
Aisyah baru bangun tidur siang, ia segera mandi dan sholat dhuhur. Selesai sholat, ia langsung meminta salah satu asistennya untuk masak nasi goreng dan telur mata sapi. Setelah menunggu setengah jam akhirnya makananpun selesai. Aisyah pun segera menyantap makanan yang terlihat sangat menggoda. Dan hanya dalam hitungan menit, makanan itupun ludes danĀ sudah masuk ke dalam perut Aisyah semua.
Selesai makan, Aisyah menonton Tivi. Aisyah memencet tombol dan tiba tiba saja matanya tertuju ke seseorang yang kini sedang menyanyikan lagu Hanya rindu (Andmesh).
Orang itu sangat menikmati setiap kata yang ia nyanyikan. Aisyah merasa kepalanya sangat sakit saat ia mencoba mengingat laki laki yang kini sedang menyanyikan salah satu lagu Andmesh
Saat ku sendiri, ku lihat foto dan video
Bersamamu yang telah lama ku simpan
Hancur hati ini melihat semua gambar diri
Yang tak bisa, ku ulang kembali
Ku ingin saat ini, engkau ada di sini
Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah
Hati ini hanya rindu
Segala cara telah kucoba
Agar aku bisa tanpa dirimu
Namun semua, berbeda
Sulitku menghapus kenangan bersamamu
__ADS_1
Ku ingin saat ini, engkau ada di disini
Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah
Bukan diri ini tak terima kenyataan
Hati ini hanya rindu
Hanya rindu
Ku ingin saat ini, engkau ada di disini
Tertawa bersamaku, seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar, Tuhan tolong kabulkanlah
Hati ini hanya rindu
Hati ini hanya rindu
Ku rindu senyummu, Ibu...
Tiba tiba Aisyah merasa kepalanya semakin sakit hingga ia tak sadarkan diri.
---------------------
Rachel yang sudah sampai di depan rumahnya langsung masuk rumah dan pergi ke kamar Aisyah. Namun ia tak menukan Aisyah ada di sana. Ia pun pergi ke dapur namun juga tak menukan adik nya di sana. Ia juga malas untuk bertanya ke asistennya yang dari tadi berkeliaran di depan matanya.
__ADS_1
Rachel pun pergi ke ruang keluarga karena biasanya jam segini Aisyah pasti akan menonton tivi di ruang keluarga. Dan benar saja, ia melihat Aisyah di sana. Rachel mengira Aisyah sedang tidur. Rachel pun mencoba untuk membangunkan adiknya tapi anehnya Aisyah tak bangun bangun juga, tak seperti biasanya.
Rachel pun mulai panik. Ia segera menggotong Aisyah dan membawanya ke rumah sakit.
--------------------------------------------------
Will yang baru saja datang langsung melihat Rachel yang menggendong seseorang. Will pun langsung bergegas membantunya dan membawanya ke salah satu kamar pasient. Will memeriksa degan teliti sedangkan Rachel menatap Will dengan begitu lekat.
"Ini kan adik iparku?" tanya Rachel dalam hati. Ia tersenyum melihat Will yang begitu lembut dan ramah kepada semua orang.
"Apakah istri anda sebelumnya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kepalanya terbentur?" tanya Will ramah.
"Dia bukan istri saya dok. Tapi dia memang satu setengah tahun yang lalu mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia koma dan hilang ingatan." Jawab Rachel tersenyum.
"Hemmmm. Dia gak papa, jika dia sakit kepala dan pingsan itu adalah hal biasa ketika ia mulai mengingat sesuatu di masa lalunya." Ujar Will.
"Apakah dia boleh pulang?" tanya Rachel.
"Boleh tapi sebelumnya saya akan memberikan resep obat untuk meredakan sakit kepalanya." Ucap Will. Ia pun mengambil pulpen dan buku kecil dan menuliskan sesuatu di sana.
Setelah itu Rachel pun membawa adiknya pulang. Sedangkan Will menatap wanita itu seakan ada rasa gak rela melepas wanita itu pergi bersama pria lain walaupun pria itu mengaku sebagai kakaknya.
Will tadi emang sempat menghadiri salah satu undangan di mana semua wartawan datang untuk melihat dan menayangkannya di salah satu stasiun tivi.
Disana Will di tanya tentang keberhasilan dan kesuksesannya dalam mendirikan rumah sakit hingga kini bercabang di mana mana. Tak hanya itu saja Will juga di tanya tentang masalah pribadi. Will pun menceritakan tentang istrinya yang kini hilang entah kemana dan Will juga menyanyikan satu lagu untuk istrinya walaupun ia gak tau istrinya ada di mana sekarang.
Setelah selesai, Will langsung pulang. Namun ia bertemu dengan laki laki yang menggendong perempuan. Will pun memutuskan untuk menolongnya dan membawanya ke kamar pasien dan memeriksanya. Namun melihat wanita itu, hati Will bergetar. Ingin rasanya Will memeluknya tapi ia tak mungkin memeluk wanita sembarangan.
Bahkan ketika Rachell membawa Aisyah pulang, Will terus menerus menatap kepergian mereka.
__ADS_1