TIGER WU

TIGER WU
GO HOME


__ADS_3

Setelah berpikir sejenak, Wu Jin Ming memutuskan untuk segera kembali ke alam manusia untuk mengabarkan apa yang terjadi di istana. Tapi sebelum itu, istana ini harus dilindungi dengan pagar gaib agar tidak bisa di tembus lagi oleh Zhu Zheng. Untuk memperkuat dinding pelindung itu, Wu Jin Ming membutuhkan bantuan kedua dewa yang lain.


Dewa Bintang Timur dan Dewa Gunung mengerti akan keinginan Wu Jin Ming. Mereka tidak ingin membuang banyak waktu lagi karena hari sudah hampir pagi. Formasi Tiga Dewa segera mereka bentuk untuk menciptakan dinding pelindung gaib yang menutupi seluruh istana Ratu Ivo.


Panglima Dao dan Bella merasa takjub saat melihat aksi ke-tiganya. Sungguh pemandangan luar biasa yang sangat langka. Formasi Tiga Dewa menampilkan efek cahaya yang berkilauan dan gelombang energi yang kuat di sekitar tempat itu.


"Panglima Dao, apa kita akan bisa sehebat itu?" tanya Bella dengan wajah polosnya.


"Aku tidak tahu.Tapi kita harus berusaha lebih kuat dari sebelumnya dengan rajin berlatih. Setiap tubuh memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan pada dasarnya mereka sudah memiliki dasar yang kuat untuk menjadi seorang kultivator tingkat atas."


"Apakah Rubby juga begitu?"


"Rubby itu bukan manusia biasa, Bella. Dia keturunan ras bidadari dan reinkarnasi Dewi Bulan yang sudah memiliki tulang dasar sebagai pendukung struktur tubuhnya. Kekuatan Dewi di dalam tubuhnya bisa memurnikan energi alam sebelum terserap dan tersimpan di dalam dantuannya. Sedangkan kamu butuh latihan setidaknya satu tahun lagi untuk membentuk struktur tubuhmu."


"Astaga! Apakah itu tidak bisa dipercepat?" Bella menunjukkan wajah kecewanya.


"Bisa."


Jawaban Panglima Dao membuatnya tersenyum senang.


"Kita bisa mengkonsumsi pil-pil tertentu yang bisa mempercepat pembentukan tulang dan otot serta penyempurnaan struktur meridian. Tapi itu sangat mahal."


Mendengar kata 'mahal', senyum di wajah Bella perlahan memudar.


"Sepertinya harapanku untuk menjadi kuat dalam sekejap harus aku kubur dalam-dalam. Fiuhhh!" Bella menghembuskan nafas kasar ke wajahnya sendiri.


"Kita berusaha semampu kita!" ucap Panglima Dao sambil menepuk bahu Bella dengan lembut.


Mereka saling berpandangan untuk beberapa saat. Semakin hari, rasa cinta di antara keduanya semakin bertambah layaknya seperti pasangan baru yang sedang di mabuk cinta. Tidak ada yang bisa membuat mereka berpaling saat ini hingga tanpa mereka sadari Formasi Tiga Dewa sudah selesai membuat dinding pelindung.


"Ehemm!" Wu Jin Ming berdehem ketika mereka berdua belum juga menyadari kedatangannya.


Bella dan Panglima Dao terlihat kikuk dan salah tingkah saat mereka tertangkap basah sedang bertatapan mesra.


"Yang Mulia, kami siap menerima perintah!" seru Panglima Dao dan Bella, berlutut di hadapan Wu Jin Ming.

__ADS_1


"Istana ini sudah kami beri pelindung gaib yang tidak akan di tembus oleh kekuatan apapun. Sebaiknya kalian ikut kami untuk menjemput Ratu Ivo. Bawa pasukan seperlunya saja dan perintahkan yang lain untuk membereskan kekacauan ini!" perintah Wu Jin Ming pada Panglima Dao.


"Baik, Yang Mulia!"


Panglima Dao memanggil seorang prajurit dan menyampaikan apa yang diperintahkan oleh Wu Jin Ming.


Setelah mereka menerima perintah dengan jelas, Panglima Dao kembali ke hadapan Wu Jin Ming bersama sepuluh orang prajurit dan bersiap untuk berangkat menuju kediamannya untuk menjemput Ratu Ivo.


Dewa Gunung dan Dewa Bintang Timur tidak lagi menyertai mereka karena keadaan sudah aman. Mereka memutuskan untuk langsung kembali ke istana langit. Tubuh mereka juga membutuhkan istirahat setelah banyak sekali kehilangan energi.


Wu Jin Ming dan Panglima Dao pergi ke dunia manusia setelah melepas kepergian Dewa Gunung dan Dewa Bintang Timur serta mengucapkan banyak terimakasih untuk mereka.


Bella diperintahkan untuk tetap tinggal di istana langit membantu para prajurit lain untuk membersihkan istana.


Mereka pergi ke dunia manusia dengan teleportasi hingga membuat jarak dan waktu tidak ada artinya lagi bagi mereka. Dalam waktu sekejap mereka sudah sampai di alam manusia. Mereka tiba di halaman rumah Wu Jin Ming dan Rubby.


"Rubby dan Ibu mertua pasti sedang tidur," gumam Wu Jin Ming lirih namun masih terdengar oleh Panglima Dao.


Sebagai pemilik rumah, Wu Jin Ming berjalan paling depan untuk memimpin yang lainnya.


Tidak ingin mengganggu ketenangan seisi rumah, Wu Jin Ming pun membuka kunci pintu rumah dengan kekuatannya.


"Siapa di sana?!" teriak Rubby yang terbangun dengan setengah sadar.


Rupanya dia tertidur di sofa ruang tamu ketika menunggu kedatangan Wu Jin Ming.


"Ini aku, Sayang." Wu Jin Ming pergi menyalakan lampu dan berjalan menghampiri Rubby yang masih mengerjap-ngerjapkan matanya karena masih mengantuk.


"Kak Wu! Hoaaammm! Jam berapa sekarang?" Posisi Rubby memang terduduk namun dia kembali menutup matanya yang terasa lengket.


"Emm...." Wu Jin Ming melirik jam dinding yang ada di ruangan itu.


"Pukul dua lewat limabelas menit."


"Pantas, aku masih ngantuk banget." Rubby kembali menjatuhkan tubuhnya di sofa karena tidak sanggup lagi menahan rasa kantuknya.

__ADS_1


Ratu Ivo berjalan menghampiri mereka sebelum Wu Jin Ming membangunkannya. Sebagai seorang kultivator tingkat atas, dia manpu merasakan hawa energi yang dia kenali. Di dalam tubuh Panglima Dao juga terdapat tanda kesetiaan yang terikat di sana. Hawa kehadirannya sudah bisa dirasakan oleh Ratu Ivo dari jarak yang sangat jauh sekalipun.


"Selamat malam, Ibu Ratu!" Wu Jin Ming memberi hormat pada ibu mertuanya.


"Diberkatilah, kalian semua. Terimakasih telah membantuku mengusir pengacau itu."


Walaupun tanpa diceritakan, Ratu Ivo sudah melihat semua yang terjadi dari cermin ajaibnya.


"Maafkan kami, Ibu. Ada beberapa kerusakan yang timbul akibat pertarungan. Kami tidak bisa menghindari hal itu. Banyak pula prajurit yang gugur sebelum kami datang ke sana," sesal Wu Jin Ming.


"Setiap pertarungan pasti menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Itu sudah hukum alam. Tidak ada yang perlu disesali justru aku harus berterima kasih kepada kalian semua."


"Itu bukan hal yang besar, Ibu."


Ratu Ivo tersenyum pada Wu Jin Ming lalu beralih melirik Rubby yang kembali tertidur.


"Aku harus segera kembali ke istana. Bawa putriku ke kamarnya, sejak tadi dia tidak bisa tidur karena memikirkanmu." Ratu Ivo berjalan mendekati Rubby, mengusap kepalanya lalu mengecup keningnya sekilas.


Wu Jin Ming mengangguk pelan.


"Aku akan lebih baik dalam menjaganya, Ibu. Jangan khawatirkan kami!" ucap Wu Jin Ming melihat kesedihan di mata Ratu Ivo saat akan berpisah dengan putrinya.


"Aku titipkan dia padamu. Maafkan sifatnya yang kekanak-kanakan dan etikanya yang kurang di jaga."


Ratu Ivo berpesan pada Wu Jin Ming.


"Dia adalah bagian dari diriku, Ibu. Aku tidak pernah merasa keberatan dengan apa yang ada padanya karena kami berdua saling melengkapi."


Ratu Ivo terlihat sangat senang mendengar ucapan Wu Jin Ming.


Setelah mengatakan itu, dia dan Panglima Dao beserta prajuritnya pergi meninggalkan kediaman Wu Jin Ming dan Rubby.


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2