
Setelah pulang sekolah, Angel di jemput oleh Ica sedangkan Khaleed di jemput oleh Aisyah.
Sesampai di rumah, seperti biasa. Ica akan menyuruh Angel makan terlebih dahulu dan setelah itu langsung istirahat.
Setelah Angel istirahat, Ica pun duduk santai sambil nonton tivi. Sedangkan Pram sudah berangkat kerja sejak tadi pagi sebelum Angel berangkat sekolah. Angel masuk sekolah jam 8 pagi sedangkan Pram berangkat kerja jam setengah 7 pagi.
Saat Ica lagi nonton tivi, tiba-tiba hpnya berbunyi. Ada vidio call dari mamanya. Ica pun segera mengangkatnya.
"Assalamualaikum ma." ucap Ica setelah vidio callnya terhubung.
"Waalaikumsalam nak. Lagi apa?" tanya Elsa.
"Lagi santai ma, nonton tivi. Mama sendiri lagi apa?"
"Lagi duduk santai juga, mama baru aja selesai ngasih makan papa."
"Bagaimana kabar papa, ma?"
"Alhamdulillah sudah ada kemajuan. Sudah mulai bisa bicara walaupun masih belum terlalu lancar. Tangannya juga sudah bisa megang sesuatu walaupun kadang masih gemetar. Dan kalau kakinya masih belum ada perubahan. Masih sama seperti saat kamu liat terakhir kali." jawab Elsa.
"Gak papa, InsyaAllah papa pasti sembuh."
"Iya, semoga aja. Aamiin. Angel mana nak?"
"Lagi tidur ma. Tadi pulang sekolah, langsung makan dan setelah itu istirahat."
"Oh...jaga Angel baik-baik. Mama gak mau kehilangan cucu mama lagi. Sudah cucu mama kehilangan cucu pertama mama dari kamu karena keguguran dan juga cucu mama dari saudara kembar kamu. Mama gak mau lagi kehilangan Angel." ucap Elsa
__ADS_1
"Iya ma, aku sudah jaga Angel sebisa dan semampuku."
"Kamu kapan ke sini lagi sayang. Papa kadang nanya kami dan Angel?"
"Entahlah ma, mungkin nunggu Mas Pram libur panjang. Yah sekitar satu bulan lagi, aku kesana. Sekarang, Mas Pram lagi banyak kerjaan. Apalagi kemaren sempet libur kerja."
"Emang kenapa libur kerja sayang?"
"Ana meninggal ma."
"Innalilahi Wainnailaihi Rojiun. Meninggal karena kenapa nak?" tanya Elsa kaget
"Ana meninggal karena melahirkan ma."
"Terus gimana anaknya, selamat?"
"Anaknya perempuan apa laki-laki?"
"Perempuan ma, cantik sama seperti Ana."
"Sudah di kasih nama?"
"Sudah ma namanya Arshi Ana Syakira. Nama panggilannya Arshi."
"Bagus namanya. Semoga dia menjadi anak yang sholehah. Mama bener bener gak nyangka, Ana akan meninggal secepat itu."
"Aku juga gak menyangka ma, aku di hubungi Arsha saat Ana sudah ada di rumah sakit."
__ADS_1
"Terus sekarang, Arsha cuma hidup berdua sama Arshi?"
"Gak ma, ayah dan bunda tinggal di sana juga."
"Syukur Alhamdulillah karena kalau di biarkan sendiri, kasihan. Apalagi Arsha belum tentu bisa merawat bayi seorang diri. Arsha pakai baby sitter nak?"
"Enggak ma, dia ingin merawat anaknya seorang diri. Yah makhlum lah ma, istrinya rela mempertaruhkan nyawanya demi buah hatinya. Jadi mana mungkin, Arsha sampai membiarkan buah hatinya di rawat oleh orang lain."
"Iya juga sih, terus bagaimana dengan bisnis restoran nya?"
"Kayaknya untuk sementara waktu akan di kelola oleh ayah dan bunda."
"Iya lebih baik seperti itu dari pada restorannya gak terurus. Kasihan, dulu Bunda Cinta pengen buat resto itu tidaklah mudah, Bunda Cinta membangun resto itu benar benar dari nol. Hingga akhirnya maju dan berkembang pesat dan setelah itu di berikan kepada Ana untuk di kelola.
Jika Ana meninggal dan Arsha hanya fokus merawat bayinya, bisa hancur dan bangkrut restoran nya. Tapi syukurlah jika Bunda Cinta mau mengganti posisi Arsha untuk mengelolanya resto mereka."
"Iya ma."
"Iya sudah mama matikan dulu ya, mama di panggil papa nih."
"Iya ma, salam ya buat papa."
"Iya sayang, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah selesai vidio call dengan mamanya, Ica pun menaruh hpnya di atas meja. Ia juga mematikan tivinya dan pergi ke kamar putrinya. Ica berbaring di samping putrinya dan tak lama kemudian, Ica pun terlelap.
__ADS_1