TIGER WU

TIGER WU
CEMBURU


__ADS_3

Wu Jin Ming dan Panglima Ang berhenti di depan gapura Kerajaan Harimau Suci. Untuk kali ini dia tidak ingin masuk ke dalam istana karena Rubby tidak bersamanya. Sebelum pergi, Wu Jin Ming juga membagi sedikit api suci dan energi seribu bulan dari teratai emas untuk Panglima Ang.


Tidak ingin Rubby mengkhawatirkannya, Wu Jin Ming harus segera kembali ke dunia manusia. Panglima Ang mengerti, dia akan melaksanakan tugasnya dan terus berpatroli untuk menjaga keamanan di seluruh wilayah kerajaan. Cepat atau lambat Zhu Zheng memang akan menyerang kerajaannya yang jelas saat ini dia sedang mengumpulkan pasukan dan memburu energi jiwa untuk memperkuat dirinya.


Saat Wu Jin Ming sampai di dunia manusia, waktu sudah menunjukkan jam tiga sore. Tanpa masuk dulu ke dalam rumah, dia langsung mengambil mobil dan melakukannya menuju ke agensi karena sebentar lagi Rubby akan selesai bekerja. Wu Jin Ming tidak ingin terlambat untuk menjemput Rubby.


Parkiran di gedung agensi masih sepi. Itu berarti jam kerja para pekerja yang ada di sana belum usai. Sebagai artis di agensi itu Wu Jin Ming bebas keluar masuk ke sana meskipun sedang tidak ada jadwal.


"Hai, Tiger!" sapa manager Lin ketika melihat kedua Wu Jin Ming.


"Hai, Kak Lin! Rubby-nya ada?" tanya Wu Jin Ming berbasa-basi.


"Ada, tuh! Lagi ngobrol sama Pak Direktur." manager Lin menunjuk ke meja Rubby.


Rupanya Alfon datang menyambangi meja kerja Rubby sore itu. Tidak ingin terlalu kentara jika sedang mendekatinya, Alfon beralasan untuk mendiskusikan sebuah pekerjaan. Ini adalah kesempatan bagus bagi Alfon karena Bryan Lee sedang mengurusi perusahaannya yang lain dan Tiger Wu sedang tidak ada jadwal hari ini.


Alfon tidak mengira jika Wu Jin Ming akan menjemput Rubby secepat ini. Dengan kedatangan Wu Jin Ming, Alfon merasa tidak leluasa lagi untuk mendekat ataupun mengobrol bersama Rubby. Rasanya dua jam duduk berhadapan dan saling mengobrol bersama Rubby belum cukup baginya.


"Selamat sore, Pak Direktur!" sapa Wu Jin Ming ketika telah sampai di hadapan mereka.


"Selamat sore, Ti... ger! Benar Tiger kan nama kamu?" tanya Alfon karena ini kali pertama dia bertemu secara langsung dengan Wu Jin Ming.


"Benar, Pak Direktur!"


"Panggil saja Alfon. Sepertinya kita sepantaran, biar lebih akrab."


"Tapi Anda kan Direktur di sini?" Wu Jin Ming merasa sungkan.


"Sudahlah! Tidak usah terlalu sopan padaku! Aku yang memintanya jadi tidak masalah."


"Em... baiklah Alfon!" akhirnya Wu Jin Ming memanggilnya dengan nama saja.


"Good!" Alfon mengacungkan jempolnya lalu beralih menoleh Rubby. "By, aku pergi dulu, ya! Aku tunggu laporannya besok pagi. Sekarang pulanglah! Kasihan Tiger jika menunggumu lama."

__ADS_1


"Thanks, Alfon!" jawab Rubby lalu segera mengemasi barangnya untuk bersiap pulang.


"Tiger! Aku duluan, ya!" seru Alfon sambil beranjak.


"Oke! Aku juga akan pulang setelah ini."


"Kapan-kapan kita hangout bareng, yukk!" ajak Alfon.


"Kamu atur saja. Asal bersama Rubby aku, sih, tidak masalah." Wu Jin Ming melirik ke arah Rubby.


Rubby yang telah selesai beres-beres hanya tersenyum menanggapinya.


Sebelum mereka pulang kru yang lain sudah pulang lebih dulu. Mereka bertiga berpisah di depan pintu. Wu Jin Ming dan Rubby berjalan menuju pintu keluar sedangkan Alfon masih harus kembali ke ruangannya.


Di dalam mobil Rubby mengendus-endus seperti kucing yang memastikan adanya formalin pada ikan di piringnya. Sepertinya ada aroma parfum lain di mobilnya. Bukan. Bukan di mobilnya melainkan di tubuh Wu Jin Ming.


"Aku mencium aroma wangi yang berbeda di tubuhmu. Apakah kamu memakai parfum baru?" tanya Rubby.


"Masa, sih?" Wu Jin Ming ikut mengendus-endus tubuhnya. Benar aroma para gadis siluman rubah tadi masih melekat di sana. Terutama aroma Luo Jing yang terus-terusan menempel padanya.


Wu Jin Ming merasa bingung untuk menjelaskan semua ini pada Rubby. Jika salah bicara sedikit saja pasti dia akan salah paham. Tiba-tiba Wu Jin Ming merasa kepalanya sedikit berdenyut.


"Kok, diam! Tuh, kan kan kan!" Rubby memutar tubuhnya ke arah lain sambil melipat tangannya di dada.


"Bukan... bukan begitu Rubby. Kamu salah paham. Tadi aku memang di peluk oleh gadis tapi aku tidak melakukan apapun padanya. Mereka saja yang terus menggodaku tapi... tapi... beneran aku tidak tergoda!" Wu Jin Ming mengangkat dua jarinya ke atas.


"Siapa gadis itu, Catherine?" tanya Rubby menyelidik.


"Bukan... dia kan sudah kamu pindah ke team lain."


"Lalu siapa? Kamu nggak selingkuh, kan?" Rubby terlihat hampir menangis.


"Dengarkan aku, Sayang! Aku cuma sayang dan cinta sama kamu saja, tidak ada yang lain. Kemarin, sekarang, besok dan selamanya hanya ada kamu di hidupku."

__ADS_1


Wu Jin Ming hendak meraih Rubby ke dalam pelukannya namun Rubby menolaknya. Dia mundur dan sedikit mendorong tubuh Wu Jin Ming. Rubby tidak suka bau wanita lain yang masih menempel di tubuh suaminya itu.


"Aku tidak mau bau perempuan itu menempel di tubuhku juga. Jika tubuhnya mengandung kuman bisa-bisa aku terkontaminasi olehnya!" ketus Rubby.


"Mereka bukan manusia, By! Mereka adalah siluman rubah. Tadi aku pergi ke negeri rubah untuk mengatasi masalah di sana. Pasukan Zhu Zheng sudah sampai di negeri itu. Sebagai seorang raja aku harus memastikan keamanan mereka."


"Lalu kenapa para gadis itu mengerubuti kamu? Apa mereka tahu jika kamu adalah seorang raja lalu mereka memintamu untuk menjadikannya selir?"


"Aku menyamar menjadi orang biasa, Sayang. Para ketua klan yang meminta mereka untuk menemaniku. Aku sama sekali tidak tertarik pada mereka. Percayalah!"


"Baik, anggap saja aku percaya. Apakah mereka cantik?" tanya Rubby masih bersikap dingin.


"Mau aku jawab jujur atau tidak?"


"Ya, jujur lah!" ketus Rubby.


"Menurut standar siluman mereka bisa dikatakan cantik apalagi yang bernama Luo Jing. Tubuhnya proporsional dengan dada yang sedikit besar. Tapi tetap kamu yang tercantik di dunia manusia dan siluman," ucap Wu Jin Ming sambil mencium kening Rubby.


"Kamu beneran tidak tertarik pada mereka, kan?"


Akhirnya Rubby memilih untuk percaya pada suaminya itu. Dia tidak ingin memperpanjang masalah ini. Selama ini Wu Jin Ming selalu berkata jujur dan belum pernah sekalipun dia membohonginya.


"Mana mungkin aku tertarik pada mereka sementara istriku lebih segala-galanya dari mereka. Kalau tidak percaya kamu tanyakan saja pada Panglima Ang. Seharian dia terus bersamaku."


"Jadi, kamu tidak sendirian? Kenapa tidak bilang dari tadi?"


Rubby mendongakkan wajahnya menatap Wu Jin Ming. Dia benar-benar tidak rela jika harus berbagi suami dengan wanita manapun. Tahu suaminya di peluk wanita lain saja dia sangat marah apalagi jika dia melakukan hal yang lebih dari itu, bisa-bisa air sungai di seluruh negeri menjadi kering karena amarahnya.


Suasana kembali kondusif. Tidak ada sikap dingin Rubby dan omelan-omelan tidak jelas darinya. Mobil mereka melaju santai membelah jalanan di sore itu.


"Kak Wu! Lihat itu!" tunjuk Rubby pada sebuah bukit yang mengeluarkan asap tebal seperti ada pembakaran lahan di sana.


Anehnya di bukit itu tidak terlihat api yang sedang berkobar. Walaupun mereka melihatnya dari jauh namun di sana terlihat jelas jika tumbuhan dan pepohonan di sana terlihat segar.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2