
Malam harinya selesai makan malam, Angel langsung pergi ke kamarnya untuk belajar. Sedangkan Ica dan Pram langsung pergi ke ruang keluarga, duduk santai sambil nonton tivi.
"Mas, tadi pagi Fina datang ke kantor kamu kan?" tanya Angel.
"Iya tapi gak ketemu sama aku. Karena aku sibuk. Jadi cuma ketemu sama sekertaris aku doang. Dan dia juga sudah bekerja mulai tadi pagi. Dia bawa surat lamaran kerja sekaligus langsung masuk kerja tanpa tes apapun sesuai keinginan kamu. Aku hanya ngasih waktu dia 3 bulan, jika pekerjaannya bagus, dia akan menjadi pegawai tetap. Tapi jika dalam 3 bulan, pekerjaan dia gak sesuai yang aku inginkan dan yang aku harapkan. Maaf, aku harus terpaksa memberhentikannya karena bagaimanapun aku butuh pekerja yang profesional bukan karena belas kasihan. Kita boleh menolong orang lain tapi kita juga harus liat kemampuannya sampai mana." ucap Pram menjelaskan secara detail.
"Iya mas, aku mengerti. Aku harap Fina bisa bekerja dengan baik agar dia bisa punya pekerjaan tetap. Dan agar dia bisa punya masukan tiap bulannya untuk bisa membesarkan buah hatinya dan juga membantu keuangan keluarganya." ujar Ica tersenyum.
"Iya semoga aja, Aamiin." kata Pram sambil mencium kening istrinya.
"Mas, kenapa ya setiap rumah tangga itu pasti ada ujiannya masing-masing?" tanya Ica.
"Namanya juga kehidupan sayang, selama kita masih hidup, selama kita masih bisa bernafas, selama jantung terus berdetak, selama itu ujian akan datang silih berganti. Gak ada manusia satupun yang bisa lepas dari namanya masalah. Dan gak ada satu pun manusia yang bisa luput dari cobaan dan ujian. Karena dengan ujian itulah,bisa mendekatkan kita sama yang maha kuasa." ujar Pram menjelaskan.
"Iya mas, kamu benar. Mas, andai dulu aku gak keguguran, pasti sekarang kita sudah punya anak dua, lengkap. Cowok cewek dan pastinya Angel gak akan kesepian kayak gini. Dia pasti punya kakak laki-laki yang akan selalu menemaninya." ujar Ica yang inget dengan anak kandung yang sudah meninggalkan dirinya untuk selamanya.
"Sudahlah sayang, gak perlu sedih. Anak kita meninggal karena memang sudah waktunya dia harus pergi. Sekarang kita fokus membesarkan Angel dan memenuhi keinginan dia yaitu seorang adik." ucap Pram menggoda.
"Eh, aku gak mau ya kalau sekarang. Angel belum tidur. Nanti kalau kita lagi hena hena tiba-tiba Angel cari kita gimana? Atau lebih buruknya dia liat kita lagi hena hena, apa gak memalukan?" ucap Ica.
__ADS_1
"Siapa yang mau ngajak hena hena sekarang sayang, aku cuma bilang Sekarang kita fokus membesarkan Angel dan memenuhi keinginan dia yaitu seorang adik. Tapi bukan berarti aku ngajak saat ini juga. Aih fikiran kamu sudah kemana-mana, jangan-jangan, kamu pengen ya. Kalau kamu pengen, aku mah kapan aja oke." Goda Pram yang membuat Ica malu sendiri karena sudah salah sangka.
"Apaan sih mas, udah ah. Aku mau ke kamar Angel, mau bantu dia ngecek jawabannya, bener apa gak. Jangan sampai nanti PR nya malah dapat 0 gara-gara aku gak mengajari dia." ujar Ica sambil pergi menuju kamar Angel sedangkan Pram hanya senyam-senyum sendiri.
Sesampai di kamar Angel, Ica melihat Angel sudah selesai belajar dan sedang beres-beres buknya yang berantakan. Angel menata kembali buku-buku itu hingga rapi seperti semua.
"Lho sudah selesai belajarnya?" tanya Ica.
"Iya ma, sudah. Aku mau tidur ngantuk. Aku boleh kan malam ini tidur sama mama?" tanya Angel.
"Mama sih boleh-boleh aja, tapi mending kamu tanya dulu gih sama papa kamu. Boleh gak mama tidur berdua sama kamu." ujar Ica.
"Pa?" panggil Angel sambil duduk di samping Pram.
"Iya sayang, ada apa?" tanya Pram.
"Aku boleh gak malam ini tidur sama mama?" tanya Angel.
"Gak boleh dong sayang." jawab Pram.
__ADS_1
"Kenapa gak boleh?" tanya Angel tak mengerti.
"Katanya kamu mau adek. Kalau mau adek, mama harus tidur sama papa, gak boleh tidur sama Angel. Sekarang papa tanya, Angel mau adek gak?" tanya Pram.
"Mau dong pa." jawab Angel semangat.
"Kalau gitu Angel harus tidur sendiri, gak boleh tidur sama mama." jawab Pram
"Iya udah deh gak papa, aku tidur sendiri. Aku tidur duluan ya ma, pa." " ujar Angel.
"Iya sayang, selamat bobo ya." ucap Pram dan Ica bersamaan.
"Iya." jawab Angel
"Jangan lupa sikat gigi sebelum tidur." ucap Ica mengingatkan.
"Oke ma." Setelah itu, Angel pun masuk ke kamarnya sendiri.
Sedangkan Pram langsung menggendong istri nya menuju kamarnya untuk membuatkan adik buat Angel.
__ADS_1