TIGER WU

TIGER WU
GEMBEL BERKELAS


__ADS_3

Wu Jin Ming mulai berpikir bagaimana cara menekan rasa mual di perut Rubby ketika dia tidak menyukai aroma yang dia cium. Dia mengingat-ingat ramuan herbal untuk itu. Tangannya memijit-mijit pangkal hidungnya karena merasa pusing. Tentu saja dia tidak tahu masalah seperti ini karena ini pertama kalinya dia menikah dan memiliki anak pertama.


Rubby terus mengamati apa yang dilakukan oleh Wu Jin Ming dan mengikutinya. Sekecil apapun gerakan yang dia lakukan Rubby terus mengikutinya bahkan ketika dia menoleh. Tapi sepertinya Wu Jin Ming tidak menyadari itu.


"Tetap saja aku belum menemukan solusi Sayang," ucap Wu Jin Ming dengan nada penuh penyesalan.


"Sudah! Nggak usah dipikirkan! Kamu kan cowok, mana ngerti masalah beginian. Biar aku tanya sama ibu aja!" ucap Rubby.


"Iya... ya! Kita juga perlu menyampaikan kabar gembira ini padanya," imbuh Wu Jin Ming.


"Kita ke sana aja. Sekalian numpang makan. Di rumah kita kan nggak ada apa-apa sekarang. Belanja sekalian nanti siang aja," ucap Rubby tersenyum licik.


"Kalau kamu mau, aku bisa belanja ke pasar sendiri pagi ini. Aku malu lah kalau kita numpang makan di tempat mertua. Harga diriku sebagai seorang suami bisa jatuh By!" Wu Jin Ming tidak setuju dengan ide Rubby.


"Aku cuma ingin makan di sana sambil curhat-curhat sama ibu. Mana mungkin lah aku bilang kalau di rumah sedang nggak punya sesuatu untuk di makan. Lagi pula... aku belum pernah sekalipun makan di sana." Rubby menundukkan wajahnya dan memasang muka sesedih mungkin agar Wu Jin Ming bersedia menuruti keinginannya.


"Apa kamu sedang merindukan ibu?" tanya Wu Jin Ming lembut.


Rubby mengangguk tanpa mengangkat wajahnya.


Wu Jin Ming beringsut mendekatinya mencoba untuk memahami keinginan istrinya itu.


"Kalau kita ke sana cuma untuk makan, aku nggak akan setuju Sayang," ucap Wu Jin Ming lembut. Wajah Rubby semakin tidak bersemangat. "Tapi kalau kamu merindukan ibunda Ratu Ivo dan ingin membicarakan masalah kehamilan kamu, dengan senang hati aku akan mengantar kamu ke sana."


Penjelasan Wu Jin Ming membuat Rubby sangat senang. Wajahnya terangkat dengan senyuman yang berbinar. Tanpa pikir panjang Rubby segera melompat dan memeluk Wu Jin Ming.


"Terimakasih Sayang! Aku ingin menanyakan banyak hal pada ibu tentang kehamilan. Nggak mungkin kan kalau kita pergi ke dokter untuk menanyakan semua ini. Apalagi kehamilan ini harus dirahasiakan," jelas Rubby.

__ADS_1


Wu Jin Ming membelai rambut panjang Rubby dan menciumnya beberapa kali. "Baiklah Sayang, kita pergi ke sana. Aku mandi dulu ya!"


"Nggak usah mandi! Aku maunya pergi ke sana sekarang!" ucap Rubby galak.


Lagi-lagi Wu Jin Ming harus mengelus dada melihat perubahan sikap istrinya. Moodnya selalu berubah begitu cepat juga dengan sikapnya. Butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi wanita hamil.


"Baiklah!" jawab Wu Jin Ming lemas. Dari kemarin dia belum mandi. Tubuhnya terasa sangat lengket dan ototnya kaku.


Mereka berdua pergi ke istana Ratu Ivo pagi itu. Ini pertama kalinya mereka pergi bersama ke istana itu. Di depan pintu gerbang istana mereka di sambut oleh para prajurit.


"Tunggu sebentar!" salah satu prajurit menghalangi jalan Rubby dan Wu Jin Ming.


Dia berjalan mengitari Rubby dan Wu Jin Ming melihat penampilan mereka dari atas sampai bawah. Saat itu Rubby dan Wu Jin Ming memang hanya memakai baju santai. Wajah dan rambut mereka masih sangat kucel khas bangun tidur.


Mungkin prajurit itu tidak mengenali siapa mereka. Kedatangan mereka yang terlalu pagi dan penampilan yang seperti gembel membuat Rubby dan Wu Jin Ming menjadi bahan tertawaan para penjaga istana. Rubby merasa gusar karena anak buah ibunya tidak mengenalinya dan malah menjadikannya bahan tertawaan.


"Kamu lupa siapa saya?" tanya Rubby dengan wajah yang sangat dekat dengan wajah prajurit itu.


"By! Jangan terlalu dekat! Aku nggak suka!" teriak Wu Jin Ming membuat Rubby memundurkan wajahnya kembali.


"Aku baru pertama kali bertemu dengan Anda Nona! Jangan asal bicara!" seru prajurit itu.


Dari kejauhan terlihat panglima Dao berlari-lari ke arah Rubby. Panglima Dao tahu jika orang yang datang itu adalah Wu Jin Ming dan Rubby, junjungannya selain Ratu Ivo. Dengan penampilan mereka yang ala kadarnya, pasti para prajurit tidak mengenalinya.


"Hamba memberi hormat untuk Tuan Putri dan Yang Mulia Raja!" Panglima Dao segera berlutut dan memberi hormat pada junjungannya itu ketika sampai di hadapan mereka.


Prajurit yang tadi menertawakannya berubah menjadi pias wajahnya. Saking terkejutnya mereka tidak segera berlutut malah terbengong. Tubuh mereka kaku seperti patung dan sulit digerakkan.

__ADS_1


"Heh! Kalian tidak tahu siapa orang yang ada di depan kalian ini? Cepat berlutut!" hardik Panglima Dao kepada semua prajurit yang ada di sana.


"Ampun Yang Mulia! Kami begitu bodoh hingga tidak mengenali Yang Mulia!" ucap salah satu prajurit mewakili yang lainnya.


"Kali ini ku maafkan! Aku sedang tidak ingin menghukum siapapun. Jika kalian mengulanginya lagi aku nggak segan untuk membuat kepala kalian bertukar tempat dengan kaki!" seru Rubby.


"Terimakasih atas kemurahan hati Yang Mulia!" ucap prajurit itu senang karena Rubby tidak mempermasalahkan kesalahan mereka.


Rubby dan Wu Jin Ming masuk ke dalam istana dengan di antar oleh Panglima Dao. Sepanjang perjalanan masih saja mereka menjadi pusat perhatian. Melihat Panglima Dao begitu menghormati mereka, para prajurit dan pengawal tidak ada yang berani bersuara atau menatap mereka terlalu lama.


Saat mereka sampai di aula istana, Ratu Ivo belum siap untuk bertemu. Menurut informasi dari dayang istana yang ditemui Rubby, Ratu Ivo sedang mandi dan bersiap untuk sarapan. Mendengar kata sarapan, perut Rubby berbunyi karena lapar.


"Kak Wu! Aku mau pergi menemui ibu! Terserah kamu mau apa! Oh, iya! Ada Panglima Dao, kamu mengobrol atau apalah sama dia," ucap Rubby.


"Tapi By...." sebelum melanjutkan kata-katanya, Rubby sudah pergi berlalu tanpa menunggu persetujuan dari Wu Jin Ming.


Dua orang dayang sedang berjalan untuk mengambil sesuatu dari ruang depan. Saat mereka berjalan melewati Rubby, Rubby menghentikannya. Dia meminta kedua dayang itu mengantarkan Rubby kepada Ratu Ivo terlebih dahulu sebelum menunaikan tugasnya.


Para dayang itu membawa Rubby ke sebuah kolam pemandian milik Ratu Ivo. Ratu Ivo belum menyadari kedatangan Rubby karena posisinya saat ini sedang membelakangi pintu masuk. Tidak ingin ibunya terkejut, Rubby berjalan mendekat terlebih dahulu sebelum menyapa ibunya.


"Virs!" pekik Ratu Ivo ketika melihat Rubby sudah berada di sampingnya.


"Selamat pagi ibu! Maaf aku mengganggu waktu mandimu," ucap Rubby sambil mengendus-endus aroma wangi segar dari pemandian ibunya.


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2