
Setelah sampai di RESTO, Cinta dan Taufiq langsung mengunjugi sang bunda yang lagi sibuk motong daging ayam.
"Bunda, boleh aku meminta waktunya bunda bentar?" tanya Cinta yang sudah ada di samping sang bunda.
"Iya, sayang boleh. Ada apa, apa ada masalah. Kenapa perutmu besar gitu. Padahal bulan lalu perut kamu gak sebesar ini sayang. Jangan bilang kalau kamu hamil." ucap sang bunda
"Aku ke sini untuk menjelaskan semuanya bun. Ayo ikut aku.." Ucap sang Cinta. Ia membaawa sang bunda ke taman belakang RESTO.
"Ada apa sebenarnya sayang?" tanya sang bunda.
"Bun, sebelumnya aku minta maaf karena aku membohongin bunda. Sejujurnya 5 bulan yang lalu, aku sudha ingat semuanya bun. Aku sudah ingat siapa diriku. Tapi aku gak mau terbuka sama bunda karena aku gak mau bikin bunda sedih, aku gak mau kehilangan bunda karena aku terlanjur sangat menyayangi dan mencintai bunda. Maafkan aku bun." Ucap Cinta sedih, tak terasa air mata mengalir di pipinya.
"Jadi kamu sudah tau siapa kamu dan keluarga kamu sayang?"
__ADS_1
"Iya bun. Maafin aku dan aku harap sikap bunda tidak berubah ke aku. Aku akan tetep jadi anak bunda dan bunda juga akan tetep jadi bundaku, bunda yang sangat menyayangi dan mencitai aku."
"Iya, bunda akan selalu menyayangi kamu sayang karena kamu anak bunda. Terus kamu ini hamil sama siapa sayang?" tanya Bunda Inah
"Aku sebenarnya sudah punya suami bun. Dan dia adalah suami aku." Ucap Cinta, ia menunjuk ke arah suaminya.
"Maakan bunda nak, karnea bunda sudah menyembunyikan istrimu." Ujar bunda merasa bersalah.
"Terus kenapa selama ini bund tidak tau kalau Naila hamil?" tanya bunda
"Kan aku pakai baju yang longgar longgar terus bun. Jadi gak akan ketahuan." Jawab Cinta tersenyum.
"Oh ya nama asli kamu siapa sayang?" tanya bunda Inah.
__ADS_1
"Namaku Cinta bun tapi jika bunda ingin memanggilku Naila, gak papa kog. Aku senang karena itu nama pemberian bunda untukku." Jawab Cinta tersenyum.
"Benarkah, kamu gak merasa keberatan jika aku memanggil kamu dengan sebutan Naila?"
"Gak bun, aku gak keberatan. Iya kan mas?" tanya Cinta kepada suaminya.
"Iya bun, kami gak masalah kog. Naila kan nama yang bunda kasih untuk istri saya dan anggaplah nama itu nama kesayangan bunda untuk istri saya." Jawab Taufiq
"Syukurlah. Bunda senang jadi sekarang bunda punya anak dua." Ucap Bunda Inah tertawa.
"Oh ya bun, rencana besok aku ada acara keluarga. Aku ingin besok bunda hadir di sana. Besok biar suami aku yang jemput bunda. Oke." Ucap Cinta
"Baiklah, bunda akan hadiri di acara kalian." Ujar bunda Inah. Cintapun memeluk sang bunda dengan erat tapi Taufiq memilih untuk diam karna dia gak bisa memeluk bunda Inah walaupun bunda Inah sudh menganggap dirinya sebagai seorang anak.
__ADS_1