Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama

Ketika Cinta Hanya Tinggal Nama
Rumah Tangga Jay dan Nadia


__ADS_3

Setelah beberapa hari menikah, Jay mulai bahagia lagi. Tak ada lagi kesedihan di hati Jay, yang ada adalah rasa bahagia yang tiada tara.


Jay merasa bersyukur mempunyai istri seperti Nadia, yang begitu tunduk dan menuruti semua perintahnya.


"Mas, mau sarapan apa hari ini?" tanya Nadia lembut. Selama menikah, Nadia tak pernah menggunakan nada tinggi bahkan dia yang selalu membangunkan dirinya untuk sholat malam.


"Terserah kamu aja sayang. Apapun yang kamu masak, aku pasti suka." jawab Jay tersenyum sambil memeluk istrinya itu.


"Jangan memeluk sembarangan mas, takut kepergok Putri sama Salsa." ujar Nadia masih dengan suara lembutnya. Sejak dirinya menikah, Nadia memanggil suaminya dengan sebutan mas.


"Baiklah, maafkan aku. Aku mau mandi dulu ya." ujat Jay


"Iya mas, aku juga mau masak soalnya ini sudah agak siang." ucap Nadia.


"Iya, selamat masak." ujar Jay sambil mencium pipi istrinya itu lalu langsung Kabur ke kamar. Jay sadar setiap orang itu punya kekurangan dan kelebihan masing masing sama seperti Nadia dan Ila. Mereka mempunyai kekurangan tapi mereka juga punya kelebihan yang tak bisa di miliki oleh orang lain. Dan Jay tak akan pernah membanding bandingkan antara istri pertama dan istri kedua karena bagi Jay, Ila dan Nadia sama sama wanita yang sangat spesial di hatinya.


Nadia sendiri, pipinya merona merah setelah Jay mencium pipinya. Mungkin bagi orang lain itu adalah hal biasa tapi tidak dengan Nadia, apapun yang di lakukan Jay, baginya itu adalah istimewa bahkan sangat istimewa.


Nadia segera pergi ke dapur untuk memasak. Pertama-tama ia mencuci beras setelah itu memasaknya menggunakan penanak nasi.


Penanak nasi atau pengukus nasi (juga dikenal lebih dalam bahasa sehari-hari sebagai pembuatnasi) adalah wadah atau alat dapur untuk memasak nasi. Beras juga bisa dimasak di dalam panci biasa (periuk) yang terbuat dari tanah atau logam yang digunakan untuk tujuan umum lainnya.



Setelah selesai menanak nasi, Nadia pun mulai membuat lauk pauk nya. Pertama-tama, ia akan membuat Cumi pedas manis.


Bahan-bahan: 


- 1 kg cumi ukuran besar cuci bersih kemudian beri sedikit cuka dan garam, potong sesuai selera. Lalu cuci lagi sampai bersih. 


- 2 papan petai


Bumbu iris: 


- 10 butir bawang merah


- 10 buah cabai keriting merah


- 1 buah tomat


- 50 gram daun bawang


- dua ruas jahe


Bumbu halus: 


- 5 siung bawang putih

__ADS_1


- 6 butir bawang merah


Bumbu cemplung:


- 5 sdm saus cabai


- 1,5 sdm gula pasir


- 2 sdm cabai rawit halus/uleg. kaldu bubuk secukupnya


- 1/2 sdt lada hitam.


Caranya: 


- Tumis bumbu halus sampai matang lalu masukkan cumi. aduk rata.


- Beri sedikit air (100 ml) kalau sudah mendidih masukkan semua bumbu. 


- Masukkan saat kuah mulai sedikit surut dan mengental masukkan semua bumbu iris plus petai. 


- Aduk-aduk biarkan sebentar lalu angkat dan sajikan.



Setelah selesai membuat Cumi pedas manis, Nadia juga membuat Telur sambal.


Bahan-bahan:


Bahan sambal (cincang kasar):


- 2 siung bawang putih


- 8 butir bawang merah


- 2 buah cabai merah besar


- 10 buah cabai rawit


Bahan lain:


- 1 lembar daun jeruk, buang tulangnya


- 1 buah tomat iris


- 1/2 sdt terasi matang


- Gula, garam, kaldu bubuk secukupnya

__ADS_1


Cara membuat:


- Tumis bahan sambal bersama terasi dan daun jeruk hingga harum dan matang, beri air secukupnya


- Masukkan telur dan irisan tomat, bumbui dengan gula, garam dan kaldu bubuk, koreksi rasanya, masak hingga kuah asat


- Taburi daun bawang, siap disajikan



Selesai masak, Nadia di bantu asisten rumah tangganya membersihkan dapur sedangkan Nadia menyiapkan semuanya di atas meja.


Setelah selesai, Jay, Putri dan Shalsa pun sudah duduk santai di meja makan.


"Hemm aromanya harum banget jadi gak sabar pengen segera makan." ujar Jay.


"Iya udah ayo cepetan makan, mumpung masih hangat." ucap Nadia.


Nadia mengambikan nasi dan lauk pauknya untuk suaminya dan juga untuk dirinya sendiri. Sedangkan Putri dan Shalsa mengambil nasi dan lauk pauknya untuk di makan sendiri sendiri.


Selesai makan, Shalsa dan Putri langsung berangkat sekolah dengan di antar sang sopir sedangkan Jay ia berangkat sendiri tanpa sopir.


Setelah Jay berangkat kerja, Nadia membantu aisten rumah tangganya untuk bersih-bersih. Setelah selesai, Nadia segera berenang. Karena berenang mempunyai banyak manfaat seperti



Meningkatkan kekuatan otot dan tulang


Menyehatkan jantung dan paru-paru


Menurunkan berat badan


Menyingkirkan stres dan depresi


Menurunkan risiko diabetes


Menjadikan awet muda dan banyak lagi lainnya yang gak bisa di sebutkan satu-persatu.



Nadia hanya berenang sekitar satu jam, selesai berenang ia segera mandi lagi dan langsung ambil wudhu. Selesai ambil wudhu, ia segera memakai baju dan sholat dhuha lalu mengaji. Yah, tiap pagi Nadia selalu menyempatkan waktu untuk mengaji sebanyak satu juz.


Selesai mengaji, ia nonton tivi namun karena sangat ngantuk akhirnya Nadiapun ketiduran.


Nadia bangun tidur jam 12 siang, Nadia segera ambil wudhu dan sholat dhuhur. Selesai sholat ia akan memasak untuk makan siang. Biasanya, setengah jam lagi Putri dan Shalsa akan pulang dari sekolah dan kasihan mereka jima harus makan sisa tadi pagi. Untuk itu Nadia selalu masak 3x. Pagi, Siang dan Malam sekitar habis sholat Isya'.


Walaupun di rumah ini sudah ada juru masaknya tapi entah kenapa nadia lebih suka memasak sendiri karena menurutnya lebih puas. Dan Nadia selalu bahagia jika hasil masakannya selalu dapat pujian dari suaminya

__ADS_1


__ADS_2