
Cinta kembali ke kelas tapi karena melihat Elsa dan Ivan gak ada, akhirnya ia memilih untuk pergi ke perpus mencari mereka. Tapi saat berada di pintu perpus, lagi lagi ia melihat Ivan dan Elsa yang begitu dekat. Seakan akan mereka begitu sangat bahagia tanpa kehadirannya. Cinta yang tadinya ingin bergabugn akhirnya memilih untuk kembali ke kelas dan menunggu mereka di sana. Untuk menetralkan kembali perasaanya, Cinta membuka buku novelnya, ia berharap dengan membaca novel itu bisa menghilangkan rasa sakitnya dan melupakan apa yang sudah ia lihat di perpus tadi. JIka Ivan merasa bahagia dengan Elsa, maka Cintapun akan merelakannya. Bukankah Cinta Tak harus memiliki. Ia bahagia jika melihat orang yang ia sayang dan juga sahabatnya berbahagia. Ia tak peduli dengan perasaan ia sendiri. Cinta lebih memilih untuk tersakiti dari pada menyakiti. Karena ia tak akan mungkin tega jika harus menyakiti orang lain karena itu akan membuat ia merasa bersalah selama hidupnya. Beda jika ia yang tersakiti, ia bisa melupakan rasa sakit itu dengan melakukan banyak hal dan ia pasti akan memaafkan siapa saja yang pernah menyakiti hati dan perasaaannya. Cinta tak suka akan demdam, Cinta gak suka akan kekerasan, Cinta tak suka dengan sebuah penghianatan, Cinta juga tak suka dengan orang pembohong. Untuk itu ia tak ingin menjadi orang pendemdam, seorang penghianat, pembohong dan juga ia selalu menghindari akan kekerasan. Jika semuanya bisa di bicarakan dengan kepala dingin kenapa harus ada kekerasan.
Yah, hanya dengan membaca beberapa lembar saja, Cinta sudah lupa dengan kejadian tadi dan ia sudah terhanyut dengan novel yang ia baca. Ia mulai senyum senyum sendiri seperti orang gila. Yah itulah Cinta. Ia suka menghayal jadi setiap ia membaca novel, ia pasti akan menghayal lalu senyum senyum sehingga orang yang ada di sekitarnya di buat heran. Tapi Cinta tak peduli yang penting ia senang dan gak manggu mereka. Toh Cinta membacanya di dalam hati dan tidak dengan suara keras.
Setelah ia hampir membaca 20 lembar. Ivan dan Elsa kembali ke kelas. Dengan terpaksa Cinta pun menutup novelnya. "Kalian dari mana?" tanya Cinta pura pura tidak tahu.
"Dari perpus. Oya tadi kak Alvin nemuin kamu, mau ngapain?" tanya Elsa penasaran, Ivan hanya diam menyimak pembicaraan mereka.
"Oh itu............Dia cuma pamit katanya sih seminggu lagi dia mau keluar negeri. Dan tadi itu salam perpisahan, karena tadi itu pertemuan terakhir aku dan dan dia. Tadi dia juga ngasih kado buat aku tapi katanya di suruh buka nanti pas di rumah."
__ADS_1
"Kamu gak sedih?" Ucap Elsa, ia bertanya lebih lanjut
"Entahlah, aku juga bingung harus sedih atau seneng."
"Kog gitu?" Elsa masih belum mengerti dengan apa yang di rasakan oleh sahabatnya itu.
"Aku sedih karena harus berpisah tapi aku juga seneng karena kak Alvin mau mengikuti kata hatinya untuk fokus kuliah ke luar negeri. Aku ingin setelah ia pulang, ia bisa menjadi orang yang hebat dan bisa membanggakan ke dua orang tuanya serta keluarganya." Jawab Cinta.
"Syukurlah." lagi lagi kata kata yang tidak seharusnya keluar, tiba tiba saja ia ucap begitu saja.
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Cinta tak mengerti.
Ivan pun mencari ide untuk menjawab pertanyaan Cinta.
"Syukurlah kamu tidak mencintainya, jika kamu suka sama dia dan tiba tiba saja dia ninggalin kamu. Kan kasihan kamunya. harus menjalin hubungan jarak jauh. Apalagi yang aku tau menahan rasa rindu terlalu lama itu sangat menyiksa batin. Kalau kamu gak ada perasaan sedikitpun sama dia, itu berarti kamu tak terlalu sedih dan kamu hanya harus memberikan motivasi dan semangat agar ia bisa menjalani semuanya dengan semangat."
"Iya ya yaya." Hanya itu yang keluar dari mulut Cinta. Percapakan mereka harus segera di akhiri karna bell masuk sudah berbunyi.
----------------------------------
__ADS_1
Sepulang dari sekolah, Cinta langsung pergi ke kantor sedangkan Elsa di antarkan Ivan ke rumahnya. Karena tadi kan Elsa berangkat bareng Cinta dan tidak mungkin jika Cinta harus mengantarkan Elsa terlebih dahulu lalu ke kantor karena itu berlawanan arah. Jadi Cinta meminta Ivan untuk mengantarkan Elsa dan Ivan gak keberatan. Berat sebenarnya melihat mereka berboncengan seperti itu tapi mau gimana lagi, Cinta harus segera pergi ke kantor karena masih ada rapat yang harus ia hadiri dan juga masih ada beberapa surat yang harus ia tanda tangani dan juga beberapa laporan yang harus ia perbaiki. Semoga bisa selesai dengan cepat agar ia bisa main ke panti. sudah dua hari ia tida ke sana dan rasanya kangen banget sama mereka semua.