
Malam harinya Ica dan Pram pergi ke rumah Will dan Aisyah untuk memberikan oleh oleh dari Bali.
Di kediaman Will dan Aisyah.
"Kalian kenapa sampaiĀ repot repot segala membelikan kami hadiah Mas Pram, Ica?" Ucap Aisyah yang gak enak hati melihat begitu banyak hadiah yang di berikan oleh saudara iparnya.
"Gak papa, Aisyah. Aku seneng kog bisa memberikan kalian oleh oleh." Jawab Ica tersenyum.
"Kalian sudah ke rumah ayah dan bunda?" tanya Will.
"Sudah tapi ayah dan bunda gak ada. Mereka pergi ke rumah Nenek Inah katanya sih ayah dan bunda ingin Nenek Inah tinggal bersama mereka. Nenek Inah sekarang sering sakit sakitan jadi bunda ingin merawat beliau." Jawab Pram
"Oh terus kalian sudah ke rumah Mama Elsa dan Papa Angga, belum?" tanya Will.
"Sudah dong. Tapi ya itu, mereka juga gak ada karena mereka lagi liburan." Jawab Ica.
__ADS_1
"Hehe syukurlah, di usia mereka masih bisa sempet sempetnya menikmati liburan. Terus siapa yang mengurus perusahaanya?" tanya Will.
"Aku dan Jay kan tapi juga di bantu oleh beberapa asisten papa dan juga tangan kanan papa. Yah mau gimana lagi anaknya dua duanya perempuan dan mereka sudah menikah jadi mau gak mau, kami sebagai menantu ya harus bantu papa dalam mengelola perusahaan. Jadi aku mengurus perusahaanku sendiri, perusahaan Oppa dan juga punya papa mertua begitupun dengan Jay, dia juga ngurus perusahaannya sendiri, perusahaan Kakek dan juga papa mertuanya. Inilah hidup Will, kamu beruntung cuma fokus sama rumah sakit doang, paling cuma sesekali datang ke perusahaan ayah jika ada masalah. Kamu lebih banyak waktu bersama istri dari pada kami." Ucap Pram.
"Sudahlah, kita sudah di kasih garis sendiri sendiri. Lebih baik menikmati semua prosesnya dari pada hanya mengeluh doang. Banyak di luar sana yang ingin seperti kita tapi mereka tak mampu karena terkendala biaya sekolah, belum lagi masalah ekonomi yang hanya bisa untuk makan agar bisa bertahan hidup. Kita sangat sangat bersyukur karena terlahir dari orang yang cukup berada, kedua orang tua kita bahkan kakek nenek kita adalah orang yang berada bahkan hartanya tak akan habis 7 turunan. Kita tak perlu pusing apa yang akan kita makan besok malah kita bisa membeli apapun yang kita mau. Setiap kehidupan itu memang ada aja ujiannya masing masing.Hari ini kamu sibuk sana sini tapi kelak jika kamu sudah punya anak dan mereka sudah dewasa. Kamu bisa bersantai santai menikmati hidup bersama istri kamu karena perusahaan kamu akan ada yang megang. Sekarang bersabarlah sampai waktu itu tiba. Selagi menunggu nikmatilah setiap prosesnya, jika kamu ngeluh maka itu hanya akan jadi beban buatmu." Ucap Will menasehati.
"Aku gak nyangka kamu bisa seperti ini Will." Ujar Pram tersenyum.
"Aku seperti ini karena aku sudah melewati banyak ujian hidup dan ujian itu membuatku bisa berfikir positif dan sedikit dewasa." Ucap Will tertawa.
"Entahlah, kita masih harus rundingan dulu. Kita tunggu kabar dari ayah dan bunda. Mereka juga nunggu Kak Arsha dan juga Kak Rachel agar bisa menentukan tanggal yang pas." Jawab Aisyah.
"Gak nyangka ya, bentar lagi Ani dan Ana sudah mau menikah." Ucap Ica.
"Iya waktu rasanya begitu cepat berlalu." Ujar Aisyah.
__ADS_1
"Oh ya kalian kapan mau ke rumah Jay dan Ila?" tanya Will.
"Setelah dari sini aku langsung ke sana." Jawab Pram.
"Syukurlah. Nanti aku boleh gak nitip sesuatu." Ucap Will.
"Boleh kog, emang mau nitiip apa?" tanya Pram.
"Bentar ya." Ujar Will. Dia pun pergi ke kamar untun mengambil barang Jay yang kemaren sempat ia pinjam.
"Ini." Kata Will sambil menaruh barang itu di atas meja.
"Okelah nanti tak kasihkan ke dia. Oh ya ini udah jam 7 malam, kalau gitu kami pamit dulu ya soalnya kan masih mau mampir ke rumah Jay, takutnya kemalaman." Ucap Pram.
"Iya sudah, hati hati." Ucap Will.
__ADS_1
Pram dan Ica pun pamit pulang, sebenarnya rumah Will gak jauh, paling cuma sekitar 10 - 15 menit nyampek. Karena memang rumah pram, Jay, Will dan Cinta gak terlalu jauh masih deket. Taufiq emang sengaja membelikan mereka rumah yang dekat dengan rumahnya agar bisa bermain jika ada waktu luang.