
Ketika Wu Jin Ming sampai di halaman, tiba-tiba Ketua An sudah berdiri menghadang di sana. Rupanya dia juga menguasai jurus teleportasi tingkat menengah. Wu Jin Ming masih merasakan hawa kehadirannya sebelum Ketua An terlihat di depannya.
"Kamu tidak bisa keluar dari sini tanpa seijinku." Ucapan Ketua An memang terdengar tenang namun itu sangat menjengkelkan bagi Wu Jin Ming.
Sebenarnya Wu Jin Ming telah berusaha untuk menghindari pertempuran, tetapi sepertinya itu tidak mungkin lagi. Ketua An yang tidak tahu terimakasih itu terlalu serakah. Dia menginginkan Wu Jin Ming untuk melakukan hal yang lebih bahkan memintanya untuk bekerja padanya.
"Tadinya aku masih menghormatimu, tapi karena kamu yang memulai, maka aku tidak akan sungkan lagi." Wu Jin Ming mengeluarkan pancaran energi dari telapak tangannya dan mengarahkannya pada Ketua An.
Ketua An juga mengeluarkan energi dan melakukan hal yang sama.
Duarr!
Sebuah ledakan dasyat terdengar ketika dua energi itu saling bertabrakan.
Wu Jin Ming kembali mengulanginya hingga berkali-kali, membuat ledakan demi ledakan terus menggema di pelataran Sekte Tiga Harimau.
Saat melawan Ketua An, Wu Jin Ming tidak mengerahkan seluruh kekuatannya.
"Rasakan ini!" Ketua Sekte bergerak maju dengan kekuatan penuh, tangannya mengepal membuat sebuah tinju besar dari energi yang dia keluarkan.
Wu Jin Ming melompat untuk menghindar dari tinju energi berwarna merah itu lalu melayang di udara.
Ketua An terperanjat melihat Wu Jin Ming yang ternyata memiliki kemampuan terbang.
Angela yang melihat pertarungan itu sejak awal pun tidak kalah terkejutnya.
"Aku sudah berbaik hati menolong kesusahanmu, namun sifat tamakmu ini tidak bisa aku maklumi lagi. Sekarang terima hukumanmu!" Wu Jin Ming sudah benar-benar kehilangan kesabarannya.
Wu Jin Ming tidak ingin membuhuh Ketua An, dia hanya ingin laki-laki tua itu kehilangan kemampuan beladirinya. Berbeda dengan seorang siluman, seorang manusia biasa sepertinya akan sangat sulit untuk mengembalikan tingkatan kultivasi yang dimilikinya saat ini, setelah menerima gelombang energi pemusnah jiwa yang akan di keluarkan oleh Wu Jin Ming. Bukan hanya dia saja yang akan menerima efeknya namun juga seluruh anggota sekte yang berada dalam jangkauan gelombang energi itu.
"Mungkin kamu bisa terbang, tapi belum tentu kamu lebih hebat dariku!" Ketua An masih merasa dirinya lebih hebat dari Wu Jin Ming.
Dia kembali melemparkan bola-bola energi ke arah di mana Wu Jin Ming berada. Kedua tangannya bergantian melemparkan energi dengan tempo yang cukup cepat. Tidak hanya itu saja, Ketua An juga meningkatkan pagar pelindung yang seluruh menutupi area di mana sekte itu berdiri.
__ADS_1
Tidak puas dengan serangannya yang terus dihindari oleh Wu Jin Ming, Ketua An pun memanggil Angela untuk datang membantunya.
Kini Wu Jin Ming menerima dua serangan dari mereka berdua.
Malam sudah semakin larut, Wu Jin Ming merasa main-mainnya sudah cukup. Dia ingin segera mengakhirinya karena jika Rubby terbangun, dia pasti akan kebingungan mencarinya. Mantra pelindung membuatnya terhindar dari serangan musuh, dan menghisap seluruh energi yang menyerangnya itu.
Tangan Wu Jin Ming dia rentangkan ke samping lalu perlahan naik ke atas hingga kedua telapak tangannya bertemu. Beberapa saat kemudian, kedua telapak tangannya direnggangkan lalu muncullah bola cahaya raksasa. Bola api itu terus membesar seiring tangan Wu Jin Ming yang dibuka semakin lebar.
Ketua An dan Angela membelalakkan matanya melihat bola cahaya besar itu. Mereka belum pernah melihat kekuatan jenis ini sebelumya. Perasaan mereka merasakan jika ini bukan pertanda yang baik.
Setelah bola cahaya itu berukuran sesuai keinginannya, Wu Jin Ming mulai menggerakkannya ke depan dan menjatuhkannya ke bawah.
Bummm!
Bola cahaya itu meledak, tetapi tidak menimbulkan suara keras, hanya kelombang yang ditimbulkannya cukup membuat bumi bergetar.
Bukan itu saja, energi yang dipancarkan dari gelombang itu langsung memperlihatkan efeknya pada siapa saja yang tersentuh olehnya.
Dari seluruh penjuru terdengar suara jerit memilukan semua orang yang terkena jurus pemusnah jiwa.
Ketua An semakin tidak menyangka jika bukan hanya dia dan Angela saja yang merasakan jurus ini. Mereka berdua saling berpandangan terpukau dengan kehebatan jurus Wu Jin Ming. Dengan sisa-sisa rasa sakit yang seakan membuat tubuh mereka remuk, mereka mengatur siasat untuk kembali menyerang Wu Jin Ming secara bersama-sama.
Berkali-kali Ketua An dan Angela memusatkan pikiran untuk mengeluarkan energi spiritualnya, namun mereka selalu gagal melakukannya.
Ketua An tampak kesal, dia terus melihat kedua tangannya yang tidak lagi mampu mengeluarkan kekuatannya. Begitu juga Angela, dia pun tidak mempunyai kemampuan untuk itu lagi.
Wu Jin Ming tersenyum melihat wajah kesal keduanya.
"Hahaha! Itu hukuman untuk orang tamak seperti kalian. Mungkin setelah ini akan menjadi hari-hari yang sulit untuk kalian. Bersiaplah untuk itu!" Setelah mengatakan itu, Wu Jin Ming turun daei posisi terbangnya dan berpijak di bumi.
"Apa yang terjadi padaku?" Raut muka panik tergambar jelas di wajah Ketua An, dia takut jika Wu Jin Ming menyerangnya tiba-tiba.
"Aku sudah memusnahkan ilmu tenaga dalam kalian," jawab Wu Jin Ming sambil berjala meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Ketua An dan Angela tidak dapat berbuat apa-apa lagi dan membiarkan Wu Jin Ming meninggalkan sekte itu.
"Tuan! Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Angela.
Ketua An berpikir sebentar.
"Kita periksa semua orang yang terkena imbas dari kekuatan Tiger!" seru Ketua An, berjalan lebih dulu meninggalkan Angela.
Di tempat lain.
Wu Jin Ming memakai jurus terbangnya dan melakukannya dengan kecepatan tinggi. Pikirannya selalu berada di rumah. Pasti Rubby sangat khawatir saat terbangun dan tidak mendapati dirinya.
Meskipun di sepanjang perjalanannya seseorang bisa melihat bayangannya, namun mereka tidak bisa merasakan hawa kehadirannya.
Wu Jin Ming kembali menambah kecepatannya dan berharap untuk bisa segera sampai di rumah.
Hatinya merasa lega saat sampai di kamarnya, Rubby masih tertidur dengan nyenyaknya. Mengingat hari sudah sangat malam, Wu Jin Ming segera menyusul Rubby untuk tidur di sampingnya.
"Darimana?!" tanya Rubby.
Jantung Wu Jin Ming berdebar-debar saat tiba-tiba mendengar pertanyaan Rubby.
"Kamu belum tidur, Sayang?" Wu Jin Ming balik bertanya agar Rubby melupakan pertanyaannya, tapi sepertinya itu tidak mungkin.
"Jangan mengalihkan pembicaraan! Aku tanya kamu dari mana saja?" Rubby mengulang pertanyaannya.
Wu Jin Ming terlihat kebingungan untuk merangkai kata-kata. Jika dia menyebutkan nama Angela dalam ceritanya pasti Rubby akan semakin marah. Alhasil, sampai beberapa menit berlalu, Wu Jin Ming belum juga mengeluarkan kata-kata.
"Tuh, kan kamu menyembunyikan sesuatu! Hiks! Jangan bilang kamu habis keluar untuk menemui seseorang!" Rubby terlihat sangat kesal.
****
Bersambung ....
__ADS_1