Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Sedih


__ADS_3

Ica lari ke dalam kamarnya, Pram yang melihat istrinya menangis  dan masuk ke dalam kamarnya, ia segera menyusulnya karena takut jika istinya kenapa napa.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Pram.


"Mas aku iri melihat anaknya Ila. Hati ku sakit mas. Padahal aku yang hamil duluan tapi kini anakku sudah tidak ada sedangkan kini Ila melahirkan putri yang sangat cantik, Aisyah juga sudah hamil satu bulan sedangkan aku. Aku kehilangan putraku mas." Jawab Ica menangis sesegukan.

__ADS_1


"Kamu harus yang sabar ya sayang. Ingatlah bahwa RUMAH tangga sakinah bukanlah yang terbebas dari ujian. Rumah tangga sakinah adalah yang mampu menghadapi ujian bersama seraya berpegang teguh pada syariat-Nya.


 Tak ada rumah tangga yang tanpa ujian sayang. Ujian juga harus dipandang sebagai rahmat dari Allah swt. Karena tak ada manusia yang lepas dari dosa, maka Allah menetapkan salah satu cara pembersihan dosa manusia dengan ujian-ujian yang diberikannya. Jika tak ada ujian, manusia akan sulit bersyukur dan jarang terbersihkan dosanya.


Secantik dan setampan apa pun, sekaya dan semiskin apa pun, pasti jalinan rumah tangga akan diuji dengan masalah yang dapat merenggangkan tali pengikat suami dan istri. Jangan pernah merasa menjadi orang yang paling menderita dan bersalah. Biasanya Allah menimpakan masalah itu karena Allah percaya dengan kita, bahwa kita bisa menghadapinya. Jangan mengeluh, karena mengeluh tak kan bisa membuat masalah menjauh.

__ADS_1


"Tapi mas, rasanya aku masih tak mampu menghadapi ini semua. Kenapa hanya keluarga kita yang di uji mas?" tanya Ica yang terus saja menangis.


"Apa kamu lupa dengan rumah tangga Will dan Aisyah. Di saat mereka lagi asyik asyiknya menimati kebersaaam mereka. Tuhan memberikan ujian yang begitu berat dengan sebuah kecelakaan yang begitu dahsyat sehingga Will harus koma, belum lagi Aisyah yang hilang hingga satu tahun setengah. Apakah kamu lupa itu sayang? Tapi apakah Will patah semangat. Enggak, dia terus mencari keberadaan istrinya di saat semua orang sudah menyerah dan kini Will sudah di pertemukan kembali dengan Aisyah dan hidup bahagia. Setiap rumah tangga pasti akan ada ujiannya masing masing. Ada yang menikah tapi suaminya suka selingkuh sana sini, ada juga rumah tangga yang istrinya malas pol sehingga membuat suaminya jenuh, ada juga yang mertuanya tak suka dan selalu mencari gara gara, ada juga saudara ipar yang terus membenci dan berusaha memfitnahnya, ada juga suami yang pengangguran, ada juga mereka yang kelaparan karena keuangan menipis, ada juga masalah anak dan yang lainnya. Intinya setiap rumah tangga itu pasti ada saja ujian yang datang silih berganti. Selama kita hidup dan selama kita bernafas, masalah itu pasti akan datang. Jadi kita harus  bisa berfikir positif da berusaha mengatasi semua masalah itu dan bangkit dari keterpurukan. Kita tak boleh mengeluh sayang, mengeluh hanya akan menambah beban dalam diri kita. Lebih baik kita ikhlaskan apa yang  sudah pergi dan berdoalan agar tuhan segera memberikan kita buah hati lagi. Percuma kamu menangis karena itu hanya akan buang buang waktu. Mending kamu bangkit dan buktikan  kepada semua orang kalau kamu kuat. Aku yakin kog, cepat atau lambat, kamu pasti akan segera hamil. Aku yakin itu." Ucap Pram sambil memeluk istrinya.


"Baiklah, aku akan mencoba untuk mengikhlas putra kita. Aku berharap aku bisa segera hamil secepatnya agar aku tak lagi sedih seperti ini." Ujar Ica.

__ADS_1


"Iya sudah, sekrang kita lihat anaknya Ila yuk." Ajak Pram. Ica pun hanya mengangguk lalu pergi bersama suaminya menemui Ila dan buah hatinya


__ADS_2