
Wu Jin Ming masuk untuk yang pertama kalinya diikuti oleh Rubby dan Dewi Lamora. Dewa Langit memperhatikan dengan serius perubahan yang terjadi pada kolam-kolam yang telah dimasuki oleh mereka bertiga. Permukaan air kolam yang tadinya beriak kini mulai tenang kembali.
Kolam harum wangi dahulu berwarna bening dan jernih. Warnanya semakin keruh seiring dengan banyaknya Dewa Dewi yang masuk dan dihakimi di sana. Mereka keluar dari dalam kolam dengan keadaan yang berbeda-beda.
Dewa dengan ras campuran yang sering kali menjadi korban keganasan kolam harum wangi. Sifat binatang dalam diri mereka memicu sebuah ambisi dan kejahatan. Hal itu membuat mereka sulit keluar hidup-hidup dari sana. Tulang belulang yang menumpuk di dalam ruangan itu menjadi saksi jika kolam harum wangi adalah seberat-beratnya hukuman.
Jika seseorang yang bersalah bisa keluar dari sana dengan selamat, bisa dipastikan dia keluar seperti layaknya seorang bayi yang tidak bisa apa-apa. Mereka berubah wujud menjadi ras asal yang paling dominan dalam diri mereka. Kebanyakan dari mereka kehilangan wujud Dewanya dan menjadi siluman biasa yang membuat mereka terusir dari istana langit.
"Yang Mulia! Lihat itu!" seru Dewa Kebijaksanaan ketika melihat kolam yang merendam tubuh Rubby berubah warna menjadi semakin jernih.
"Sudah aku duga jika hatinya sangat suci," ucap Dewa Langit sambil manggut-manggut dan memegangi jenggotnya yang panjang.
Tidak lama berselang dari dalam kolam milik Rubby, muncul banyak sekali gelembung udara yang menandakan si penghuni kolam itu akan segera keluar dari sana. Permukaan air pun mulai beriak dan bergelombang. Tubuh Rubby muncul dan terangkat ke atas dalam posisi berdiri tegak dengan mata yang terpejam.
Tubuhnya melayang di udara dengan keadaan basah kuyup. Air kolam meneter dari ujung kaki dan tubuhnya yang menjuntai ke bawah. Semerbak aroma wangi menyeruak dari dalam tubuhnya.
Perlahan mata Rubby mulai terbuka dan melihat sekeliling. Merasa dinginnya air yang membasahi tubuhnya, Rubby segera mengangkat salah satu kakinya dan merentangkan kedua tangannya. Dagunya sedikit terangkat dan menengadah ke langit.
Dengan gerakan yang sangat cepat, Rubby memutar tubuhnya di udara agar pakaian dan tubuhnya menjadi kering. Dia seperti gangsing yang berputar dengan poros salah satu kakinya. Hanya dalam waktu beberapa detik saja pakaian, rambut dan tubuhnya sudah kembali seperti ketika belum masuk ke dalam kolam.
Merasa proses untuknya telah selesai, Rubby turun dan menghadap Dewa Langit. Dia membungkuk dan melipat dan menyatukan kedua tangannya seperti yang biasa Wu Jin Ming lakukan ketika memberi hormat pada seseorang yang dia hormati.
"Salam hormat Yang Mulia!" ucap Rubby.
"Bangunlah! Mari kita menunggu Dewa Perang Harimau Suci dan Dewi Lamora menyelesaikan proses penghakiman kolam harum wangi!" ajak Dewa Langit.
__ADS_1
Rubby berdiri di samping Dewa Langit dengan perasaan yang tidak menentu. Hatinya harap-harap cemas menantikan Wu Jin Ming keluar dari dalam kolam harum wangi. Ini pertama kalinya, Rubby masuk ke kolam mengerikan itu.
Melihat kolam yang merendam tubuhnya berubah, Rubby merasa heran. Dia berharap itu pertanda baik baginya.
Dewa Langit menangkap kecemasan dan keheranan di wajah Rubby. Mungkin memang sebaiknya dia tidak perlu banyak tahu dulu agar hatinya menjadi tenang. Biarlah Wu Jin Ming yang menjelaskan semuanya jika mereka kembali dipersatukan.
Dari dalam kolam Wu Jin Ming muncul beberapa kelopak teratai putih. Air di kolam miliknya juga berubah menjadi jernih. Binar kebahagiaan muncul di wajah Dewa Langit. Rubby ikut tersenyum dipaksakan meskipun dia tidak tahu apa arti senyuman Dewa Langit.
"Dewa Perang Harimau Suci!" pekik Dewa Langit ketika tubuh Wu Jin Ming menyembul keluar dengan sangat bercahaya.
Tidak seperti Rubby, tidak ada air sama sekali yang menempel di tubuh Wu Jin Ming. Itu adalah hal di luar nalar yang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Tubuh Wu Jin Ming melayang di udara dan semakin memancarkan cahaya yang sangat terang.
Setelah keluar dari dalam kolam harum wangi, Wu Jin Ming mencapai tingkat sempurna sebagai Dewa dan siluman harimau. Rambutnya yang semula hitam legam kini berubah menjadi putih berkilau. Ketampanannya meningkat beberapa tingkat dengan energi yang terasa menekan ke segala penjuru.
"Dia... dia...." ucap Rubby terbata-bata melihat perubahan wujud Wu Jin Ming.
"Apa... dia akan terus menjadi seperti itu jika berubah wujud?" tanya Rubby.
"Tentu saja. Tetapi dia bisa berubah sesuai keinginannya." Dewa Langit kembali menatap Wu Jin Ming dengan tatapan penuh kebanggaan.
Setelah membuka matanya, Wu Jin Ming mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Orang pertama yang dia cari adalah Rubby. Senyumnya mengembang ketika melihat Rubby telah berdiri dalam keadaan baik-baik saja di sisi Dewa Langit.
Kaki telanjang Wu Jin Ming berjalan di udara meninggalkan hologram mantra yang begitu indah dari bekas pijakannya. Mantra itu baru menghilang ketika muncul hologram mantra yang baru, begitupun seterusnya. Dia termasuk Dewa yang sangat istimewa, dalam seratus ribu terakhir hanya ada satu Dewa yang memiliki kemampuan seperti yang di miliki oleh Wu Jin Ming. Di alam manusia pijakan mantra Wu Jin Ming akan menimbulkan ledakan yang sangat dahsyat jika tidak dikontrol dengan baik.
Sepuluh langkah saja di atas gunung berapi akan membuat gunung itu bergetar dan memuntahkan seluruh isinya.
__ADS_1
"Salam hormat Yang Mulia!" Wu Jin Ming memberi hormat pada Dewa Langit.
"Bangunlah! Aku sangat bangga padamu Dewa Perang Harimau Suci. Kolam harum wangi membuat energi negatif dari dalam tubuhmu menghilang. Aku mengucapkan selamat untuk wujud sempurnamu ini."
"Terimakasih Yang Mulia!" sekali lagi Wu Jin Ming menyatukan kedua telapak tangannya di hadapan Dewa Langit.
"Hmm. Mari kita tunggu dan kita lihat apa yang terjadi pada Dewi Lamora!" seru Dewa Langit.
Kini tinggal Dewi Lamora saja yang belum keluar. Kolam tempatnya bersemayam pun tidak menunjukkan pergerakan. Permukaan airnya masih terlihat sangat tenang.
Mereka tidak berharap sesuatu yang buruk menimpa Dewi Lamora namun kebenaran dan keadilan harus ditegakkan. Setelah waktu berjalan beberapa saat, permukaan air di kolam Dewi Lamora mulai bergejolak. Air di dalam kolam itu mendidih mengeluarkan aroma anyir yang menyeruak memenuhi ruangan.
Semoga yang ada di ruangan itu berlomba-lomba menutup hidungnya dengan ujung lengan baju yang mereka kenakan. Para dayang yang ikut menyaksikan kejadian itu merasa ngeri. Mereka berharap jika Dewa Langit akan mengampuni mereka setelah ini.
Dari dalam kolam Dewi Lamora mulai timbul gelembung udara. Itu menandakan jika dia masih hidup dan bernafas. Beberapa saat kemudian muncullah seekor ular phyton berukuran sedang dari dalam kolam wangi tempat Dewi Lamora berendam.
Kebenaran terungkap. Dalam masalah ini, Dewi Lamora dinyatakan bersalah. Dia kehilangan wujud dewinya dan berubah menjadi siluman ular sepenuhnya. Kini dia benar-benar tidak berdaya dengan wujudnya yang tanpa memiliki kemampuan apa-apa layaknya seperti seorang bayi yang baru dilahirkan.
"Apa... apa yang terjadi padanya?" Rubby merasa penasaran dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"Dia masih beruntung, Rubby! Saat ini dia tidak mati dan menjadi tulang belulang. Hanya saja dia tidak bisa menjadi seorang Dewi lagi dan tinggal di istana langit. Dia kini hanyalah seorang siluman ular biasa yang butuh ribuan tahun untuk mencapai bentuk sempurna."
"Kasihan sekali," seru Rubby tulus.
Wu Jin Ming dan Dewa Langit saling berpandangan. Setelah apa yang Dewi Lamora lakukan padanya, Rubby masih saja memiliki rasa empati padanya. Ras bidadari dalam tubuhnya membuat sifat welas asih mendominasi hati dan pikirannya.
__ADS_1
****
Bersambung...