
Setelah selesai menata barang barang di kamar, Adzan Maghrib pun berkumandang. Aisyah dan Will segera ambil wudhu. Selesai ambil wudhu, ia melihat putranya yang sudah selesai mandi.
"Maaf ya nak, Khaleed bunda mandikan. Soalnya tadi makan buah naga terus belepotan dan bajunya merah semua juga tangan dan wajahnya. Jadi bunda mandikan sekalian, maaf gak izin dulu." ucap Cinta sambil menyerahkan Khaleed kepada Aisyah untuk di pakaikan baju.
"Gak usah minta maaf bunda, aku yang seharusnya terimakasih karena ayah dan bunda sudah jagain Khaleee bahkan sudah memandikan khaleed juga. Oh ya aku dan Mas Will mau sholat Maghrib, bagaimana jika kita sholat berjamaah bareng di mushola. Yah di rumah itu ada Mushola yang memang di buat untuk sholat berjamaah.
"Boleh sayang, bunda dan ayah ambil wudhu dulu ya. Kamu dan suamimu nunggu di Mushola aja. Nanti kami akan nyusul." ujar Cinta
"Iya bunda."
Setelah kepergian Cinta, Aisyah pun segera memakaikan baju untuk Khaleed.
"Kapan Khaleed yang mandi yank, kog sudah harum gini?" tanya Will. Tadi dia sudah ambil wudhu tapi mendadak sakit perut jadi dia balek lagi ke kamar mandi.
"Khaleed di mandikan bunda mas. Mas, sudah ambil wudhu?" tanya Aisyah.
"Sudah yank." jawab Will.
"Iya sudah ayo kita sholat di musholla, jangan sampai ayah dan bunda menunggu kita terlalu lama." ucap Aisyah.
"Iya udah ayo."
Will menggendong Khaleed menuju Mushola sesangkan Aisyah berjalan di sampingnya dengan mukenah yang sudah ia pakai.
Sesampai di mushola, ternyata benar sudah ada ayah dan bundanya yang menunggu.
"Maaf bunda, lama." ucap Aisyah tak enak hati.
"Iya sayang gak papa." jawab Cinta tersenyum.
Setelah itu mereka pun sholat berjamaah. Taufiq sebagai imamnya dan mereka bertiga sebagai makmumnya. Khaleed sendiri berdiri di samping Will dan sesekali mengikuti ayahnya yang melakukan sholat. Namun tak jarang, Khaleed duduk di depan Will saat Will mau sujud bahkan juga menaiki punggung Taufiq dan memegang leher Taufiq dari belakang.
Entah kenapa dari tadi Khaleed terus mengganggu Will dan juga Taufiq.
Namun karena merasa di abaikan Khaleed pun menangis namun karena sholat sudah hampir selesai maka mereka semua memilih melanjutkan sholat dan membiarkan Khaleed terus menangis di samping ayahnya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=
Jika ada anak yang menangis, dan tidak memungkinkan untuk didiamkan orng tuanya ketika shalat jamaah, maka boleh bagi ortunya membatalkan shalat untuk mendiamkan anaknya, karena dikhawatirkan tangisan itu disebabkan sesuatu yang membahayakan dirinya, serta dikhawatirkan akan mengganggu kekhusyuan shalatnya. (Fatwa Islam, no. 75005)
Kemudian, jika shalatnya hampir selesai, dan memungkinkan untuk membiarkan anak menangis hingga shalat selesai, maka sebaiknya tidak dibatalkan. Dan dianjurkan bagi imam untuk tidak memperlama shalatnya, jika ada kejadian yang membuat makmum harus segera menyelesaikan shalatnya.
Musthofa ar-Ruhaibani mengatakan,
Dianjurkan bagi imam untuk meringankan shalat ketika ada satu kejadian yang menyebabkan sebagian makmum harus segera menyelesaikan shalatnya. seperti mendengar tangisan bayi. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Ketika saya sedang shalat, saya ingin memperlama shalatku. Lalu aku mendengar tangisan bayi, sehingga aku meringankan shalatku, karena khawatir akan merepotkan ibunya.” Riwayat Abu Daud. (Mathalib Uli an-Nuha, 1/641).
(Artikel ini saya ambil di konsultasisyariah.com yang berjudul Jika Anak Nangis, Bolehkah Membatalkan Sholat? )
\=\=\=\=\=\=\=
Setelah selesai sholat, Willpun langsung menggendong nya dan membawanya ke dapur dan membuatkan susu sendiri.. Setelah Khaleed minum susu, iapun tak menangis lagi. Ia memegang botol susu itu sendiri. Willpun kembali ke musholla.
Di sana Cinta, Taufiq dan Aisyah sedang mengaji. Will gabung sama mereka namun Khaleed yang merasa di abaikan lagi, ia ingin mengambil Al-Qur'an yang di pegang oleh Will. Taufiq yang melihatnya langsung menghampiri cucunya itu.
Taufiq memangku Khaleed, Khaleed pun duduk tenang sambil memegang botol susu. Aisyah, Cinta dan Will tersenyum bahagia karena Khaleed seperti lebih menurut kepada Taufiq dari pada ke Will, ayahnya sendiri.
Taufiq hanya mengajarkan 4 huruf yaitu, Alif ba Ta tsa. Taufiq terus mengulang 4 huruf itu dan meminta Khaleed mengucapkan lafal yang sama yang seperti ia ucapkan. Awaly susah tapi Khaleed akhirnya bisa juga meniru tapi cuma sampai alif ba ta, sedangkan untuk tsa, Khaleed masih kesusahan.
Taufiq tak memaksanya tapi jika rutin tiap hari kayak gini di ajarkan 3/4 huruf tiap hari. InsyaAllah Khaleed lama lama akan faham dengan sendirinya.
Setelah adzan isya berkumandang, merekapun berhenti mengaji. Sebelum mereka sholat, Will menyiapkan mainan dan juga sebotol susu lagi dan menaruhnya di depan Khaleed. Kini khaleed tak lagi berada di sampingnya melainkan ada di samping Taufiq.
Namun kini Khaleed bahkan tak menyentuh sedikit pun mainan yang ada di hadapannya, bahkan botol susu yang ia pegang ia taruh gitu aja. Khaleed malah sholat menirukan seperti apa yang di lakukan oleh Taufiq dan juga Will. Walaupun gerakannya tak sempurna dan sesekali menoleh kanan kiri depan belakang, namun Khaleed tetep terus meniru gerakan Taufiq hingga selesai.
\=\=\=\=\=\=\=
Selesai sholat, Will dan Taufiq duduk di ruang keluarga membahas pekerjaan Wil sedangkan Khaleed makan kue buatan Cinta sambil nonton upin ipin.
Sedangkan Aisyah dan Cinta sedang memasak untuk makan malam dengan di bantu asisten rumah tangganya.
Setelah selesai, Aisyah memanggil suami dan ayah mertuanya untuk makan malam bersama.
__ADS_1
Kini merekapun berada di ruang makan, sedangkan asisten yang membantunya barusan sibuk bersih bersih dapur namun para asisten rumah tangga sudah mendapat bagian makan malam. Jika pekerjaannya sudah selesai, mereka baru bisa makan.
Cinta juga menyediakan ruang makan tersendiri khusus para asistennya.
"Au aem sendiri." ucap Khaleed saat Aisyah ingin menyuapinya.
"Nanti kotor nak, belepotan." ujar Aisyah yang tak enak hati jika anaknya terus menerus bikin kotoran.
"Gak papa sayang, ambilkan aja. Malah bagus di usia dia sudah mau belajar makan sendiri." ucap Cinta.
"Tapi bun, nanti kotor lantainya karena nasinya malah kemana mana." ujar Aisyah
"Gak papa biar nanti bunda suruh bibi membersihkan nya." ucap Cinta tersenyum.
Aisyah pun menuruti, Aisyah menyuruh Khaleed mengambil piring dan sendok kesukaannya karena di sana ada 3 piring yang berbeda warna. Lebih tepatnya piring plastik ya karena kalau pakai piring kaca, takutnya pecah dan kena tangan serta kakinya.
Setelah di suruh memilih ternyata Khaleed memilih warna biru. Aisyah pun mengisinya dengan nasi, sayur bening, telur mata sapi dan juga tempe goreng.
Setelah selesai ia pun memberikan piring atau lebih tepatnya seperti mangkog yang sudah ia isi nasi dan lauk pauk kepada Khaleed.
Setelah itu mereka pun makan bersama, sesekali Aisyah melihat Khaleed yang makan dengan susah payah hingga nasipun kemana mana namun Aisyah membiarkan saja.
Setelah Aisyah, Will, Cinta dan Taufiq selesai makan, nasi yang ada di piring Khaleed masih sisa setengah. Aisyah pun mengambil alih dan menyuapinya dan untunglah Khaleed tak menangis dan mau menerima suapan dari sang umy.
Setelah selesai makan mereka kumpul di ruang keluarga, sedangkan ruang makan langsung di bersihkan oleh asisten rumah tangganya.
Mereka ngobrol sana kemari hingga akhirnya Khaleed ngantuk dan mengajak tidur. Aisyah dan Will pun pamit mau tidur duluan dan tak lama kemudian, Cinta dan Taufiq juga memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Setelah selesai baca doa mau tidur akhirnya mereka pun terlelap.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan Lupa Like, Komen n favoritnya ya 😊
__ADS_1