Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Pram Galau


__ADS_3

Jay dan Wil masuk ke dalam kamarnya Pram. Untunglah pintu kamarnya gak di kunci sehingga mereka bisa masuk dengan leluasa. Sejak Jay, Wil dan Pram masih kecil. Taufiq sudah menyiapkan 3 kamar untuk ketiga putranya itu agar mereka bisa mempunya kamar privasi. Dan sekarang Taufiq akan menyiapkan 2 kamar lagi untuk kedua putrinya yang bentar lagi akan tidur berpisah sama seperti ketiga kakak laki lakinya itu.


"Kamu kenapa Pram, kog murung gitu?" tanya Wil yang duduk di dekat Pram.


"Gak papa." Jawab Pram cuek.


"Kalau ada masalah, cerita sama kita. Jangan cuma di simpan sendiri." Ujar Jay menasehati.


"Aku gak ada masalah kog." Jawab Pram menyembunyikan perasaannya yang kini lagi kacau balau.


"Kamu gak bisa boong sama kita. Ingat kita ini saudara kembar dan kita sudah bersama sejak kita dalam kandungan. Kamu gak bisa bohongin kita berdua, aku tau kamu ada masalah. Coba cerita, siapa tau aku dan Wil bisa bantu." Ucap Jay.


"Apa kamu ada masalah dalam pekerjaanmu?" tanya Wil.


"Bukan." Jawab Pram.


"Lalu apa kalau bukan masalah pekerjaan? Gak mungkinkah masalah percintaan?" tanya Jay. Dan Pram diam tak menjawab membuaat Jay dan Wil tersenyum.


"Jadi bener masalah percintaan?" tanya lagi Wil dan lagi lagi Pram hanya diam membisu.


"Kamu lagi jatuh cinta?" tanya Jay.

__ADS_1


"Entahlah aku juga bingung." Jawab Pram yang akhirnya mau buka suara.


"Bingung kenapa?" tanya Wil penasaran.


"Aku gak tau apakah aku jatuh cinta atau gak." Jawab Pram jujur.


"Kog bisa gitu? Aneh deh. Kamu merasa nyaman gak saat sama dia? Dia sering muncul gak di fikiranmu? atau kamu sering memikirkan dia apa enggak. Terus kalau kamu ada di dekata dia,  jantung kamu sering berdetak 2x cepat apa gak? Kalau jawabanmu iya, berarti kamu suka sama dia." Ucap Will.


"Kamu sok tau aja Wil." Ucap Jay samibl melemparkan bantal ke wajah Wil.


"Aku tau karena aku baca di mbah google kemaren." Jawab Will.


"Aku fikri kamu pernah jatuh cinta." Ucap Jay.


"Ia kamu benar juga. Wanita sekarang itu jarang yang tulus. Mereka hanya melihat latar belakang kita dan kesuksesan kita. Makanya jika nanti sudah dapat wanita yang mau menyayangi dan mencintai kita dengan tulus, kita harus perjuangin apapun ujiannya karena cari cewek yang tulus itu sekarang gampang gampang susah." Ucap jay.


"Kog kita malah bahas tentang kamu dan aku. Kita kan sekarang lagi mencari tau apa permasalahan Pram." Ujar Will mengingatkan.


"Oh ya aku lupa hehe." Ucap Jay tersenyum.


"Kamu jatuh cinta sama siapa Pram?" tanya Wil penasaran.

__ADS_1


"Aku gak jatuh cinta."Jawab Pram.


"Terus kalau kamu gak jatuh cinta. Kenapa galau seperti ini?" tanya Jay yang mulai gemes.


"Aku hanya kesal sama seseorang." Ucap Pram.


"Kesal?" ulang Wil dan Pram menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Kesal kenapa?" tanya Jay.


"Entahlah aku juga bingung." Jawab Pram.


"Aku juga bingung Pram kalau kamu kayak gini. Dari tadi muter muter mulu. Coba tegas dong. Kamu itu kesal kenapa dan apa alasannya. Biar nanti kami bisa bantu." Ucap Jay yang mulai jengah menghadapi sifat Pram.


"Dulu sebelum kuliah, aku pernah menjanjikan seseorang kalau aku akan selalu ada untuknya, akan selalu melindunginya dan kelak aku akan membuat dia terus ada di sisiku apapun yang terjadi. Tapi beberapa hari kemudian, ayah dan bunda nyuruh kita keluar ngeri untuk meneruskan sekolah kita. Aku ingin sekali menolaknya tapi aku gak mau mengecewakan ayah dan bunda. Tapi aku juga gak mau mengecewakan wanita itu. Dia sangat baik dan aku suka sama dia, melihat dia tersenyum membuat aku bahagia. Jujur berat rasanya saat aku mau izin pergi keluar negeri untuk menempuh pendidikanku karena aku tau, dia pasti akan sedih sekali. Aku gak mau dia sedih makanya aku pergi diam diam dan tidak memberitahu dia tentang kepergianku. Dan saat kita kulyahpun, aku berusaha keras untuk belajar agaar bisa lulus lebih cepat karena aku ingin bertemu dengannya. Aku juga gak pernah menghubungi dia karena aku takut mengganggu belajar dia dan aku juga takut, jika rasa rindu ini akan membuat aku pulang untuk bertemu dengannya dan aku jadi lulus tidak tepat waktu. Aku gak mau mengecewakan ayah dan bunda. Makanya aku memilih memutuskan semua sosial mediaku dari dia. Tapi tak ku sangka, dia kecewa sama aku dan sikapnya begitu dingin kepadaku. Padahal aku ingin dia seperti dulu lagi. Wanita yang selalu manja ketika di dekatku." Ucap Pram menjelaskan.


"Siapa wanita itu?" tanya Jay tapi Pram diam membisu dan gak mau memberitahu.


"Kalau kamu gak mau ngasih tau kita juga gak papa. Tapi alangkah baiknya jika kamu mencoba menjelaskan ke dia kenapa kamu pergi dan alasan kamu gak pernah menghubungi dia selama kamu ada di luar negeri. Semoga dengan begitu dia bisa kembali sama kamu dan tak lagi bersikap dingin." Ucap Will


"Sudahlah, tak perlu di fikirkan terlalu berat. Jika memang dia jodoh kamu pasti akan kembali sama kamu. Bukankah jodoh itu sudah ada yang ngatur. Jadi jangan mikirin seorang wanita yang belum tentu jadi jodoh kita. Biar kita gak ruwet sendiri. Memikirkan wanita sampai sebegitunya, eh gak taunya dia malah nikah ma cowok lain. Kan kita rugi. Waktu kita juga jadi sia sia karena terus memikirkan jodoh orang lain. Sudahlah, lebih baik kita senagn senang dan lupakan semua masalah kita. Okey." Ucap Jay mencoba mencairkan suasana biar saudara kembarnya itu gak galau terus.

__ADS_1


"Baiklah, kita akan senang senang malam ini. Kita akan main game sampai puas." Ucap Pram tersenyum.


Mereka pun main game hingga lupa waktu dan mereka baru bisa tidur setelah jam menunjukkan pukul dua pagi.


__ADS_2