Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Sarapan Pagi Bersama


__ADS_3

Setelah sholat shubuh bersama. Aisyah dan Cinta bersih bersih sambil masak untuk sarapan pagi. ART mereka juga membantu Aisyah dan juga Cinta untuk menyelesaikan semuanya.


Taufiq menemani Khaleed untuk ngasih makan ikan di kolam ikan. Sedangkan Jay dan Will menyiram sayuran dan buah buahan yang di tanam oleh Taufiq.


"Will kita nyiram sayur dan buah kayak gini, mengingatkan ku saat kita masih kecil. Dulu kita seringkali bermain air seperti ini bersama Pram. Kamu masih inget gak?" tanya Jay.


"Iya aku inget seperti inikan?" ucap Will sambik menyiram tubuh Jay dengan selang yang ia pegang. Jay pun tak mau kalah ia menyiram balek Will dengan selang yang ia pegang juga. Mereka akhirnya berperang menggunakan air hingga membuat tubuh mereka basah semua.


Aisyah dan Cinta yang melihat mereka dari dapur cuma senyam senyum sendiri. Mereka memang bisa melihat ke taman belakang yang di tanami berbagai macam buah buahan dan sayur sayuran. Karena ada kaca yang bisa tembus pandang. Kaca itu gelap. Aisyah dan Cinta bisa melihat mereka namun mereka tak bisa melihat keberadaan Aisyah dan Cinta.


"Seneng ya bun, liat mereka tertawa kayak gitu. Mereka kayak anak kecil." ujar Cinta tersenyum.


"Iya nak mereka mengingatkan bunda saat mereka masih kecil. Bunda tak menyangka sekarang mereka sudah dewasa semua bahkan sudah bisa memberikan cucu buat bunda. Bunda sangat bahagia melihat mereka seperti ini apalagi sepertinya Jay sudah lupa dengan kesedihannya." ucap Cinta yang juga ikut tersenyum melihat tingkah laku kedua putranya.


"Untunglah Jay mau tinggal sama kita bun, jadi dia bisa dengan cepat melupakan kesedihan yang pernah ia alami. Jika Jay terus menerus tinggal di rumah itu, entah aku gak tau apa yang terjadi. Mungkin Jay masih sedih sampai sekarang." ujwr Aisyah


"Iya nak kamu benar, jika Jay masih tinggal di rumah lama. Mungkin dia masih belum bisa tertawa lepas kayak gini lagi."


"Bun, kita harus masak yang enak dan special untuk menyambut keceriaan Jay lagi..Kita akan buat masakan special untuk orang orang yang special." ucap Aisyah.


"Iya nak, kamu benar. Ayo beraksi."


"Ayo bun."


Aisyah dan Cinta pun mulai memegang alat terpurnya untuk menciptakan makanan yang enak, lezat, gurih dan yang pasti orang rumah akan sangat menyukai makanannya. Makanan buatan Cinta dan juga Aisyah. Makanan yang di buat dengan cinta dan kasih sayang.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Taufiq dan Khaleed trus ngasih makan ikannya dikit dikit. Namun tiba tiba Khaleed merasa sangat haus.


"Oppah" panggil Khaleed


"Iya sayang, ada apa? Cucu oppa mau apa?" tanya Taufiq lembut.


"Led aus." jawab Khaleed.


"Iya udah mau minum air putih apa minum susu?" tanya Taufiq

__ADS_1


"Num air utih." jawab Khaleed yang masih belum terlalu lancar untuk berbicara.


Taufiq yang mengerti langsung menggendong cucunya. Lalu pergi menuju ruang keluarga. Kebetulan kemaren Taufiq membeli 2 dus aqua buat jika ada tamu datang dan ingin minum air putih



Taufiq mengambil satu gelas air dan memberikannya kepada Khaleed setelah menancapkan sedotan di aqua itu.


"Dak au. Led au akek dot." ujar Khaleed yang gak mau di kasih pakai gelas aqua. Taufiq pun mengambil dot milik Khaleed.


"Ayo dotnya mau pilih yang mana?" tanya Taufiq



Khaleed memilih yang warna biru. Setelah itu, Taufiq pun memindahkan air dari aqua ke dalam dot itu dan setelah itu Khaleed pun duduk tenang sambil memegang dot dan meminumnya.


"Upin Ipin." ujar Khaleed.


Taufiq pun menghidupkan tivi dan memutar upin ipin dan setelah itu, Khaleed duduk santai sambil nonton tv. Sedangkan dotnya sudah ia taruh setelah puas minum air.


Taufiq sangat bahagia bisa bermain dengan cucunya di usianya yang sekarang.


\=\=\=\=\=\=


"Ayo." jawab Jay.


"Hari ini kamu kerja?" tanya Will


"Iya, aku sudah baikan dan InsyaAllah aku bisa bekerja lagi seperti biasanya. Aku juga kasihan kepada ayah jika ayah harus bekerja tiap hari menggantikan posisiku." jawab Jay


"Aku yakin kamu bisa melalui semua ini." ujar Will tersenyum.


"Iya." jawab Jay tersenyum karena ia merasa bersyukur di saat seperti ini, masih ada orang orang yang selalu ada di sampingnya hingga Jay merasa nyaman dan lupa dengan kesedihannya.


Jay dan Will masuk ke kamar masing masing untuk mandi pagi dan membersihkan tubuhnya dari kotoran.


Selesai mandi mereka langsung pergi ke ruang makan dimana sarapan pagi sudah tersaji di atas meja.

__ADS_1


Merekapun makaj dengan nikmat. Khaleed dinsuapi oleh Aisyah sendiri, sedangkan Cinta, Wiill, Taufiq dan juga Jay makan bareng.


Awalnya Cinta ingin membantu menyuapi cucunya itu, hanya saja Aisyah merasa gak enak jika terus menerus merepotkan keluargannya Walaupun mereka tulus ikhlas mau membantu Aisyah merawat putranya namun kadang Aisyah merasa gak enak sendiri.


"Yah, hari ini aku akan kerja. Jadi ayah di rumah aja. Maafkan aku yah, udah buat ayah sibuk akhir akhir ini." ujar Jay gak enak hati.


"Santai aja nak, ayah senang bisa bantu kamu tapi apakah kamu yakin mau bekerja?" tanya Taufiq.


"Iya sayang, kalau kamu belum siap mending gak usah kerja dulu." ujar Cinta khawatir.


"Ayah dan bunda tenang aja. InsyaAllah aku sudah baikan dan sudah bisa bekerja seperti biasanya." ucap Jay tersenyum.


"Iya sudah, jika memang itu maumu." ucap Taufiq pasrah dan mendukung bagaimana keputusan Jay. karen Taufiq percaya Jay sudah memikirkan ini semua sebelum ia memutuskan untuk masuk kerja kembali.


Setelah selesai sarapan, Jay langsung berangkat kerja begitupun dengan Will, ia juga pergi ke rumah sakit.


Sekarang di rumah hanya ada Aisyah, Taufiq, Cinta dan juga Khaleed.


Aisyah menemani putranya bermain mobil mobilan.


"Nak, kami mau ke rumah Pram dan Ica. Kamu mau ikut?" tanya Cinta lembut


"Enggak ma, aku di sini aja bersama Khaleed." jawab Aisyah tersenyum.


"Iya sudah kalau gitu, ayah dan bunda pergi ke rumah Pram dulu ya soalnya bunda juga mau liat keadaan Mama Elsa, katanya dia gak enak badan. Tadi Pram kirim pesan untuk menjenguknya di rumah." ujar Cinta mejelaskan.


"Iya bunda." ucap Aisyah.


"Bunda janji nanti jam 10 ayah dan bunda sudah ada di sini lagi." ujar Cinta.


"Iya bun. Ayah dan bunda hati hati ya." ucap Aisyah.


"Iya sayang, kami berangkat dulu ya. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah kepergian kedua mertuanya, kini hanya tinggal Aisyah dan juga Khaleed serta beberapa aisten rumah tangganya.

__ADS_1


Namun saat setengah jam menemani Khaleed bermain, Khaleedpun mengajak dirinya tidur. Aisyah dengan senang hati menemaninya tidur di kamar


__ADS_2