Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Kematian Ibu Wati dan Putranya


__ADS_3


Kematian Ibu Wati sudah tersebar. Jay, Ila, Will, Aisyah, Arsha, Ana, Angga dan juga Elsa sudah tau semua, itu karena Pram memberitau lewat sebuah grup di WhatsApp.


Rachel dan Ani juga sudah tau kampung halaman Ibu Wati, dan itu berkat orang suruhan Rachel dan rencananya minggu depan mereka semua sepakat untuk pergi ke kampung halaman Ibu Wati untuk berziarah.


Kebetulan Arsha juga tau kampung itu mengingat ayahnya juga orang kampung itu. Sebenarnya bisa aja mereka berangkat sekarang tapi Elsa dan Angga meminta untuk menunggunya agar biaa berangkat bersama.


Sebenarnya tak ada yang percaya kalau Ibu Wati dan putranya sudah meninggal. Apalagi ketika Rachel menceritakan bagaimana Putra Ibu Wati itu meninggal setelah ia menceraikan istrinya karena istri kebanggaan nya itu tak mau merawat ibu kandungnya.


Mereka tak menyangka jika Ibu Wati akan mempunyai menantu yang begitu kejam. Yang tak bisa menghargai dan menghormati Ibu Wati.


Mereka juga tak habis fikir, bagaimana mungkin Putranya Ibu Wati itu mau menikahi wanita yang bermuka dua.

__ADS_1


Tapi ya lagi lagi, semua itu adalah takdir dari yang maha kuasa. Bukankah seperti yang kita tau, jodoh rezeki dan hidup matinya seseorang sudah ada yang mengatur.


Tapi jika mereka menemukan menantu Ibu Wati, mereka akan memberikan sedikit hukuman karena dia telah menjadi menantu durhaka dan membuat hidup Putranya Ibu Wati jadi tersiksa hingga akhirnya ia kecelakaan dan meninggal dunia.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari Minggu yang di tunggu tunggu telah tiba, Elsa dan Angga sudah datang tadi malam dan kini mereka semua berkumpul di rumah Cinta dan Taufiq.


Pram, Ica, Elsa dan Angga juga satu mobil. Pram yang menyetir mobilnya, sedangkan Ica duduk di sampingnya. Angga dan Elsa duduk di kursi belakang, Angel di pangku oleh Elsa karena Elsa sangat merindukan cucunya itu.


Rachel, Ani, Arsha dan Ana mereka juga menggunakan mobil Rachel. Rachel yang menyetir, Ani duduk di sampingnya. Sedangkan Arsha dan Ana duduk di kursi belakang.


Jay, Ila menggunakan mobil sendiri. Alina di pangku oleh Ila. Karena mereka gak bisa kumpul di mobil yang lain karena mobil mereka sudah penuh jadi mau gak mau, Jay pakai mobil sendiri.

__ADS_1


Mereka ke kampung Ibu Wati menggunakan 4 mobil yang berjejer. Perjalanan yang di tempuh pun sangat lama sekitar 6 jam. Jadi mereka berhenti setiap satu jam sekali. Mereka berhenti di resto, di kafe, di warung lesehan, kadang juga di masjid untuk sholat sambil tidur tiduran sejenak agar tubuhnya tak terlalu pegal-pegal karena kelamaan duduk di dalam mobil.


Setelah menempuh perjalanan 6 jam, akhirnya mereka juga sampai di kampung Ibu Wati. Tapi mereka tidak langsung pergi makam, melainkan di sebuah penginapan yang tak jauh dari kampung itu.


Mereka memilih menginap di penginapan karena, mereka harus istirahat untuk melepas rasa lelah.


Dan keesokannya baru deh mereka pergi ke makam. Cuma Ila, Ica dan Aisyah memilih tetap berada di penginapan karena mereka membawa seorang bayi. Sedangkan yang lain berangkat ke makam bersama. Yah mereka berziarah ke makam Ibu Wati dan juga Putranya.


Setelah selesai berziarah, barulah mereka pulang ke penginapan..Namun sebelum masuk penginapan, mereka mencuci kaki terlebih dahulu dan mencuci tangan serta membasuh wajah mereka masing masing. Karena mereka gak berani masuk ke dalam penginapan setelah mereka datang dari berziarah. Apalagi di penginapan itu ada 3 anak kecil yang harus mereka jaga dan di lindungi.


Mereka menginap di penginapan itu selama semalam aja karena paginya, mereka balik lagi ke kota karena mereka gak bisa meninggalkan pekerjaan mereka terlalu lama.


__ADS_1


__ADS_2