
Wu Jin Ming harus bekerja sangat keras hari ini karena dia harus menyelesaikan pekerjaan yang tertunda kemarin. Rubby berjalan mondar-mandir untuk membantunya bersiap dan mengurus pekerjaannya sendiri. Hari ini dia hanya punya waktu setengah hari saja untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Rambutnya yang panjang dan di biarkan tergerai melambai-lambai saat dia berjalan. Pesona Rubby mampu menghipnotis setiap mata yang memandangnya. Sampai detik ini, Rocky pun masih belum bisa melupakan perasaannya pada Rubby.
Di sela-sela pekerjaannya, Rocky mencari kesempatan untuk melirik ke arah Rubby.
Manager Lin menyadari ada sesuatu yang tidak beres di antara Wu Jin Ming dan Rocky namun dia tidak tahu masalah apa.
"Adik kecil! Kemarilah!" panggil manager Lin pada Rubby.
Rubby yang sedang membawa properti shooting berjalan mendekatinya.
"Iya, Kak Lin. Ada yang bisa aku bantu?" tanya Rubby sambil membetulkan properti di pelukannya yang sedikit merepotkan.
"Tidak ada. Aku hanya ingin tahu apa Rocky ada masalah dengan Tiger? Kelihatannya mereka jarang terlihat berkomunikasi."
Manager Lin berharap perang Dingin di antara mereka segera berakhir karena mulai hari ini mereka akan terus bekerja di team yang sama.
"Sebenarnya hanya masalah kecemburuan saja. Saat aku masih kuliah, Rocky berada di kampus yang sama denganku. Kak Tiger tidak suka karena Rocky terus mendekatiku. Itu saja," jelas Rubby.
"Oh, jadi seperti itu. Aku akan berusaha menjadi penengah di antara mereka. Semoga saja Rocky bisa menerima jika kamu sudah bersama Tiger."
"Terimakasih, Kak Lin! Aku pergi dulu, ya!" Rubby sudah kepayahan membawa propertinya.
"Sini aku bantu!" Manager Lin meminta sebagian barang bawaan Rubby dan membawanya ke studio.
Walaupun seorang co manager, Rubby tidak segan-segan membantu pekerjaan yang menunjang kelancaran proses pengambilan gambar. Terkadang mereka harus bergerak cepat karena di kejar deadline. Tidak semua customer mau menunggu lama proses pembuatan iklan dan banner mereka.
Untuk makan siang kali ini Bryan Lee datang membawakan nasi box untuk semua team Rubby. Khusus hanya untuk team Rubby saja. Tentu ini bukan tanpa alasan, semua juga tahu jika Bryan Lee menaruh perasaan pada Rubby.
__ADS_1
"Hai, By! Apa kabar?" Bryan Lee datang menghampiri Rubby dan menyapanya.
"Hai, Tuan Presdir! Kabarku baik!" ucap Rubby datar.
"Ini ada oleh-oleh untuk kamu sama Tiger!" Bryan Lee menyodorkan sebuah paper bag yang berukuran lumayan besar.
"Oleh-oleh?!" Rubby ragu-ragu untuk menerimanya namun Bryan Lee mendorongnya lebih dekat pada Rubby dan melepaskannya.
Terpaksa Rubby menerimanya sebelum paper bag itu jatuh ke lantai.
"Buang saja jika kamu tidak suka!" Setelah mengucapkan kata-kata itu, Bryan Lee pergi meninggalkan Rubby yang masih berdiri mematung.
Rubby masih melamun ketika Wu Jin Ming menepuk bahunya lembut.
"Ahh! Kak Wu!" Rubby terlihat sedikit gelagapan.
"Kamu sedang apa?" tanya Wu Jin Ming sambil melirik paper bag di tangan Rubby.
Rubby mengangkat paper bag itu dan mendekatkannya pada Wu Jin Ming.
"Kamu simpan saja. Jangan sampai hadiah ini mengundang kecemburuan anggota team yang lain!" Wajah Wu Jin Ming terlihat tidak senang.
"Baiklah! Aku taruh dulu di meja kerjaku!" sahut Rubby sambil berjalan meninggalkan Wu Jin Ming.
Wu Jin Ming mengambil jatah makan siang mereka berdua lalu mencari tempat yang nyaman untuk duduk.
"Setelah ini kita selesai, kan?" tanya Wu Jin Ming setelah Rubby duduk di sebelahnya.
"Iya! Kak Lin yang akan menyerahkan hasil kerja team kita hari ini pada editor. Kita bisa langsung pulang setelah makan siang."
__ADS_1
"Ini punyamu!" Wu Jin Ming menyerahkan sebuah box makan siang dan sebotol air mineral untuk Rubby.
Mereka duduk sedikit terpisah dengan yang lainnya. Wu Jin Ming tidak peduli dengan tatapan Rocky yang sejak tadi terus melihat ke arahnya. Entah sampai kapan mereka berdua akan terlibat perang dingin yang berkepanjangan.
Makanan di dalam box itu ternyata makanan yang tidak disukai oleh Rubby. Pengaruh hormon kehamilannya membuatnya merasa sangat mual. Wajahnya terlihat memerah dengan mata yang mulai berair karena menahan rasa ingin muntah.
Dengan cepat Rubby berlari ke kamar mandi.
"By! Tunggu sebentar!" Wu Jin Ming meminta Rubby untuk menunggunya namun dia sudah tidak kuat lagi menahan gejolak di perutnya.
Sesampainya di kamar mandi, Wu Jin Ming membantu memijat tengkuknya dan mengelap keringat yang membasahi wajahnya.
"Apa kamu tidak menyukai makanan itu?" tanya Wu Jin Ming.
Rubby mengangguk.
"Ya sudah, kita makan di luar saja." Wu Jin Ming membantu merapikan penampilan Rubby sebelum mereka keluar dari sana.
"Apakah memang harus seperti ini jika hamil?"
"Tentu saja. Bersabarlah! Ini tidak akan lama," ucap Wu Jin Ming sambil memapah Rubby berjalan keluar kamar mandi.
Tanpa mereka sadari di dalam kamar mandi yang lain ada seseorang yang mendengar percakapan mereka berdua. Kehamilan Rubby adalah sebuah berita besar. Ini akan menjadi trending topik jika sampai tersebar ke media.
****
Bersambung...
NUMPANG PROMO NOVEL KARYA TEMANKU YA KAK...
__ADS_1