak kamu kepada orang lain?


Apakah kamu mau di anggap sebagai ayah yang gagal?


Atau kamu lebih suka kerja di bawah perintah orang lain dari pada jadi bos? Apakah kamu suka hanya jadi seorang pesuruh?


Apakah kamu gak mau bikin Arshi bangga sama kamu?" tanya Will panjang lebar


"Maafin aku. Iya aku salah, maaf karena selama ini aku hanya memikirkan Arshi hingga mengabaikan semuanya. Maaf jika aku sudah membuat banyak orang kecewa dengan sikap aku. Besok aku akan mulai kerja, dan aku akan membawa anakku kerja serta menyewa baby sitter juga.


Besok Kak Aisyah tak perlu lagi bekerja, karena aku akan kembali bekerja seperti dulu lagi.


Terimakasih sudah menyadarkan aku. Aku gak marah dengan apa yang kamu katakan tadi. Aku malah bersyukur karena kamu sudah mengingatkan aku, tak seharusnya aku seperti ini," ujar Arsha tersenyum. Ia benar-benar merasa bersalah karena sikapnya selama ini sudah buat orang lain terkena imbasnya.


"Gak papa, yang penting kamu sudah sadar bahwa apa yang kamu lakukan itu salah. Itu udah lebih dari cukup buat aku," ujar Will tersenyum karena Arsha mau mengerti dan tak keras kepala lagi.


Saat mereka asyik ngobrol, bibi datang membawakan minuman.

__ADS_1


Will pun meminum minuman tersebut dan setelah itu mereka lanjut ngobrol lagi. Hingga 15 menit kemudian, Will pamit karena memang ia harus bekerja dan gak bisa lama-lama ada di rumah Arsha.


__ADS_2