
Keesokan harinya, Will pun menepati janjinya. Ia meminta kepada sekertaris ayahnya untuk mendaftarkan Putra ke sekolah terbaik. Tak peduli berapapun biaya yang harus ia keluarkan, yang penting Putra bisa sekolah di tempat yang bagus agar kelak ia bisa menjadi orang yang sukses dan bisa membanggakan kedua orang tuanya.
Setelah selesai dengan urusan Putra, Will dan Aisyah pun pergi ke rumah sakit bareng. Tapi sesampai di parkiran, Will dan Aisyah berpencar karena ia tak ingin ada orang lain yang tau tentang pernikahannnya. Namun ada seseorang yang melihat mereka keluar dari mobil, orang itu menaruh benci yang teramat sangat karena ia merasa orang yang ia cintai telah di rebut oleh orang lain. Dia itu adalah Nadia.
Wanita yang selama ini diam diam menyimpan rasa kepada Will, walaupun umurnya lebih tua 3 tahun dari Will, tapi nadia tak peduli karena Nadia sudah terlanjur jatuh cinta kepada Will apalagi ketika ia tau Will adalah anak orang kaya dan pemilik rumah sakit ia bekerja membuat Nadia ingin sekali menjadikan Will sebagai suaminya, tak peduli jika Will lebih muda darinya.
Saat Aisyah lewat di depan Nadia, Nadia dengan sengaja menjegal Aisyah dengan kaki kirinya hingga membuat Aisyah jatuh.
"Aduuuuh maaf ya. Tapi aku sengaja melakukannya. Hehe." ucap Nadia tertawa senang. Sedangkan Aisyah mencoba untuk bangkit.
"Kamu kenapa sih Nad, jahat banget sama aku?" tanya Aisyah tak mengerti.
"Kamu tanya kenapa? Apa kamu masih belum sadar di mana kesalahanmu? Kamu tau kan aku suka sama Will tapi kenapa kamu masih aja mencoba mendekati dia?" bentak Nadia. Nadia mempunyai wajah yang sangat imut tapi sayang, ia mempunyai sikap yang sangat kasar dan sombong.
"Bukan aku yang mendekati dia tapi dia yang selalu deketin aku." Jawab Aisyah, ia tak mungkin bilang kalau sekarang Will adalah suaminya.
"Aku gak percaya! Kamu itu selalu saja sok imut, sok baik di depan banyak orang padahal kamu punya hati yang sangat busuk. Kamu tega mengambil seseorang yang aku suka dan aku tak akan membiarkan kalian senang. Aku pastikan cepat atau lambat, Will akan ninggalin kamu." Ucap Nadia lalu ia meninggalkan Aisyah seorang diri.
Setelah Nadia pergi, Aisyah hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Bagaimana mungkin aku menjauhi suamiku sendiri? tanya Aisyah pada dirinya sendiri. Aisyah tak mungkin membiarkan wanita manapun merebut suaminya karena Aisyah sendiri tak akan mau membagi suaminya dengan wanita manapun. Aisyah akan berusaha mempertahankan suaminya dan rumah tangga yang telah ia bangun.
Aisyah pergi ke toilet untuk membasuk wajahnya, setelah selesai ia langsung pergi ke ruangannya. Tak lama kemudian, seorang dokter memanggil. Aisyah pun bersama dokter itu pergi ke sebuah ruangan untuk melakukan sebuah oprasi. Aisyah berusaha untuk melupakan masalahnya sejennak agar ia bisa fokus dengan pekerjaannya.
3 jam kemudian, Aisyah sudah selesai melakukan sebuah oprasi. Tapi Aisyah gak bisa duduk diam santai karena masih ada beberapa orang yang harus ia oprasi hari ini. Aisyah mengelap wajahnya yang mulai berkeringat. Tiba tiba ia melihat suaminya mendekati dirinya.
"Sayang, kamu kelihatan sangat lelah sekali." Ucap Will sambil mencium pipi Aisyah.
"Iya, tadi aku baru saja selesai oprasi salah satu pasienku." Jawab Aisyah tersenyum.
"Sitta mana?" tanya Will.
"Dia masih di dalam." Jawab Aisyah.
Sitta adalah Dokter anestesi.
__ADS_1
Dokter anestesi merupakan bagian dari tim bedah, yang bekerja sama dengan dokter bedah dan perawat. Tindakan anestesi yang dilakukan dokter spesialis ini berupa pemberian obat-obatan sedatif dan antinyeri. Tujuannya agar pasien tertidur dan tidak merasakan nyeri selama prosedur operasi.
Peran Dokter Anestesi
Secara garis besar, tanggung jawab dokter anestesi antara lain:
Memberikan pelayanan perioperatif, yakni prosedur medis yang diperlukan untuk tindakan operasi. Halini meliputi persiapan sebelum operasi, pelayanan intraoperatif (saat operasi berlangsung), dan pelayanan pascaoperasi.
Menentukan pengobatan untuk mencegah dan menghilangkan rasa nyeri pada pasien, baik dalam prosedur operasi maupun pada pasien dengan kondisi medis tertentu.Misalnya pada pasien kanker, pasien yang hendak bersalin, dan pada pasien yang akan menjalani prosedur endoskopi.
Memberikan penanganan darurat, termasuk tindakan resusitasi pada pasien kritis dan pasien dalam perawatan intensif.
Tanggung Jawab Dokter Anestesi dalam Operasi
Dokter anestesi memiliki tugas baik sebelum operasi, saat operasi berlangsung, dan setelah operasi. Berikut penejalasannya:
Sebelum operasi
Selain itu, dokter anestesi juga akan membuat rencana anestesi yang sesuai dengan kondisi pasien. Ini termasuk jenis anestesi apa yang akan digunakan, serta metode alat bantu napas yang akan diberikan.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dokter anestesi sebelum memberikan pembiusan, antara lain:
Kondisi pasien saat ini dan riwayat kesehatan pasien sebelumnya. Dokter anestesi akan memeriksa apakah pasien pernah dioperasi, jenis operasinya, masalah kesehatan yang dimiliki (misalnya diabetes atau sakit jantung). Pasien juga diminta untuk memberi tahu dokter apakah dia atau anggota keluarganya punya alergi terhadap obat bius atau obat-obatan lainnya.
Jenis operasi. Misalnya, pasien mungkin perlu anestesi umum untuk memastikan kenyamanan dan keamanan selama menjalani operasi besar.
Hasil pemeriksaan medis termasuk pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti tes darah atau elektrokardiogram (EKG).
Saat operasi
Menjelang operasi dimulai, dokter anestesi akan melakukan pembiusan pada pasien, dan memastikan pembiusan bekerja dengan baik. Ketika operasi berlangsung, peran dokter anestesi masih diperlukan untuk mendampingi pasien selama operasi.
Selama prosedur berjalan, dokter anestesi akan memantau kondisi dan tanda-tanda vital pasien, seperti denyut dan irama jantung, pernapasan, serta tekanan darah. Selain itu, dokter anestesi juga akan mengawasi apakah pasien merasa kesakitan atau tidak.
__ADS_1
Setelah operasi
Setelah operasi selesai, tugas dokter anestesi tidak ikut berhenti sampai di situ. Ia masih bertanggung jawab memantau kesadaran dan kondisi pasien selama fase pemulihan.
Ini termasuk memeriksa kondisi pasien pascaoperasi dan kemungkinan adanya komplikasi. Dokter anestesi juga diperlukan untuk merawat nyeri yang muncul setelah operasi hingga pasien merasa nyaman.
Dokter Anestesi dengan Spesialisasi Khusus
Setiap dokter anestesi dilatih untuk menangani pasien di ruang operasi, tapi tidak sedikit dokter anestesi yang mengambil subspesialisasi, misalnya di bidang perawatan pasien kritis yang membutuhkan perawatan intensif (Intensive Care Unit/ICU).
Ada juga dokter anestesi pediatrik yang menangani manajemen nyeri dan anestesi pada anak-anak, neuroanestesi yang menangani operasi bedah saraf, dan dokter anestesi yang mendalami bidang penanganan nyeri, misalnya nyeri kronik atau nyeri terkait kanker.
Dokter anestesi dibutuhkan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pasien yang menjalani operasi dan prosedur medis lainnya. Ia turut bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan pasien, serta pelaksanaan operasi yang sesuai prosedur.
Untuk itu, pasien atau keluarga pasien perlu berkonsultasi dengan dokter anestesi sebelum menjalani operasi.
(Artikel ini di ambil dari alodokter.com)
"Oh gitu. Iya sudah, nanti jam istirahat. Aku akan jemput kamu untuk makan siang bersama." Ucap Will.
"Gak usah sayang." Jawab Aisyah spontan karena ia melihat Nadia sedang mengawasi dirinya.
"Kenapa?" tanya Will.
"Aku sudah janji sama temen mau makan bareng." Jawab Aisyah berbohong.
"Oh gitu iya sudah deh gak papa. Nanti kalau kamu sudah pulang kerja, von aku ya. Kita pulang bareng." Ucap Will lalu mencium kening sang istri.
"Iya." Jawab Aisyah singkat.
Setelah itu, Will pun pergi dari hadapan Aisyah dan Aisyah pun segera masuk ke dalam ruangannya karena ia gak mau berurusan dengan Nadia lagi.
__ADS_1