Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Kecelakaan


__ADS_3

Setelah  pulang dari rumah Taufiq dan Cinta, Will dan Aisyah pamit pulang. Sebenarnya Cinta dan Taufiq memaksa agar mereka menginap tapi karena besok Will dan Aisyah harus kerja jadi mau gak mau, Will dan Aisyah harus pulang. Namun mereka berjanji kalau minggu depan, mereka akan berkunjung lagi. Cinta dan Taufiq hanya bisa pasrah dan tak bisa memaksa putranya untuk tetap tinggal lebih lama di rumahnya.


Di sepanjang perjalanan, Will dan Aisyah asyik bercerita, namun tiba tiba saja dari arah berlawanan ada mobil yang dengan sengaja menabrak mobil yang di kendarai oleh Will. Will yang panik langsung membelokkan mobilnya menuju ke arah kiri dan


Bukkkkkkkkkkkkkkk duar...............


Mobil Will jatuh ke dalam jurang yang sangat dalam. Will sempat melompat ke arah luar sebelum mobilnya terjun ke bawah dan meledak.


Will tak sadarkan diri. Dan orang orang yang ada di sekitar sana langsung menolong Will dan membawanya ke rumah sakit. Seseorang mencoba untuk mengambil Hp yang ada di saku celana Will dan menelvon salah satu nomer yang ada di kontak atas nama "My Bunda"


"Halo Assamu'alaikum." Ucap seseorang yang memegang Hp Will.


"Maaf ini dengan siapa ya?" tanya Cinta yang merasa aneh karena hp putranya di pegang oleh orang lain.

__ADS_1


"Saya Deni bu. Saya cuma mau bilang yang punya hp ini sekarang lagi kecelakaan. Dan kini di bawa ke rumah sakit." Ucap Deni, salah satu orang yang menolong Will.


"Apa?" Cinta kaget dan seketika ia langsung jatuh tak sadarkan diri. Taufiq yang melihat istrinya jatuh pingksan langsung mengambil alih hp yang ia pegang.


"Maaf ini dengan siapa ya?" Tanya Tauifq.


"Saya Deni Om. Saya cuma mau bilang kalau yang punya Hp ini mengalami kecelakaan. Mobilnya jatuh ke jurang dan terbakar. Untungnya yang punya Hp ini sempat melompat keluar sebelum mobilnya jatuh ke jurang dan meledak. Kini orangnya sudah di bawa ke rumah sakit." Jawab Deni gugup.


"Rumah sakit mana?" tanya Taufiq cemas tapi ia berusaha untuk tenang.


"Kebetulan itu rumah sakit putra saya. Baiklah saya akan ke sana. Terima kasih informasinya." Ucap Taufiq.


Setelah itu Taufiq segera membopong istrinya ke kamar. Taufiq segera menghubungi Pram dan Jay untuk segera datang ke rumah.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Pram dan Jay pun datang bersama istrinya.


"Ada apa yah?" tanya Pram hawatir.


"Will kecelakaan dan sekarang di bawa ke rumah sakit." Jawab Taufiq.


"Di rumah sakit mana yah?" tanya Jay panik.


"Kebetulan ia di bawa ke rumah sakti punya dia sendiri. Jadi ayah minta tolong kalian ke sana terlebih dahulu karena ayah gak bisa ke sana. Ayah harus nunggu bunda sadar terlebih dahulu. Nanti Ayah juga akan segera menghubungi adek kalian." Jawab Taufiq.


"Iya sudah yah, kami mau ke rumah sakit dulu." Ucap Pram.


"Hati hati ya. Jika ada apa apa segera hubungi ayah." Jawab Taufiq.

__ADS_1


"Iya yah." Ucap Pram dan Jay kompak. Pram dan Jay segera membawa istrinya masing masing menuju rumah sakit sedangkan Taufiq segera menghubungi kedua putrinya yang kini ada di rumah kedua orang tua Taufiq untuk segera datang ke rumah sakit dan menjelaskan apa yang terjadi.


Jujur hati Taufiq terasa sakit mendengar putranya kecelakaan. Ingin rasanya ia lari secepat mungkin untuk mengetahui kondisinya tapi ia juga gak bisa pergi begitu saja di saat istrinya tak sadarkan diri.


__ADS_2