TIGER WU

TIGER WU
TAMU TAK DI UNDANG


__ADS_3

Wu Jin Ming mematikan kompornya lalu memindahkan seluruh isinya ke dalam dua piring.


"Sayang, kamu makan saja! Biar aku lihat ke depan." Meletakkan piring di atas meja.


"Pergilah! Tapi jangan lama-lama! Aku ingin Kak Wu menemaniku makan," ucap Rubby manja.


"Aku akan segera kembali."


Dengan langkah cepat Wu Jin Ming berjalan meninggalkan ruang makan. Benar-benar hari yang sangat sibuk dan melelahkan. Baru saja ingin bersantai sudah ada lagi yang datang untuk menggangunya.


Salah seorang pelayan yang masih berjaga di depan pintu segera membukakan pintu untuk Wu Jin Ming. Terlihat seorang laki-laki dan perempuan berdiri di teras membelakangi pintu. Menurutnya ini sangat aneh karena baru segelintir orang yang tahu rumah baru Wu Jin Ming.


"Ehheemm!" Wu Jin Ming berdehem agar kedua orang itu menyadari kedatangannya.


Mendengar suara deheman Wu Jin Ming, kedua orang itu berbalik dan berjalan untuk mendekat. Sesampainya di hadapan Wu Jin Ming kedua tamunya itu langsung menjatuhkan diri untuk memberi hormat.


"Bangunlah! Rubby pasti akan senang dengan kedatangan kalian. Ayo ikut aku!"


Kedua orang tamu yang sangat di kenalnya itu berjalan mengikuti Wu Jin Ming ke ruang makan di mana Rubby sekarang berada. Sepanjang perjalanan ke ruang makan kedua tamu itu merasa kagum dengan rumah baru milik Wu Jin Ming dan Rubby. Rumah itu sangat besar dan luas dengan desain yang sangat elegan.


Rubby sudah menghabiskan kwetiau goreng miliknya meskipun sebelumnya dia bilang ingin makan di temani oleh Wu Jin Ming. Selera makannya hari ini benar-benar luar biasa, dia masih melirik sepiring kwetiau goreng milik Wu Jin Ming. Bibirnya terus bergerak namun dia tidak berani memakannya dan hanya melihatnya saja tanpa berkedip.


"Kamu makan saja kalau masih lapar! Aku memang khusus memasakkannya untukmu."


Wajah Rubby berbinar senang namun baru saja akan menyendok makannya dia kembali melihat pada sosok orang yang berdiri di belakang Wu Jin Ming. Rubby meletakkan sendoknya lalu berdiri menghampiri sahabat yang sangat di rindukannya itu. Bella.


"Terimalah hormat kami Yang Mulia!"


Panglima Dao dan Bella berlutut di hadapan Rubby. Penampilan Bella sudah banyak berubah. Aura energinya membuat kulit dan wajahnya tampak lebih bersinar.


"Hormat tidak di terima! Jangan bangun kalian!" ucap Rubby sengaja menggoda Bella.

__ADS_1


"Kok, gitu sih, By! Apakah kamu sudah melupakanku sebagai teman?" gerutu Bella namun masih berada di posisi yang sama.


Kedudukan Rubby sangatlah tinggi di hadapannya, dia tidak mungkin mengabaikan apapun yang menjadi perintahnya meskipun itu hanya bercanda.


"Rubby!" seru Wu Jin Ming sambil mendelik kesal melihat keisengan istrinya itu.


"Iya... iya... Tuan Suami Tampanku yang super buaikk!" masih saja Rubby bertingkah. "Kalian berdua bangunlah! Mau makan apa? Minta pada pelayan jangan minta padaku atau pada suamiku!"


"Mana berani aku minta pada Yang Mulia Putri Virs yang galak dan jutek ini," sahut Bella.


"Hahahaha!" Rubby dan Bella tertawa bersama lalu saling berpelukan untuk melepas rindu.


Keberadaan Wu Jin Ming dan panglima Dao seolah tidak terlihat oleh mereka berdua. Kedua wanita itu terlalu asik mengobrol sambil duduk bersantai di ruang keluarga. Rubby telah melupakan kwetiau goreng yang tadi hampir dia makan.


"Rubby! Kwetiaunya masih mau kamu makan tidak?!" teriak Wu Jin Ming dari meja makan.


"Tidak! Kamu makan saja, Sayang!" jawab Rubby sambil berteriak tanpa beranjak dari tempatnya.


"Duduklah panglima Dao! Biar pelayan menyiapkan makanan untukmu. Aku makan duluan, ya! Keburu dingin makananku." Wu Jin Ming mulai menyendok makannya.


"Hmm!" angguk Wu Jin Ming sambil mengunyah makanannya.


Kwetiau buatannya sangat biasa saja bahkan sedikit keasinan. Wu Jin Ming heran kenapa Rubby tadi sangat menyukainya. Menurutnya ada dua kemungkinan kalau tidak untuk menyenangkan hatinya, kemungkinan lain yaitu lidahnya mengalami masalah.


'Ahh, tidak... tidak... pasti ini gara-gara ngidam saja.' Wu Jin Ming berusaha membuang pikiran buruknya.


Di ruang keluarga Rubby meminta Bella untuk menunjukkan kemampuannya setelah berlatih di kerajaan Ratu Ivo. Saat ini Bella merupakan salah satu prajurit di kerajaan Ratu Ivo. Dia merasa betah tinggal di sana dan enggan kembali ke dunia manusia.


Orang tua dan seluruh keluarganya tinggal di luar negeri dan jarang sekali pulang. Meskipun mereka memanjakan Bella dengan harta yang berlimpah namun dia tidak pernah bahagia. Setiap hari Bella selalu merasa kesepian.


"Kamu tidak sedang naksir seseorang kan, Bell!" ledek Rubby sambil menyenggol bahu Bella.

__ADS_1


Mendapatkan pertanyaan itu Bella bingung mau menjawab apa. Wajahnya yang bersemu merah sudah cukup membuktikan jika Bella benar-benar menyimpan perasaan pada seseorang. Bisa di tebak siapa orang itu, Panglima Dao.


"Tidak usah malu padaku, Bella. Aku tahu jika kamu naksir sama Panglima...."


Ucapan Rubby terpotong karena Bella sudah membekap mulutnya sambil melotot. Jantungnya berdetak kencang karena takut jika Wu Jin Ming dan Panglima Dao mendengarnya. Bukan Rubby namanya kalau tidak usil merasa sesak dengan bekapan tangan Bella, Rubby pun menggigitnya.


"Aauu! Sakit tauk...! Hufff... hufft... huftt!" Bella meniup tangannya yang terasa sakit akibat gigitan Rubby.


"Siapa suruh seenaknya membekap mulut orang? Mau lagi? Sini aku gigit lebih kenceng!" Membuka mulutnya sambil pura-pura mengejar tangan Bella.


"Iiihh! Kamu pikir tanganku daging panggang apa? Bisa-bisa sepulang dari sini aku terkena tetanus akut," sahut Bella kesal.


"Salah siapa kamu berlaku tidak sopan padaku. Bahkan aku bisa memberimu hukuman yang lebih berat dari itu." Rubby bicara dengan gaya sombongnya.


"Ampun Yang Mulia, hamba tidak berani lagi. Tapi ingat Yang Mulia jika mulut Anda lemes, bukan cuma aku bekap lagi tapi aku bungkam pakai lakban!"


"Yee, prajurit kurang ajar, ya, kamu! Depannya sih, enak, lha belakangnya hhiii!" Rubby bergidik lalu mengangkat bahunya.


"By! Ada makanan tidak? Aku laper, nih! Tadi aku baru saja selesai menjalankan misi lalu mampir ke sini."


"Minta saja pada pelayan makanan apa yang kamu sukai. Ayok!"


Rubby dan Bella berjalan menuju Ruang makan sambil bersendau gurau. Ada saja hal-hal yang membuat mereka bertengkar kecil ataupun saling sikut. Semua itu tidak luput dari tatapan Wu Jin Ming dan Panglima Dao.


"Lihat mereka! Tingkahnya sama seperti anak-anak yang sedang berebut mainan dan saling bersaing untuk sesuatu yang tidak jelas," ungkap Wu Jin Ming pada Panglima Dao.


Mendengar perkataan Wu Jin Ming yang terkesan melucu, Panglima Dao menutup mulutnya sambil menahan tawa.


"Apa yang kalian bicarakan? Kalian tidak sedang menggunjingkan kami, kan?"


Wu Jin Ming dan Panglima Dao saling pandang. Mereka menduga-duga apakah Rubby dan Bella mendengar percakapan mereka tadi.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2