
Sesampai di rumah. Taufiq tidak masuk ke dalam rumah Elsa, ia segera pergi setelah Elsa turun dari mobilnya. Sungguh Elsa sangat kecewa terhadap sifat Taufiq. Ia tau betul jika Taufiq sangat sangat menyayangi dan mencintai Cinta tapi apa tidak bisa jika sedikit saja Taufiq memberikan perhatiannya. Walaupun tidak bisa memberikan perhatiannya paling tidak janganlah bersikap cuek dan dingin seperti ini.
Setelah mobil Taufiq tidak terlihat lagi, Elsapun segera masuk ke dalam rumah.
"Bi, kog belum tidur?" tanya Elsa melihat Bi Inah masih duduk santai di ruang tamu.
"Bibi nunggu Non Elsa."
"Oh. Maaf ya bi, gara gara Elsa pulannya malam Bi Inah harus nunggu di sini."
"Gak papa kog non. Non Elsa mau di buatin apa?" tanya Bi Inah sambil tersenyum.
"Saya langsung ke kamar aja Bi. Capek juga. Oh ya Naila sudah tidur?"
"Sudah non."
"Oh. Kalau gitu bibi tidur juga deh. Besok bibi juga harus bangun pagi kan buat bersih bersih rumah. Oh ya jika bibi merasa kesulita bersihan rumah ini sendirian, bilang aja ke aku. Nanti aku akan carikan pembantu lagi buat nemenin bibi."
"Enggak usah non. Bibi masih mampu beres beres rumah sendiran."
"Oh gitu. Iya sudah, aku ke ke kamar dulu ya bi." Setelah bicara seperti itu, Elsa pun segera pergi menuju kamarnya. Di sana Elsa tidak langsung tidur melainkan ia mengambil album. Album yang berisi foto foto dia dan juga Cinta saat mereka sama sama SMA. Melihat foto itu, Elsa menitikkan air mata. Sungguh, ia sangat rindu sama persahabatan mereka.
__ADS_1
Setelah cukup lama ia menangis, akhirnya Elsa pun merasa dirinya benar benar lelah. Ia pun tertidur dengan memeluk album yang ia pegang sedari tadi.
---------------
Elsa bangun tidur jam setengah lima pagi. Elsa segera mengambil wudhu untuk sholat shubuh. Selesai sholat, ia langsung keluar untuk lari pagi. Tapi baru saja ia buka pintu rumah, ia melihat Naila yang sedang olah raga di halaman rumahnya.
"Hei..Kamu sudah bangun?" sapa Elsa.
"Iya non."
"Jangan panggil aku Non. Panggil aja aku Elsa, mulai hari ini kita berteman."
"Aku juga senang punya teman baru seperti kamu.. Oh ya gimana kalau kita lari lari keliling kompleks." Usul Elsa.
"Oke."
Merekapun lari lari mengelilingi kompleks. Setelah cukup lelah, mereka kembali ke rumah untuk siap siap berangkat kuliah.
Tepat jam 06.30..Elsa dan Naila pun sudah siap. Mereka berangkat menggunakan mobil yang di kendarai oleh Elsa. Sebelum ke kampus, Elsa mencoba untuk mampir ke kantor Taufiq.
"Naila, kamu tunggu di sini sebentar ya. Aku masih ada urusan."
__ADS_1
"Oke."
Elsa memang sengaja tidak mengajak Naila masuk ke dalam ruangan Taufiq karena ia takut jika Taufiq bertemu dengan Naila. Taufiq akan jatuh cinta kepadanya. Sesampai di ruangan Taufiq, ia melihat Taufiq yang masih tertidur dengan memeluk Figora. Naila hanya tersenyum kecut melihat Taufiq memeluk foto istrinya dengan sangat erat.
"Kamu sangat beruntung Cin, mempunyai suami seperti dia." gumam Elsa dalam hati. Karena tidak ingin menganggu tidurnya, Elsapun segera pergi menuju mobilnya.
"Kog cepet banget?" tanya Naila. Ia melihat Elsa keluar hanya dalam hitungan menit.
"Iya. Dia masih tidur. Jadi aku gak mau ganggu."
"Tidur. Tapi ini kan sudah jam setengah setengah tujuh. Kog masih tidur. Emang dia gak kerja?" tanya Naila dengan polosnya.
"Dia yang punya kantor ini. Jadi ia bisa kerja jam berapa saja." Jawab Elsa sambil mengemudikan mobilnya.
"Oh. Enak ya jadi bos. Bisa kerja seenaknya tanpa takut di marahin oleh siapapun. Aku juga pengen kelak setelah lulus kuliah, aku ingin buka usaha kecil kecilan." Ucap Naila senyam senyum sambil membayangkan dirinya di masa depan nanti.
"Emang kamu mau buka usaha apa?" tanya Elsa sambil melihat ke arah Naila sebentar lalu fokus lagi untuk menyetir.
"Aku pengen buka restoran."
"Sip. Aku akan dukung cita citamu. Nanti jika kamu butuh bantuan, jangan sungkan sungkan bilang ke aku ya. Aku pasti akan membantumu. Ujar Elsa sambil tersenyum. Naila yang mendengar ucapan Elsa merasa sangat bersyukur, ia tidak menyangkan akan bertemu dengan orang yang sangat baik hati seperti Elsa.
__ADS_1