Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Curhat Masalah Fani


__ADS_3

Setelah pulang dari Mall. Ica dan Angel langsung tidur tiduran di ruang keluarga.


Tiba-tiba Ica inget dengan teman SMP nya, akhirnya ia pun memutuskan untuk nelfon Ani karena ia gak mungkin nelfon Rachel karena takut terjadi kesalahpahaman jika nelfon suami orang.


"Assalamualaikum." ucap Ica setelah telfon mereka terhubung.


"Waalaikumsalam." jawab Ani.


"Lagi apa An?" tanya Ica.


"Gak ada kak, lagi tidur tiduran di kamar." jawab Ani. Ia memanggil Ica kakak, karena umur Ica lebih tua dari pada Ani.


"An, aku boleh curhat gak?" tanya Ica.


"Boleh kak, lagian aku juga lagi nyantai nih gak ada kerjaan." jawab Ani.


"Kamu ada dimana?" tanya Ica.


"Di kamar kak." jawab Ani.


"Eh, maksud aku kamu ada di rumah?" tanya Ica.

__ADS_1


"Gak kak, aku ada di Singapura. Tadi pagi berangkat." jawab Ani. Memang Indonesia ke Singapura bisa di tempuh 1 jam 50 menit menggunakan jet pribadi.


"Oh, tak fikir kamu ada di rumah, aku pengen ngajak kamu ketemuan." jawab Ica.


"Emang ada kak? Kakak ada masalah?" tanya Ani.


"Bukan kakak, tapi temen kakak." jawab Ica sambil matanya memperhatikan Angel yanv ternyata sudah tidur, mungkin ia kelelahan habis dari Mall.


"Emang kenapa dengan temen kakak?" tanya Ani penasaran.


"Tadi aku pergi ke Mall terus ketemu Fani, temen kakak pas SMP. Lalu dia cerita kalau suaminya nikah lagi saat dia hamil 7 bulan. Tapi temen kakak gak tau, baru tau setelah temen kakak itu melahirkan.


Istri kakak bertahan karena ia bingung gak tau harus bagaimana mengingat anaknya masih kecil dan temen kakak, juga gak punya pekerjaan dan hanya mengandalkan uang yang di kasih suaminya itu. Itupun uangnya gak seberapa karena kebanyakan di kasihkan ke istri mudanya. Bahkan suaminya itu datang ke rumah istri pertama hanya satu kali, kadang dua kali itupun cuma beberapa jam, suaminya gak pernah menginap dan lebih suka tinggal sama istri mudanya.


Bahkan ketika anaknya sakit dan masuk rumah sakit, suaminya gak menjenguknya sama sekali karena sibuk bermesraan dengan istri keduanya." ucap Ica menjelaskan secara detail.


"Terus apa yang bisa aku bantu buat temen kakak itu?" tanya Ani, yang juga gak di terima jika kaumnya ada yang di dholimi.


"Suaminya bekerja di perusahaan suami kamu. Dia sebagai menejer keuangan." ucap Ica.


"Oh, aku mengerti maksud kaka. Aku akan meminta suamiku memecatnya dan aku pastikan dia gak akan di terima di perusahaan manapun." ujar Ani.

__ADS_1


"Tapi apakah bisa memecat sedangkan dia tak melakukan kesalahan apapun?" tanya Ica


"Dia itu dua kali ketahuan korupsi kak dengan jumlah yang sangat besar. Aku pastikan di masuk penjara dan aku akan menyita semua rumah, mobil dan apartemen yang dia punya. Dan setelah dia keluar dari penjara, aku pastikan dia gak akan bisa kerja di perusahaan lagi. Karena dia sudah di boikot oleh semua perusahaan. Tapi jika suaminya jatuh miskin bagaimana dengan istri pertamanya kak, maksudku dengan teman kakak, dia kan masih punya anak yang masih kecil?" tanya Ani.


"Aku sudah menyuruh dia untuk bekerja di perusahaan suamiku sedangkan anaknya nanti akan di titipkan ke ibunya selama dia bekerja." jawab Ica.


"Oh gitu baiklah, kakak tunggu aja esok. Akan ada kabar bagus buat kakak dan temen kakak." ucap Ani.


"Oke, Terimakasih ya An, atas bantuannya."


"Iya sama-sama kak "


"Aku tutup dulu ya."


"Iya kak."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." jawab Ani.


Setelah itu, Ani pun mematikan hpnya dan menaruhnya di meja. Ani juga memindahkan Angel ke kasur biar tidur nya tambah nyenyak.

__ADS_1


__ADS_2