TIGER WU

TIGER WU
MEMULAI HAL BARU


__ADS_3

Wu Jin Ming mengajari Rubby untuk terbang. Rubby belum bisa menyetabilkan keseimbangannya. Saking senangnya bisa terbang, Rubby terus mencoba memperbaiki gerakannya. Dia terus berusaha meski sedikit - sedikit dia akan jatuh dan Wu Jin Ming menangkapnya.


"Kita istirahat dulu Rubby. Kamu pasti lelah." Wu Jin Ming menyusul Rubby yang terbang berputar - putar di atas hamparan rumput yang luas.


"Sedikit lagi Kak Tiger." Rubby kembali terbang.


"Peganglah tanganku, kita terbang bersama." ajak Wu Jin Ming.


"Tentu Kak Tiger." Rubby menerima uluran tangan Wu Jin Ming. Mereka terbang bersama. Berkeliling melintasi indahnya pemandangan di dalam dimensi yang tenang.


"Kak Tiger, aku ingin melihat air terjun itu." Rubby menunjuk sebuah bukit yang dialiri air terjun.


"Baiklah, kita ke sana sekarang." Wu Jin Ming membawa Rubby turun ke arah yang di tunjuk Rubby.


"Waow, indah sekali. Sayang aku tidak membawa kamera. Kita bisa berfoto di alam yang indah ini Kak." Rubby menengadahkan tangannya pada air yang jatuh dari atas bukit. Karena terlalu dekat dengan aliran air, bajunya jadi sedikit basah.


"Tempat ini rahasia Rubby, berfoto akan mengungkapkan siapa kita nantinya. Ada satu siluman yang senang membantai siluman lain. Dia siluman yang tidak lagi di terima di langit. Wujudnya buaya setengah manusia. Namanya Zhu Zheng."


"Jangan menakutiku Kak Tiger. Bertemu dengan siluman ular waktu itu saja masih membekas di ingatanku."


"Aku tidak menakutimu Rubby."


"Apa di sini ada siluman jahat?" Rubby berjalan mendekati Wu Jin Ming, dia menoleh sekeliling melihat kalau ada sesuatu yang mencurigakan.


"Tidak ada Rubby. Hanya ada kita berdua di sini." Wu Jin Ming tersenyum melihat tingkah Rubby yang ketakutan.


"Ahh, syukurlah. Di mana kamu tinggal ketika sedang berada di sini?" Rubby bertanya sambil duduk bermain air.


"Aku bersemedi di atas batu besar itu." Wu Jin Ming menunjuk sebuah batu di dekat air terjun.


"Jadi kamu tidak tidur?" Rubby menatap manik mata Wu Jin Ming.


Wu Jin Ming menggeleng.


"Kak Tiger, apa kamu mau tinggal bersamaku di dunia. Aku harus kuliah minggu depan."


"Aku akan menemanimu istriku. Kemana pun. Mulai saat ini aku akan selalu menjagamu." Wu Jin Ming menatap Rubby penuh arti.

__ADS_1


Rubby mengajak Wu Jin Ming untuk kembali ke dunia manusia. Dia ingat masakannya yang belum mereka makan. Pasti di sana hari sudah siang. Setelah berganti baju, Rubby dan Wu Jin Ming kembali ke dunia manusia.


Benar saja. Jam di rumah Rubby sudah menunjuk pukul sebelas lewat sepuluh menit. Dengan cekatan Rubby menata menu masakannya di atas meja makan. Dia melihat Wu Jin Ming yang celingak celinguk seperti sedang mencari sesuatu.


"Cari apa Kak?" tanya Rubby.


"Apa kamu punya sumpit? Aku tidak terbiasa makan dengan ini." Wu Jin Ming memegang sendok dan garpu.


"Sebentar aku carikan. Aku jarang pakai sumpit. Makan mi dan kwetiau pun pake garpu." Rubby membuka semua tempat penyimpanan perkakas, namun tidak menemukannya.


"Maaf Kak, aku tidak memilikinya." Rubby berjalan lemas menuju meja makan.


"Ya sudah. Aku akan makan memakai ini." Wu Jin Ming mencoba menusuk makanannya dengan garpu lalu menyuapkannya ke mulutnya.


"Kamu bisa Kak." Rubby tersenyum melihat Wu Jin Ming makan pakai garpu. Walaupun masih terlihat kaku tapi tidak begitu buruk.


Mereka menikmati makan siang mereka dengan lahap. Kelihatannya Wu Jin Ming sangat menyukai masakan Rubby. Tak butuh waktu lama untuk mengosongkan piring mereka.


Bibir dan pipi Wu Jin Ming sedikit belepotan dengan sisa makanan yang menempel. Rubby mengambil tisu dan mengelap kotoran di wajah Wu Jin Ming.


"Terima kasih Rubby." Wu Jin Ming memegang tangan Rubby. Posisi yang begitu dekat di antara mereka, membuat Rubby sedikit canggung. Jantungnya berdetak tak menentu. Apakah dia benar - benar jatuh cinta pada siluman tampan ini?


Rubby terus berjalan sambil melamun menuju kamarnya. Dia tidak menyangka secepat ini menikah. Tanpa pesta. Tanpa ucapan selamat dari orang di sekitarnya. Juga tanpa persiapan. Tapi Rubby juga tidak memungkiri jika dia mengagumi suaminya.


"Apa yang kau pikirkan?" suara Wu Jin Ming mengagetkan Rubby yang tengah duduk bersandar di kepala ranjang.


"Ahh, tidak ada." Rubby berusaha sebiasa mungkin.


"Boleh aku ikut naik di ranjangmu?" tanya Wu Jin Ming meminta ijin.


"Tentu saja boleh. Kita kan sudah... menikah..." ucap Rubby lirih di akhir kalimatnya.


"Rubby, maaf jika ini terlalu cepat untukmu. Aku tidak akan memaksamu melakukan hubungan suami istri jika kamu belum berkenan." Wu Jin Ming mendekatkan tubuhnya di samping Rubby.


"I.. iya. Maaf... aku belum pernah melakukannya sebelumnya. Aku takut." Rubby menunduk menyembunyikan wajahnya.


"Jangan banyak berpikir! Aku juga tidak berpengalaman soal itu. Aku belum pernah melakukannya sama sekali." Wu Jin Ming juga tampak malu - malu.

__ADS_1


Rubby mendongakkan wajahnya dan menatap Wu Jin Ming tak percaya. Ahh, rupanya suaminya masih perjaka. Entah sudah berapa ribu tahun dia hidup, tapi dia belum pernah merasakan belaian seorang wanita. Kasihan. Kalau di lihat - lihat untuk ukuran manusia, umurnya sekarang sekitar 22 tahun. Dua tahun lebih tua dariku.


"Apa ini terdengar memalukan bagimu Rubby?" merasa dipandangi Wu Jin Ming beralih menatap Rubby.


"Tidak.. tidak.. Aku hanya heran saja. Emm, apa kamu juga belum pernah berciuman?" pertanyaan konyol Rubby terlontar begitu saja. Spontan dia langsung menutup mulutnya. Dia menunduk menahan malu.


"Belum," jujur Wu Jin Ming.


"Maukah kau mengajarkanku. Apa kau pernah melakukannya?" tanya Wu Jin Ming.


"Hanya beberapa kali saja," jawab Rubby.


"Siapa pria itu?" terdengar nada yang berbeda dari ucapan Wu Jin Ming. Terlihat jelas dia sangat cemburu.


"Moza, kamu pernah melihatnya di perkemahan." Rubby mencoba menjelaskan.


"Cium aku sekarang!" Wu Jin Ming menatap Rubby tajam.


"Tap.. tapi..." Rubby sedikit ketakutan melihat kilatan sinar mata Wu Jin Ming.


"Jangan takut! Aku hanya ingin kamu menghapus ingatanmu saat berciuman dengannya. Mulai sekarang, kamu hanya boleh mengingatku," ucap Wu Jin Ming melembut.


"Hmm." Rubby mengangguk.


Dia harus menuruti suaminya. Seberapa kuat cintanya pada Moza, mereka tidak akan mudah untuk bersatu. Orang tua Moza tidak pernah merestui cinta mereka. Saat ini yang Rubby miliki hanyalah Wu Jin Ming. Orang yang selalu ada untuknya. Memberi warna yang berbeda dalam hidupnya. Dan tak segan - segan berkorban untuknya.


Perlahan tapi pasti Rubby mendekatkan wajahnya. Memberanikan diri untuk memulai sebuah ciuman. Ciuman sepihak karena Wu Jin Ming belum mengerti bagaimana cara membalasnya.


"Kak Tiger." suara Rubby bergetar.


"Hmm." Wu Jin Ming juga tak kalah gemetar.


"Kau kaku sekali." Rubby tersipu lalu menunduk.


"Maaf." Wu Jin Ming menoleh ke arah lain untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah karena menahan malu.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2