
Barbeku (juga disebut barbecue atau BBQ) adalah istilah yang merujuk baik terhadap teknik memasak panggang ataupun peralatan memanggang secara khusus. ... Memanggang biasanya dilakukan di lingkungan luar ruang dengan mengasapi daging di atas bara kayu atau arang.
\====================
Sore hari, Will dengan di temani istri dan anaknya pergi membelli berbagai macam makanan untuk BBQ nanti malam, ada ikan, sosis dan juga daging ayam serta bahan bahan lainnya yang nantinya pasti akan di butuhkan. Saat mereka membeli bahan bahan itu kebetulan ada permainan anak kecil. Khaleed menunjuk nunjuk ke arah anak anak yang main bola plastik.
"Mas, kayaknya putra kita mau itu deh." ujar Aisyah.
"Iya udah ayo kita belikan ke tokonya sekalian." jawab Will, tanpa mikir dua kali.
Merekapun membeli balon plastik yang warna warni beserta tempatnya.
Setelah membeli balon plastik itu, merekapun langsung pulang. Sesampai di rumah, Aisyah langsung menaruh balon itu di ruang tamu dan menurunkan Khaleed yang ada di gendongannya dan menaruh Khaleed di tengah tengah balon plastik. Khaleed tertawa riang, ia mengambil bola itu secara bergantian dan setelah itu, ia sibuk dengan mainannya sendiri.
"Senang ya melihat putra kita bahagia kayak gitu." ujar Will tersenyum.
"Iya sayang, aku juga sangat bahagia. Kita harus bersyukur, Allah memberikan kita rezeki yang cukup hingga kita bisa beli apa yang kita mau." ucap Aisyah sambil menatap putranya yang main bola plastik.
"Nanti aku akan meminta orang kepercayaanku untuk membeli berbagai macam mainan untuk anak panti yank. Menurutmu bagaimana? Aku ingin anak panti sama seperti anak kita yang juga bisa main dengan sepuasnya." ujar Will.
"Aku setuju sayang. Kapan kamu akan mengirimkan mainan itu?" tanya Aisyah.
"Nanti malam, aku akan mengirim pesan kepadanya sekalian transfer uangnya. Biar besok dia bisa belanja dan langsung memberikannya kepada setiap panti." jawab Will.
"Emang semua panti mau kamu kasih?" tanya Aisyah mengingat begitu banyak panti di Indonesia ini.
"Ya enggaklah sayang, aku akan memilih milih panti yang memang cocok untuk di kirimi mainan. Tentunya panti yang selama ini belum tersentuh oleh pihak donatur. Kalau sudah banyak donatur yang ngirim uang dan berbagai macam makanan dan mainan, mending gak usah dulu. Kita prioritaskan panti yang memang benar benar butuh." ucap Will.
"Emang kamu tau panti yang memang butuh uluran tangan kita?" tanya Aisyah.
"Iya sayang, tau. Gampanglah itu." jawab Will tersenyum.
"Mas, nanti pulang dari sini, kita ke rumah Pram dan Ica yuk. Aku gak sabar ingin liat wajah mungil Angel. Dia pasti lucu. Ah padahal sebenarnya aku pengen banget setiap hari kesana, tapi bunda dan ayah melarangku karena mereka ingin mengajarkan Pam dan Ica agar mereka berdua mandiri dan bisa mengurus anak sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Ica juga beberapa kali minta tolong ke aku, tapi gak aku balas karena kata bunda jika ada pesan dari Ica, gak sudah di bales, cukup baca aja. Kayaknya Pram dan Ica kewalahan deh mas mengurus Angel." ujar Aisyah ngobrol berdua dengan suami di sore hari memang asyik sambil melihat putranya yang asyik dengan dunianya sendiri.
"Iya Pram juga chat aku dan butuh bantuanku, tapi gak aku reken karena kata ayah, biarkan saudaramu itu belajar mandiri agar tak terus menerus tergantung dengan orang lain. Lagian dulu kita bisa kan melalui semua itu berdua, tanpa bantuan ayah dan bunda. Kita bisa merawat putra kita walaupun agak kesusahan. Jay dan Ila juga bisa merawata anak mereka yang kini sudah hampir 2 tahun. Jadi mungkin ayah dan bunda ingin Pram dan Ica bisa mencontoh kita dan juga Jay dan Ila." ujar Will.
"Iya mungkin kak, kita doakan aja agar mereka bisa sabar dan bisa melalui semua itu." ujar Aisyah.
"Iya sayang, aaminn. Oh ya udah adzan maghrib tuh, kita tutup semua pintu nya ya lalu kita ambil wudhu dan sholat berjamaah." ucap Will."
"Iya mas."
Will dan Aisyah menutup semua pintu dan juga jendela ketika adzan Maghrib mulai berkumandan.
Terdapat hadits dari sahabat Jabir radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian (di rumah), karena ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka biarkan mereka (jika ingin keluar). Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian” (HR. Bukhari 3280, Muslim 2012).
Dan dengan lafadz lain riwayat Bukhari (5624):
“Matikanlah lampu-lampu kalian, jika kalian hendak tidur. Dan tutuplah pintu-pintu serta tutuplah bejana serta wadah-wadah makan dan minum kalian”
Dan dalam riwayat Ahmad (14747):
“tutuplah bejana-bejana dan tempat minum kalian. Serta matikanlah lampu-lampu ketika hendak tidur. Karena fuwaisiqoh (binatang kecil, seperti cicak, tokek, dll) terkadang menyenggol sumbu dan bisa membakar rumah. Dan tahanlah anak-anak kalian (di rumah) ketika sore hari karena jin bertebaran ketika itu dan terkadang menculiknya”
Juga dalam riwayat Ahmad (14597):
“tutuplah pintu-pintu ketika malam, dan matikanlah lampu-lampu. Tutuplah bejana serta tempat makan dan minum, walaupun hanya engkau taruh sepotong kayu di atasnya”
Hadits-hadits ini menunjukkan beberapa hal:
Dianjurkan untuk melarang anak-anak kecil keluar rumah ketika menjelang malam. Yaitu mulai sore hari menjelang maghrib hingga beberapa saat setelah isya’. Karena ketika itu setan yang berupa jin sedang bertebaran di muka bumi. Adapun setelah beberapa saat masuknya waktu malam (yaitu waktu isya’), maka dibolehkan untuk keluar.
__ADS_1
Dianjurkan menutup pintu rumah, kamar, dan jendela ketika malam hari. Ketika tidak ada kebutuhan untuk membukanya. Anjurkan ini terutama ketika hendak tidur.
Juga dianjurkan untuk menutup bejana, tempat minum, tempat makan atau semisalnya. Jika tidak ada benda untuk menutupnya, dianjurkan tetap berusaha menutup walaupun dengan tidak sempurna, semisal dengan menaruh sebatang kayu di atasnya.
Ibnu ‘Abdil Barr mengatakan:
“dalam hadits ini adalah perintah untuk menutup pintu rumah di malam hari. Sunnah ini diperintahkan sebagai bentuk kasih menjaga manusia dari gangguan setan yang berupa manusia atau berupa jin” (Al Istidzkar, 8/363).
Ibnu Bathal mengatakan:
“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan untuk menutup pintu-pintu ketika malam hari karena mengkhawatirkan tersebarnya jin akan membuat orang kesurupan atau menimbulkan ketakutan dan gangguan pada kaum mu’minun” (Syarah Shahih Al Bukhari, 9/67).
Imam An Nawawi menjelaskan:
“Hadits ini mengandung sejumlah ajaran kebaikan serta adab-adab yang mengumpulkan maslahah dunia dan akhirat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan untuk melaksanakan adab-adab sebagai sebab agar terhindar dari gangguan setan. Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan hal-hal ini sebagai sebab agar terhindar dari gangguan setan. Maka setan tidak mampu membuka penutup wadah makan dan minum, tidak dapat membuka pintu dan tidak dapat mengganggu anak kecil dan selainnya jika sebab-sebab dilakukan. Sebagaimana juga disebutkan dalam hadits shahih bahwa jika seorang hamba membaca basmalah ketika masuk rumahnya, maka setan berkata, “Tidak ada tempat bermalam untukku“. Maksudnya mereka mengatakan: “kita tidak memiliki kekuatan untuk bermalam di rumah mereka”. Demikian pula jika sebelum berjima’ seorang membaca,
/Allahumma jannibnas syaithoona wa jannibis syaitho0na maa rozaqtanaa/
“Ya Allah, jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkan syetan dari apa yang Engkau berikan rizki kepada kami.”
Maka hal itu akan menjadi sebab keselamatan bagi bayi yang akan dilahirkan dari gangguan setan. Demikian pula hal serupa dalam beberapa hadits yang masyhur dan shahih” (Syarah Shahih Muslim, 13/185).
Namun, boleh membuka pintu atau jendela ketika malam jika ada kebutuhan. Karena perintah untuk melakukan adab-adab di atas adalah dalam rangka mencegah terjadinya keburukan atau sadd adz dzari’ah. Kaidah fiqhiyyah mengatakan:
“setiap apa yang diharamkan dzatnya, tidak diperbolehkan kecuali darurat. setiap apa yang diharamkan karena sadd adz-dazara’i, dibolehkan ketika ada hajat”.
Dan yang dimaksud al hajah atau hajat adalah hal-hal yang ada tuntutan untuk melakukannya dan jika tidak dipenuhi maka ia mendapatkan kesusahan dan kesulitan, namun tidak sampai membahayakan.
Oleh karena itu Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mengatakan:
“jika penghuni rumah ingin membuka jendela karena udara terlalu panas misalnya, selama terhindar dari hal-hal yang haram, maka tidak mengapa dibuka. Atau jika ada kebutuhan untuk membuka pintu tertentu karena seringnya orang mondar-mandir keluar-masuk, maka tidak mengapa dibuka. Setelah kebutuhannya sudah selesai, segera ditutup”
\=====================
Selesai sholat, Will dan Aisyah pun mengaji secara bergantian hingga adzan isya'pun berkumandang. Will dan Aisyah segera sholat, selesai sholat mereka wiridan.
Namun tak lama kemudian, Khaleed menangis, Aisyah segera membuka mukenahnya dan melipatnya dengan rapi. Lalu ia pun mengambil Khaleed.
"Kenap Khaleed nangis yank?" tanya Will.
"Kayaknya dia eek deh yank. Bentar ya, aku ganti popoknya dulu." ucap Aisyah.
Aisyah dengan lihatinya mengambil popok yang baru dan membuka popok yang di pakai oleh Khaleed.
"Mas, minta tolong buangkan popok ini ya." ujar Aisyah sambil memberikan popok itu kepada Will, Will pun langsung mengambil popok itu dan membungkusnya pakek plastik. Lalu ia taruh di depan Villa yang mana ada tempah sampah dan setiap pagi pasti akan ada yang mengambilnya, tentu yang mengambil adalah tugas kebersihan. Dan setiap bulan Will harus bayar sebesa 100 ribu. Ada, gak ada sampahnyaa tetap setiap rumah atau setiap villa akan bayar 100 rb perbulan.
Setelah Will menaruh popok itu ke tempah sampah, Will kembali ke kamar. Di sana ia melihat Aisyah yang sedang membersihkan anusnya khaleed.
Anus, *****, atau lubang bokong (bahasa Latin: ānus) adalah sebuah bukaan dari rektum ke lingkungan luar tubuh. Anus manusia terletak di bagian tengah bokong, bagian posterior dari peritoneum.
Setelah membersihkan anus khaleed dan juga burungnya, Aisyah pun memasangkan popok baru dan setelah itu luarnya ia pakaikan celana yang berbulu karena udara di Villa sangatlah dingin. Aisyah juga menyusui Khaleed, setelah puas. Barulah Aisyah menaruh Khaleed ke tenda mainan yang berisi bola plastik warna warni.
Saat Aisyah sedan menyusui Khaleed, Will sedang menyiapkan peralatan untuk BBQ.
"Mas, ayo kita mulai bakar bakar." ujar Aisyah antusia.
"Ayo sayang, aku juga sudah menyiapkan semuanya. Bahan bahannya juga sudah aku cuci." ucap Will.
"Makasih ya mas." ucap Aisyah terharu.
Setelah itu, Will dan Aisyah pun mulai memanggang berbagai ikan dan juga sosis.
"Yank, ini biiar aku aja yang jaga, kamu buat saosnya aja." ujar Will.
"Iya mas." jawab Aisyah, Aisyah segera membuat saosnya sambil matanya sesekali meilirik ke arah Khaleed yang tak jauh darinya. Aisyah harus tetep menjaga Khaleed walaupun dirinya sedikit sibuk.
Will fokus membakar sosis, jagung, dan juga beberapa daging.
__ADS_1
Sedangkan Aisyahh fokus bikin saosnya.
"Mas, saosnya udah selesai." ucap Aisyah yang sudah selesai bikin saos.
"Iya sayang, ini dagingnya juga sudah selesai tinggal naruh aja di piring." ucap Will. Setelah itu will mengambil piring dan menaruh daging, jagung, sosis itu di piring kosong yang tadi ia ambil.
"Nih yank, aku juga sudah selesai." ucap Will.
"Iya udah ayo kita makan bareng." ujar Aisyah yang sudah ngiler dan ingin segera makan daging panggangnya dengan saos yang ia bikin.
Aisyah dan Will pun mulai menyelupkan daging yang ia panggang ke dalam saos dan setelah itu memakannya.
"Hemm rasanya lumer, dagingnya empuk. Rasanya juga pas dengan saos yang kamu bikin." ujar Will menikmati makanannya begitupun dengan Aisyah.
"Iya mas, gak nyangka ya seenak ini." ucap Aisyah sambil terus makan daging dan jgua sosinsya.
Setelah daging, jagung, sosis dan juga sate yang ia buat ludes. Wll pun mulai manggang lagi.
"Aih, aku masih kurang tapi udah habis duluan." ujar Aisyah.
"Sabar, aku akan manggang lagi." ujar Will terseyum. Will manggang lagi dengan lebih banyak dari yang barusan. Sedankan untuk saosnya gak perlu bikin lagi karena masih banyak.
Will dan Aisyah sangat menikmati momen mereka berdua, bahkan mereka seperi orang pacaran walaupun sudah punya anak. Aisyah menghampiri putranya yang asyik main sambil nunggu suaminya selesai manggang ikan.
"Yank, ikannya sudah matang nih." ujar Will sambil menaruh ikan bakar itu ke piring berwarna putih.
"Hemm harum banget. Pasti enak deh. Emang daging ayam dan daging sapinya sudah habis tah yank, kog bakarnya cuma ikan?" tanya Aisyah yang tampa sadar memanggil Wil dengan sebutan sayang.
"Ada tapi aku ingin coba ikannya. Kalau kamu mau, aku bakarkan lagi ya daging sapi dan ayamya." ucap Will.
"Gak usah mas, ini aja sudah sangat enak kelihatannya. Ayo makan." ujar Aisyah, ia mengambil ikan itu sedikit sedikit lalu mencelupkannya ke dalam saos lalu memakannya.
"Hemmm lebih enak dari yang tadi." gumam Aisyah yang masih terdengar oleh Will.
"Ya, aku sependapat. Ikan ini lebih enak karena masih segar jugak kan." ucap Aisyah.
"Kayaknya tiap malam selama kita di sini, kita harus bakar bakar terus deh mas. Suasananya juga sangat mendukung." ujar Will.
"Iya aku setuju." ucap Aisyah tersenyum.
Setelah mereka puas makan makan, Aisyah dan Will pun bergotong royong membersihkan tempatnya dan mencuci piring dan baskom yang kotor. Sedangkan untuk pemangganya ia taruh dulu karena masih ada arangnya yang panas.
Arang adalah residu hitam berisi karbon tidak murni yang dihasilkan dengan menghilangkan kandungan air dan komponen volatil dari hewan atau tumbuhan. Arang umumnya didapatkan dengan memanaskan kayu, gula, tulang, dan benda lain
Setelah selesai semua, Will menutup pintu belakang dan setelah itu, ia bersama anak dan istrinya duduk di ruang tengah sambil nonton tivi.
"Kenyang juga ya mas." ujar Aisyah sambil mengelus elur perutnya.
"Hehe iya, aku juga sangat kenyang. Enak ya barusan." ucap Will sambil mengambil remot dan menghidupkan tivinya.
"iya enak banget." ujar Aisyah.
Setelah itu mereka pun bercakap cakap sana sini hingga akhirnya Khaleed pun menangis lagi. Aisyah mengambilnya dan menyusuinnya. Dan tak lama kemudian, Khaleed pun memejamkan matanya, mungkin karena sudah lelah main sendirian.
"Mas, aku naruh Khaleed dulu ya ke kamar." ujar Aisyah.
"Iya sayang."
Setelah itu, Aisyah pun menaruh Khaleed di kasur, dan Aisyah tak lupa menaruh bantal guling di samping kanan kiri Khaleed. Setelah selesai, barulah Aisyah kembali dan duduk di samping suaminya.
__ADS_1