Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Makan bersama keluarga besar


__ADS_3

Sesampai di rumah Cinta dan Taufiq. Ica, Ila, Jay dan Pram pun turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah Cinta. Dan benar saja Elsa dan Angga ada di sana dan lagi asyik ngobrol dengan Cinta dan juga Taufiq bahkan Ani dan Ana juga ada di antara mereka hanya Willah yang memilih untuk diam di kamar.


"Kalian kog tumben barengan ke sini?" tanya Cinta.


"Tadi aku ke rumah Mama tapi mama malah ke sini." Jawab Ica dan Ila kesal lalu duduk di sova begitupun dengan Pram dan Jay.


"Salahnya sendiri kenapa gak nelvon mama dan papa kalau mau datang." Ucap Elsa gak mau di salahkah.


"Aku kan mau ngasih kejutan ma." Ujar Ila.


"Iya, aku kan udah lama gak datang ke rumah mama dan papa. Jadi aku pengen ngasih kejutan. Tapi bukan nya  ngasih kejutan tapi aku yang malah di buat terkejud. Lagian kenapa sih mama dan papa datang ke sini pagi pagi sekali?" tanya Ica.


"Di jalan macek sayang. Makanya mama dan papa berangkat pagi pagi sekali untuk menghindari macek." Ucap Angga tersenyum.


"Ah, kalian emang menyebalkan." Ujar Ila kesal.


"Sudahlah tak usah kesal begitu, gimana kalau kita makan bareng aja. Pasti kalian belum pada makan kan?" tanya Cinta. Dan mereka pun mengangguk semua secara bersamaan.


Cinta pun mengajak semua keluarganya untuk makan bareng.

__ADS_1


Cinta meminta Ani dan Ana untuk menemui Will dan menyuruhnya turun.


Ani dan Ana sangat antusias, mereka lari menuju kamar kakaknya.


"Ka, apakah aku boleh masuk?" tanya Ani.


"Iya." Ucap Wil cuek.


Ani dan Anapun langsung masuk dan duduk di samping kakaknya.


"Kakak lagi apa?" tanya Ani.


"Yang sabar ya ka. Aku percaya jika Kak Aisyah itu masih hidup. Aku akan bantuin kaka menemukan mereka. Aku janji." Ucap Ana.


"Kenapa kalian percaya?" tanya Will.


"Karena sampai detik ini kita semua belum menemukan jasad kak Aisyah. Aku yakin ada seseorang yang menolong kak Aisyah. Hanya saja aku tidak tau kenapa orang itu gak mau mengembalikan Aisyah ke keluarga kita. Apakah kak Aisyah lupa ingatan atau gimana aku juga kurang tau. Tapi aku yakin Kak Aisyah masih hidup." Ucap Ana untuk memberikan semangat kepada kakakknya.


"Apakah kalian beneran mau bantuin kaka mencari kakak ipar kalian?" tanya Will.

__ADS_1


"Tentu. Dia kan sudah jadi istri kaka dan sudah jadi bagian dari keluarga kita. Jadi aku akan bersuaha keras untuk mencarinya dan aku sudah sedikit menemukan titik terang." Ucap Ani.


"Apa?" tanya Will penasaran.


"Ini." Jawab Ani sambil mengambil cincin yang ada dalam saku celananya.


"Kalian menemukan ini dimana?" tanya Will.


"100 meter dari mobil itu meledak. Kemungkinan kakak  Aisyah terjatuh sebelum mobil itu meledak, hanya saja kak Aisyah jatuh ke semak semak. Dan mungkin pas mobil itu meledak, ada seseorang yang membantu Kak Aisyah dan membawanya entah kemana untuk mengobati kak Aisyah. Bukankah pas mobil itu jatuh ke jruang dan meledak, gak ada satupun yang datang untuk memeriksannya. Mereka menunggu polisi dan polisi datang 30 menit setelah kecelakaan itu terjadi. Aku yakin kak Aisyah masih hidup." Ucap Ani .


"Kamu benar." Ucap Will tersenyum. Ia pun menemkan secercah harapan untuk menemukan istrinya.


"Sekarang kakak turun ya. Di bawah ada Kak Pram, Kak Ila, Kak Jay, Kak Ica, Mama Elsa dan Papa Angga. Tadi bunda menyuruh aku untuk jemput kaka agar kaka mau turun ke bawah. Ayo." Ajak Ana.


"Kakak males mau turun." ucap Will.


"Kalau kakak gak mau turun, kami gak akan bantuin kakak untuk mencari kakak ipar." Uncam Ani.


"Baiklah kakak akan turun sekarang juga." Ucap Will. Ia membenarkan bajunya dan melihat ke cermin sekilas lalu turun ke bawah bersama Ani dan Ana.

__ADS_1


__ADS_2