Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Membuat Kue Pesanan


__ADS_3

Setelah sampai di resto, Aisyah langsung menyapa semua karyawannya dan memperkenalkan diri siapa dirinya. Setelah selesai, Aisyah langsung pergi menuju kantor. Dan mengecek semua berkas dan email yang masuk.


Bukan hanya resto yang saat ini ia datangi, melainkan untuk semua restoran milik bundannya yang telah di serahkan kepada saudara iparnya yang sudah meninggal yang kini di wariskan kepada Arshi, putrinya Arsha dan Ana. Namun sebelum Arshi berumur 18 tahun, resto itu akan di kelola oleh Arsha hanya saja karena Arsha belum bisa mengelolanya jadi sekarang di kelola oleh ayah dan bundanya terlebih dahulu. Namun karena kini ayah dan bundannya sekarang pergi keluar negeri, jadilah Aisyah yang mengurus resto ini.


Setelah mengecek semua berkas dan mengerjakan sesuatu yang memang harus ia kerjakan. Akhirnya jam 1 siang selesai juga. Aisyah segera merapikan semua kertas dan berkas yang berantakan di atas meja. Dan setelah itu, ia mematikan laptopnya.


Setelah selesai, ia segera ambil Wudhu dan sholat dhuhur. Selesai sholat ia melihat ada 11 pesan masuk di hpnya. Dan 3 panggilan tak terjawab dari suaminya. Aisyah pun membaca pesan itu satu persatu.


My Husband 1 : Assalamualaikum


My Husband 2 : Lagi apa?


My Husband 3 : Jangan sampai lelah ya, jaga kesehatan


My Husband 4 : Aku kefikiran terus sama kamu, chat gak di bales, von juga gak di angkat


My Husband 5 : Lagi sibuk ya yank


My Husband 6 : Yank?


My Husband 7 : Aku kangen


My Husband 8 : Sudah dhuhur nih? Udah sholat belum?


My Husband 9 : Yank, sudah makan belum?


My Husband 10 : Jangan sampai telat makan ya


My Husband 11 : Angkat dong telfonnya.


Aisyah pun segera membalas pesannya.


From My Husband 1 : Waalaikumsalam

__ADS_1


From My Husband 2 : Maaf ya yank baru bales


From My Husband 3 : Iya Mas, aku akan selalu jaga kesehatan.


From My Husband 4 : Maaf gak bales chat kamu mas dan juga gak angkat von kamu, soalnya dari pagi aku sibuk banget.


From My Husband 5 : Iya mas, aku lagi sibuk banget


From My Husband 6 : Iya mas, ada apa?


From My Husband 7 : Aku juga kangen 😘


From My Husband 8 : Sudah mas, barusan.


From My Husband 9 : Belum mas, soalnya aku baru selesai sholat nih


From My Husband 10 : Iya sayang


From My Husband 11 : Aku fon balek ya.


"Assalamualaikum mas." (Aisyah)


"Waalaikumsalam sayang. Sudah makan belum? (Will)


"Belum mas, tapi ntar lagi aku mau makan." (Aisyah)


"Iya sudah, kamu makan dulu gih. Aku gak mau kamu sakit karena telat makan." (Will)


"Iya udah, aku matikan dulu ya telfonnya." (Aisyah)


"Iya sayang.." (Will)


"Assalamualaikum." (Aisyah)

__ADS_1


"Waalaikumsalam." (Will)


Setelah mematikan telfonnya, Aisyah pun segera menelvon seseorang untuk mengantarkan makanan.


Dan tak butuh waktu lama, makanan pun datang.


Aisyah segera melahap makanannya dengan sangat nikmat. Selesai makan, ia menelfon putranya dan ternyata kini putranya ada di rumah Ica. Tadi Ica menjemput putrinya sekalian menjemput Khaleed karena tadi Will mengirim pesan dan menitipkan Khaleed kepada Ica. Dan nanti Will sendiri yang akan menjemput Khaleed setelah pulang kerja.


Mengetahui Khaleed ada di rumah Ica, Aisyah pun bisa tenang.


Dan setelah itu, Aisyah membawa piring dan gelasnya menuju dapur.


Dan setelah itu, Aisyah pun membantu para koki di sana.


"Lagi ngapain mbak?" tanya Aisyah karena usianya masih muda, jadi Aisyah memutuskan memanggil nya mbak.


"Ini lagi buat kue, ada pesenan dua." ujar koki yang bernama Ella itu.


Memang resto itu tidak hanya menjual makanan tapi berbagai macam kue. Dan semua di jual secara offline dan juga online.


"Biar saya bantu." ujar Aisyah.


"Tapi mbak..."


"Gak papa lagian aku gak da kerjaan." ucap Aisyah tersenyum. Dan setelah itu, Aisyah pun mulai membuat dua kue sesuai pesanan. Karena Aisyah cukup lihat, hanya dalam waktu satu jam, ia bisa membuat dua kue pesanan dalam waktu bersamaan.




Setelah selesai bikin kue, Aisyah juga membuat kue lainnya. Aisyah juga bantu memasak. Aisyah lebih suka bantu bagian dapur.


Hingga tak terasa sudah jam setengah 4 sore. Aisyah segera ambil wudhu dan sholat ashar. Selesai sholat, ia berpamitan dan menyerahkan restonya kepada pegawai kepercayaan Ana sebelum Ana meninggal.

__ADS_1


Setelah itu, Aisyah meminta sopirnya mengantarkan dirinya ke kantor Rachel. Di sana banyak pegawai yang sudah mengenal Aisyah, itu karena beberapa kali Aisyah kesana dan ketika ada rapat pemilik saham. Rachel juga mengundang Aisyah dan memperkenalkan Aisyah sebagai adiknya dan juga pemilih saham tertinggi sama seperti dirinya.


__ADS_2