
Sesampai di rumah sakit, Will menempatkan mereka berdua di ruang VVIP bahkan Will meminta beberapa Dokter spesialis neurologi dan Dokter spesialis Ortopedi.. Dokter spesialis neurologi merupakan dokter khusus dalam mendiagnosis dan mengobati penyakit yang berkaitan dengan sistem saraf, termasuk otak, otot, saraf tepi, dan saraf tulang belakang
Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi atau Dokter Ortopedi adalah dokter yang memiliki fokus untuk menangani cedera dan penyakit pada sistem muskuloskeletal tubuh, mencakup tulang, sendi, tendon, otot, dan saraf.
Setelah semua selesai, Will meminta kepada para dokter itu untuk menangani pasien nya dengan sangat baik. Will gak bisa lama lama di sana karena ia tak mungkin membiarkan sang istri menunggunya terlalu lama. Saat Will ingin pergi, Pram, Cinta serta dua anak kecil datang ingin menjenguknya.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Pram.
"Mereka masih bisa di obati. Dan insyaAllah jika mereka mendapatkan perawatan terbaik, mereka akan segera sembuh. Kamu tenang aja, aku jamin dalam waktu beberapa bulan ke depan, mereka bisa kembali normal." Jawab Will tersenyumm.
"Terima kasih ya, kamu sudah mau menolong mereka." ucap Pram bangga kepada saudaranya itu.
"Santai aja, kita kan emang harus saling tolong menolong. Oh ya aku pulang dulu ya, soalnya aku gak mau istriku menungguku terlalu lama." Ucap Will.
"Iya. Hati hati di jalan." Ucap Pram. Setelah kepergian Will, Pram dan Ica pun mengajak Anam dan Nia untuk menjenguk keuda orang tuanya.
"Makasih ya om, udah mau bawa ayah dan ibu ke rumah sakit." Ucap Anam tersenyum.
"Sama sama, om senang bisa bantu kalian." Ucap Pram sambil mengelus rambut Anam.
"Kelak jika aku dewasa, aku akan bekerja untuk om. Aku akan melindungi keluarga om." Ucap Anam bersungguh sungguh.
"Terima kasih ya. Om percaya dengan ucapan kamu. Oh ya besok om akan mendaftarkan kamu sekolah. Kamu mau?" tanya Pram.
__ADS_1
"Terus gimana dngan adek aku?" tanya Anam.
"Dia juga akan sekolah, cuma bedanya. Kamu sekolah SD sedangkan adik kamu sekolah PAUD." Jawab Pram terssenyum.
"Baiklah, aku akan sekolah. Aku akan belajar yang baik agar kelak aku bisa menjadi orang yang sukses seperti om."
"Sip, om seneng dengernya." Ucap Pram.
"Sekarang kamu dan adek kamu ikut om dan tante mau?" tanya Pram.
"Kemana om?" tanya Anamm.
"Ke rumah om." Jawab Pram.
"Mereka akan di jaga oleh perawat yang ada di sini. Besok setelah kamu dan adek kamu daftar sekolah, kamu bisa datang kesini buat jenguk ayah dan ibu. Kamu mau?" tanya Pram.
"Aku mau om." Ucap Anam senang sedangkan Nia hanya mendengarkan tanpa mau berbicara sepatah katapun.
"Iya udah ayo." Ucap Pram.
"Nia mau di gendong sama tante?" tanya Ica. Dan Nia hanya mengangguk. Ica dngan senang hati menggendong Nia. Sebelum pulang, Pram berhenti di salah satu mall untuk membeli perlengkapan Anam dan Nia. Mereka membelikan baju baru untuk Anam dan Nia. Anam sangat bahagia karena ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki ke Mall.
Setelah puas beli kebutuhan Anam dan Nia. Merekapun langsung pulang.
__ADS_1
Sesampai di rumah, Pram meminta kepada salah satu pelayan yang ada di sana untuk menyiapkan kamar tidur untuk Anam dan Nia. Untuk hari ini Anam dan NIa tidur satu kamar karna Nia gak mau jauh dari kakaknya.
"Ayo ikut om liat kamar kamu." Ucap Pram setelah pelayan itu memberitahu bahwa kamarnya sudah di siapkan.
"Om, ini beneran kamar aku?" tanya Anam tak percaya.
"Iya, kamu suka. Maaf ya kamarnya kecil." Ucap Pram.
"Ini bukan kecil om tapi ini sudah sangat mewah. Makasih ya om. Aku gak nyangka, dalam sekejab hidupku akan berubah drastis kayak gini." Ucap Anam senang.
"Iya sudah sekarang kita lihat yuk kamar adek kamu." Ujar Pram. Anam mengikutinya dari belakang.
"Nah ini dia kamar Nia. Tapi jika adek kamu takut tidur sendirian, jadi untuk sementara waktu dia tidur bareng kamu dulu ya sampai Nia berani tidur sendiri." Ucap Pram sedangkan Ica hanya diam begitupun dengan Nia yang kini ada dalam gendongan Ica.
"Makasih ya om. Aku gak tau harus ngomong apa lagi. Tapi jujur aku sangat bahagia hari ini. Om dan tante bagaikan malaikat untukku. Om dan tante datang di saat kami benar benar lagi terpuruk." Ucap Anam sedih.
"Sekarang kamu tak perlu lagi sedih. Jika kamu ingin berterima kasih. Maka belajarlah dengan rajin. Om ingin kelak kamu bisa menjadi orang sukses dan bisa membuat ayah dan ibu kamu bangga." Ucap Pram.
"Aku janji om, aku akan belajar dengan rajin. Aku akan serius menimba ilmu dan aku akan membuktikan kepada semua orang, aku bisa menjadi orang yang sukses dan berhasil."
__ADS_1
"Sip, om dukung kamu." Ucap Pram senang karena bisa membantu orang lain.