
Hari ini adalah hari libur. Will dan Jay sedang liburan berdua entah kemana. Khaleed sendiri juga di ajak jalan jalan oleh Taufiq ke rumah Rachel. Karena Taufiq rindu dengan kedua putrinya itu. Karena sudah lama mereka tak datang mengunjungi rumah Cinta dan Taufiq.
Di rumah hanya tinggal Cinta, Aisyah dan beberapa asistennya. Asisten rumahnya sibuk bersih bersih rumah. Sedangkan Cinta mau mengajarkan menantunya membuat Chocolate Dip Almond Cookies
Cinta dan Aisyah sudah pergi ke toko kue untik menyiapkan semua bahan bahannya dan sekarang mereka mulai bertempur dengan peralatan dan perlengkapan kuenya.
Untuk membuat Chocolate Dip Almond Cookies, kita hanya memerlukan bahan bahan seperti,
225 gram terigu protein rendah
50 gram tepung maizena
40 gram bubuk kakao
3 sendok makan susu bubuk
150 gram mentega
1/4 sendok teh garam
1 sendok teh vanili
120 gram gula halus
2 butir telur
150 gram almond bubuk
cokelat bar secukupnya
permen gula secukupnya untuk hiasan
Cara buatnya juga sangatlah mudah. Kita tinggal
__ADS_1
mencampurkan tepung terigu, almond bubuk, susu bubuk, maizena, dan kakao dalam satu wadah. Aduk hingga rata dan sisihkan.
Kocok mentega menggunakan mixer kecepatan sedang hingga teksturnya lembut. Satu persatu masukkan vanili, garam, dan gula halus. Aduk hingga tercampur sepenuhnya sekitar satu menit.
Pindahkan mixer dalam kecepatan rendah dan masukkan telur satu persatu. Kocok hingga homogen.
Terakhir tuang tepung almond dan aduk hingga rata sebelum matikan mixer.
Masukkan tepung terigu dalam dua tahap, aduk rata menggunakan spatula.
Bagi adonan menjadi dua bagian, bungkus memakai plastik wrap, lalu simpan dalam chiller minimal dua jam atau sampai adonan tidak lembek atau tak lengket di tangan.
Panaskan oven suhu 170 Celcius.
Keluarkan adonan dari chiller, lalu bentuk sesuai selera, lalu tata di atas loyang. Panggang selama kurang lebih 20 menit atau hingga kering. Setelah matang, keluarkan biskuit dan tunggu hingga dingin.
Lelehkan batangan cokelat dalam gelas dengan teknik tim. Terakhir, celup sebagian cookies ke dalam cokelat, lalu taburi dengan permen gula.
"Wah hasilnya sangat bagus ya bun." ujar Aisyah senang karena hasil membuat kue kali ini sangat bagus dan rasanya pun sungguh enak dan lezat.
"Bun, buat apalagi ya enaknya?" tanya Cinta.
"Untuk hari ini cukup satu aja dulu sayang. Besok baru kita belajar lagi." Jawab Cinta yang tersenyum melihat menantunya yang begitu antusias untuk belajar kue.
Setelah mereka selesai bikin kue, Cinta dan Aisyah, suduk santai di ruang keluarga sambil nonton tv dan ngemil kue yang baru mereka buat barusan.
Cinta dan Aisyah juga memberikan kue mereka ke semua asistennya. Serta menyimpan nya sebagian untuk Khaleed, Taufiq, Will dan juga Jay.
Mereka hanya ambil sedikit buat mereka makan berdua di depan tivi sambil ngobrol.
"Sayang kamu gak mau nambah momongan?" tanya Cinta.
__ADS_1
"Kayaknya belum dulu bun soalnya Khaleed masih kecil. Nanti jika Khaleed sudah berumur 7 tahun, baru nambah lagi satu biar Khaleed ada saudaranya." jawab Aisyah lembut.
"Hemm gitu ya. Ohnya bunda mau istirahat dulu ya. Ngantuk banget, kamu habiskan aja kuenya yang di meja. Itu khusus buat kamu." ujar Cinta tersenyum.
"Iya bun." jawab Aisyah malu malu.
Setelah kepergian Cinta, Aisyah pun nonton tivi sambil ngemil kue yang ia bikin bersama ibu mertuanya. Rasanya bener bener lezat pantas saja dulu Cinta sampai buka resto dengan cabang dimana-mana karena rasanya memang gak ada duanya.
Saat ia asyik makan kue, hp nya berdering. Aisyah pun mengambil hp dan membukanya. Ternyata ada pesan dari orang suruhannya.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, bagaimana?.. Apakah kamu sudah tau dimana kedua adik Nadia itu berada?" tanya Aisyah lewat chat.
"Sudah. Mereka tinggal di Jalan Xx." ucap seseorang itu sambil memberikan bukti foto dimana kedua adiknya Nadia duduk santai di depan rumah kecil yang sebenarnya tidak layak dan tidak pantas untuk di jadikan rumah.
"Oke, terimakasih. Uangnya akan segera aku kirim." ujar Aisyah.
"Siap."
Setelah mendapatkan informasi dimana kedua adiknya Nadia berada, Aisyah pun langsung mentransfer uang seperti yang ia janjikan.
"Besok aku akan kesana dan menemui kedua adiknya Nadia." gumam Aisyah.
Sungguh ia gak tega melihat kedua adiknya Nadia yang hidupnya mengenaskan. Tinggal di rumah yang sebenarnya lebih layak di sebut kandang ayam.
Aisyah gak pernah bisa membayangkan bagaimana kehidupan mereka selama ini dan siapa yang menjaga dan merawat mereka.
Semoga Nadia bisa segera lepas dari sel tahanan itu dan mereka bisa berkumpul lagi seperti dulu.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa like, komen dan votenya ya
__ADS_1