Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Rumah Tangga Cinta dan Taufiq


__ADS_3


Cinta dan Taufiq, dulu mereka kenal karena atas perjodohan. Tapi alhamdulilalh mereka bisa saling mencintai sampai sekarang dan walaupun ujian rumah tangga selalu ada, tapi mereka berdua bisa melaluinya.


Dulu saat saat awal awal menikah, pernikahan mereka bener bener di uji bahkan apa yang pernah dialami oleh mereka berdua hampir sama dengan apa yang di alami oleh Jay dan juga Will. Pernah kecelakaan dan juga lupa ingatan. Bahkan sampai pisah dengan suami berbulan bulan lamanya.


Namun semua kejadian pahit itu sudah di lalui dan kini mereka bisa hidup bersama dan bahagia. Cinta dan Taufiq tau betul, tak ada kehidupan yang bisa lepas dari ujian dan cobaan. Semua manusia itu pasti mengalaminya.


Ujian Adalah Sunnah Kauniyah Pada Setiap Muslim. Allâh Azza wa Jalla berfirman:


لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ


Kamu benar-benar akan diuji pada hartamu dan dirimu [Âli ‘Imrân/3: 186]


Ujian adalah sunnah kauniyah (ketetapan Allâh Azza wa Jalla yang pasti terjadi) bagi setiap Muslim. Seorang Muslim tidak mungkin mengelak dari ujian tersebut. Oleh karena itu, Allâh memberi penekanan pada firman-Nya لَتُبْلَوُنَّ dengan menggunakan dua huruf (yaitu huruf lam dan nun yang bertasydid, sehingga makna kalimat tersebut, kamu sungguh sungguh atau benar-benar akan diuji).”


Imam Ibnu Katsîr rahimahullah berkata, “Firman Allâh (yang artinya), “Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu” seperti firman-Nya (yang artinya) : Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘Inna lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn' . Seorang Mukmin pasti akan diuji pada harta, jiwa, anak dan keluarganya.”


Allâh Azza wa Jalla juga berfirman:


ذَٰلِكَ وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍ


Demikianlah, apabila Allâh menghendaki niscaya Allâh akan membinasakan mereka, tetapi Allâh hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain [Muhammad/47: 4]


Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


Demi yang jiwaku berada di tangannya! Dunia ini tidak akan fana, kecuali setelah ada seseorang yang melewati sebuah kuburan dan merenung lama di dekatnya seraya berkata, ‘Seandainya aku dulu seperti penghuni kubur ini.” Bukan agama yang mendorong dia melakukan ini namun hanya ujian saja”


Kekokohan Iman Dan Kadar Ujian Selalu Berbanding Lurus Semakin kuat iman seseorang, maka ujian yang akan diberikan oleh Allâh akan semakin besar. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh Sa’d bin Abî Waqqâsh Radhiyallahu anhu :

__ADS_1


“Ya Rasûlullâh! Siapakah yang paling berat ujiannya?” Beliau menjawab, “Para Nabi kemudian orang-orang yang semisalnya, kemudian orang yang semisalnya. Seseorang akan diuji sesuai kadar (kekuatan) agamanya. Jika agamanya kuat, maka ujiannya akan bertambah berat. Jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai kadar kekuatan agamanya”


Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:


Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. Sesungguhnya, apabila Allâh mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu, maka ia akan mendapat keridhaan-Nya. Siapa yang membencinya maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya.


Mengapa Allâh Azza wa Jalla Mengabarkan Bahwa Ujian Ini Pasti Akan Terjadi? Ada beberapa faedah yang bisa dipetik dari berita tentang kepastian ujian pada kita, di antaranya:



Kita akan mengetahui bahwa ujian tersebut mengandung hikmah Allâh Azza wa Jalla . Yakni, dapat dibedakan siapa Muslim yang imannya benar dengan yang tidak.


Kita akan mengetahui bahwa Allâhlah yang menakdirkan semua ini.


Kita bisa bersiap-siap untuk menghadapi ujian itu dan akan bisa bersabar serta akan merasa lebih ringan dalam menghadapinya.



Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan [al-Anbiyâ’/21 : 35]


Terkadang seorang Muslim apabila ditimpa dengan musibah dan kesusahan, ia sanggup bersabar.Namun, begitu diberi kenikmatan yang berlebih, terkadang ia tidak bisa lulus dari ujian tersebut. ‘Abdurrahmân bin ‘Auf Radhiyallahu anhu pernah berkata:


Kami diuji dengan kesusahan-kesusahan (ketika) bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami dapat bersabar. Kemudian kami diuji dengan kesenangan-kesenangan setelah beliau wafat dan kami pun tidak dapat bersabar.


Ujian Adalah Rahmat Dari Allâh Azza Wa Jalla Ujian yang diberikan oleh Allâh Azza wa Jalla adalah rahmat (kasih sayang) Allah Azza wa Jalla kepada seluruh manusia terlebih lagi untuk kaum Muslimin. Allâh Azza wa Jalla berfirman:


Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan yang bersabar di antara kamu, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu [Muhammad/47:31]


Dengan adanya ujian itu, akan tampak orang yang benar-benar beriman dengan yang tidak. Ini adalah rahmat dari Allâh Azza wa Jalla .

__ADS_1


(Artikel ini saya ambil di Almanhaj.or.id dengan judul Setiap Muslim akan menghadapi ujian dan cobaan)


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Cinta dan Taufiq merasa sangat bahagia di usianya yang sekarang, mereka berdua masih sempat untuk menikmati masa masa tuannya. Mereka juga bahagia melihat anak dan menantunya pada akur semua dan tak ada yang memiliki masalah. Semuanya bahagia seperti tak ada beban.


Kini Pram, Jay dan juga Will sudah punya anak masing masing. Hanya tinggal Ana dan juga Ani tapi mereka berdua memang sengaja menunda terlebih dahulu sampai umur mereka genap 20 tahun, biarlah mereka menikmati masa masa pacaran terlebih dahulu sebelum mereka di sibukkan dengan hal hal yang lain.


Kalau sudah punya anak, mereka tak lagi sebebas sekarang dan akan sulit untuk terus berduaan karena akan ada anak di antara mereka berdua. Jadi mumpung sekarang masih belum punya anak, mereka bebas ngapain aja dan bisa libur kesana kemari tanpa memikirkan beban.


Toh Cinta dan Taufiq sudah mempunyai 3 cucu, dan mereka sudah cukup bahagia dengan kehadiran cucu cucunya itu. Mereka terlihat tampan dan manis. Semuanya pada lucu hingga membuat siapa saja jadi gemas sendiri.


Cinta dan Taufiq tak pernah merasa kesepian, karena setiap minggu atau setiap hari libur ( tanggal merah) mereka akan datang ke rumah Cinta dan Taufiq secara bergantian bahkan kadang bersama datangnya hingga membuat suasana jadi ramai seketika.


Kalau mereka gak datang, Cinta dan Taufiq lah yang akan mengunjungi mereka satu persatu.


Sejak Cinta dan Taufiq tak lagi bekerja, mereka berdua mencari kesibukan tersendiri di rumah. Cinta sibuk bikin resep kue dan juga resep berbagai macam masakan dan setelah ia nemu resep yang pas, ia akan mencatatnya dan memberikan kepada Ana dan Arsha sebagai menu baru di restoran yang mereka kelola. Kadang ketika anak, menantu dan cucunya datang, Cinta akan memasakkan mereka semua dengan menu baru yang ia punya.


Cinta juga kadang membantu asisten rumah tangganya seperti membersihkan semua kamar tidur dan mengelap meja yang menuruti sedikit kotor.


Taufiq sendiri sejak ia memberikan perusahaannya kepada Ani, kini Taufiq memelihara ikan dan juga berkebun..Iya taufiq membuat kebun di samping rumah dan belakang rumahnya. Taufiq menanam berbagai macam sayuran seperti: Kangkung, Bayam, Buncis, Kacang Panjang, Sawi, Manisa, Labu, Gambas, Timun, Tomat, Cabe, Kenikir, Singkong, Ubi Jalar, Terong, Sayur Kol dan lain sebagainya.


Taufiq juga menanam rempah rempah seperti jahe, kunyit, laos, kunci, serai / sereh, bawang prei dan bawang daun / daun bawang.


Untuk buah buahan, Taufiq hanya menanam jeruk, nanas, apel, nangka, semangka, jambu biji, pisang, pepaya, srikoyo, jambu merah, jambu air, salak, buah sirsak, rambutan dan pohon mangga.


Taufiq sangat telaten menanam semua pohon itu namun sampai detik ini, tidak semuanya berbuah dan hanya beberapa saja.


Taufiq juga sangat menikmati hari harinya dalam berkebun dan juga memelihara ikan. Cinta sendiri juga memelihara berbagai macam bunga, ia tak ingin kalah dengan suaminya.

__ADS_1




__ADS_2