
Pak Feng mencoba berpikir sejenak untuk menyusun kata-katanya. Sebagai penduduk asli Desa Palei yang berdekatan dengan Desa Yao, pak Feng sangat mengenal Desa itu. Desa penuh misteri yang memiliki penduduk campuran dari mutasi manusia dan siluman.
"Penduduk Desa Yao sebagian berubah menjadi siluman dan kehilangan sifat manusianya. Gelombang bunga iblis akan memanggil manusia untuk datang kepadanya dan menjebaknya. Manusia yang terkena racun energi bunga itu akan berubah menjadi kupu-kupu. Racun itu seperti penyakit kambuhan yang tidak bisa diobati." Pak Feng bercerita panjang lebar pada Rubby dan Wu Jin Ming.
"Jadi seperti itu. Manusia yang terkena racun bunga iblis akan menjadi kupu-kupu dan tidak bisa lepas dari kendali racun itu. Apakah racun itu tersebar melalui udara?" tanya Wu Jin Ming.
"Tidak! Racun itu berada di dalam nektar bunga iblis. Racun itu tidak akan masuk ke tubuh manusia tanpa manusia itu sendiri yang menyentuhnya."
"Kenapa manusia itu masih menyentuhnya jika dia sudah tahu akan menjadi kupu-kupu yang rapuh setelahnya?" Wu Jin Ming masih merasa penasaran.
Pak Feng menarik nafas dalam lalu kembali menghembuskannya perlahan sebelum menjawab pertanyaan Wu Jin Ming.
"Gelombang energi bunga iblis mempengaruhi pikiran manusia yang terpanggil olehnya. Mereka yang masuk dalam lingkaran energi gelombang itu akan merasakan putus asa dan gelisah akan sesuatu hal yang tidak pernah terjadi pada mereka."
"Apakah mereka seperti sedang mengalami halusinasi?"
Wu Jin Ming mencoba menduga-duga.
"Benar! Benar begitu!" angguk pak Feng.
Pak Feng menunjukkan kamar untuk mereka berdua untuk beristirahat. Rubby dan Wu Jin Ming merasa berterima kasih karena pak Feng menyambutnya dengan baik di sana. Wu Jin Ming tidak langsung beristirahat melainkan meminta ijin untuk pergi ke kamar mandi.
Kamar mandi di rumah itu berada di luar rumah. Bangunannya cukup luas namun sangat sederhana sekali. Air yang masuk ke sana berasal dari pegunungan yang dialirkan melalui pipa.
__ADS_1
Mandi terasa menyegarkan setelah lelah beraktifitas seharian.
"Lama banget, sih!" seru Rubby ketika Wu Jin Ming telah selesai mandi.
Rupanya Rubby menungguinya di luar karena ingin pipis.
"Kalau mandi, ya, sekalian yang bersih lah!" jelas Wu Jin Ming tak terima.
"Iya! Awas, Kak! Minggir dulu! Dah kebelet nih!" Rubby menggeser tubuh Wu Jin Ming agar bisa lewat.
Wu Jin Ming berjalan beberapa langkah tapi sudah terdengar teriakan Rubby kembali memanggilnya.
"Kak Wu! Tunggu aku di luar!" teriak Rubby dari dalam kamar mandi.
"Astaga! Kenapa minta di tungguin, Sayang?" Wu Jin Ming heran dengan sikap Rubby yang tiba-tiba manja.
Tidak ingin berdebat dan membuat keributan di rumah orang, Wu Jin Ming memilih menuruti keinginan Rubby.
Sambil menunggu Rubby selesai mandi, Wu Jin Ming berjalan untuk melihat-lihat pemandangan di sekitar rumah pak Feng. Jarak antara rumah yang satu dengan yang lainnya masih berjauhan. Pekarangan penduduk juga masih luas. Banyak di antaranya yang ditanami dengan sayur mayur dan tanaman hias. Itu semakin menambah keindahan dan keasrian Desa Palei.
"Airnya seger bang... et...." Rubby celingukan mencari-cari Wu Jin Ming. Dia pikir suaminya itu meninggalkannya sendirian. Rupanya dia sedang termangu menatap keindahan sekitar rumah pak Feng.
"Untung saja aku belum berteriak. Tadi aku pikir tadi Kak Wu pergi ninggalin aku," ucap Rubby sambil memeluk Wu Jin Ming dari belakang.
__ADS_1
"Mana mungkin aku meninggalkanmu, Sayang. Aku tidak pernah ingkar janji." Tangan Wu Jin Ming menyentuh tangan Rubby yang melingkar di perutnya.
"Jangan pernah tinggalkan aku, Kak Wu! Jangan pernah berpaling karena aku tidak sanggup jika harus hidup tanpamu!"
Mendengar ucapan Rubby, Wu Jin Ming segera berbalik menghadapnya dan memandangi wajah Rubby yang masih sedikit basah setelah selesai mandi. Tangannya membelai wajah Rubby dan menatapnya dalam. Mereka berdua saling berpandangan dan merasa takut untuk kehilangan satu sama lain.
Entah kenapa tiba-tiba Rubby merasa jika mereka akan berpisah. Hatinya merasa gelisah saat ini.
"Ehemm!" seorang gadis muda kira-kira seumuran dengan Rubby muncul dari dalam rumah pak Feng.
Gadis itu melangkah mendekati Rubby dan Wu Jin Ming dengan tersenyum manis. Rambut panjangnya terikat ke belakang dan bajunya yang seksi menunjukkan lekuk tubuhnya yang padat berisi. Jalannya sedikit di buat-buat seperti seorang model yang sedang berjalan di atas catwalk.
Rubby dan Wu Jin Ming menatapnya tak berkedip. Tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran mereka. Pesona gadis itu membuat mereka tersihir dan tidak menyadari jika sudah berada di depan mereka.
"Hai! Namaku Feng Lu. Panggil saja Lu!" gadis itu memperkenalkan dirinya.
"Hai! Aku Rubby dan ini Tiger Wu!" ucap Rubby tidak ingin gadis itu menyentuh tangan Wu Jin Ming.
"Semoga kalian betah berada di sini. Aku permisi mau ke dapur dulu untuk memasak makan malam untuk kalian." Feng Lu terus melirik ke arah Wu Jin Ming dengan tatapan yang misterius.
"Terimakasih, Lu!" jawab Wu Jin Ming.
"Hmm." Feng Lu berjalan dengan gaya yang sama namun kali ini Wu Jin Ming memilih untuk menoleh ke arah lain. Sebelum masuk ke dalam rumah dia masih menoleh sekali ke belakang berharap Wu Jin Ming masih menatapnya.
__ADS_1
****
Bersambung.