TIGER WU

TIGER WU
MUSUH YANG TAK TERLIHAT


__ADS_3

Pusaran angin itu tidak berhenti berputar-putar bahkan putarannya semakin cepat daripada sebelumnya. Rubby dan Wu Jin Ming tidak bergeming dari tempatnya. Mereka juga memperkuat pertahanannya dengan mantra yang lebih kuat.


Merasa serangan anginnya tidak membuahkan hasil, siluman itu menghentikannya. Sesosok wujud muncul di hadapan Rubby dan Wu Jin Ming. Wujudnya belum terlihat jelas karena masih tertutup debu da dedaunan sisa kekacauan yang masih beterbangan.


“Hebat juga kalian bisa menahan seranganku!” siluman itu melangkah maju mendekati Rubby dan Wu Jin Ming.


Samar-samar terlihat juga siluman kura-kura yang berwujud manusia. Wajahnya memang tidak menakutkan hanya saja dia memiliki kulit yang berwarna kehijauan. Mungkin wujud manusianya memang belum sempurna dan masih butuh bertapa beberapa waktu lagi untuk menyempurnakannya.


“Nah, muncul gini kan enak. Masak suruh ngomong sama angin dari tadi,” ucap Rubby santai.


“Siapa kalian? Apa tujuan kalian memasuki wilayahku?” nada bicara siluman itu sedikit melunak.


“Maaf... Kami hanya numpang untuk berlatih sebentar di sini. Kami tidak tahu jika wilayah ini adalag daerah kekuasaanmu. Sekarang kami sudah selesai berlatih, maka ijinkan kami untuk keluar dari sini,” ucap Wu Jin Ming sopan.


“Hahaha... enak saja! Kalian tidak bisa pergi begitu saja dari sini setelah mengacaukan meditasiku. Hampir saja aku mendapatkan wujud sempurnaku tapi kalian yang menggagalkannya!” siluman kura-kura kembali berteriak marah.


“Kan tinggal meditasi lagi, habis itu beres kan? Kami kan nggak sengaja dan kami juga udah minta maaf,” ucap Rubby.


“Kamu pikir meditasi 40 hari itu gampang, ha! Aku tidak makan dan tidak minum selama itu juga. Kamu harus menjadi makananku sebelum aku bermeditasi lagi!” teriak siluman kura-kura itu penuh amarah.


“What? Memakanku?” Rubby menunjuk tangannya ke dadanya lalu menatap Wu Jin Ming.


“Aku akan membantumu menyempurnakan wujudmu tapi setelah itu kamu harus melepaskan kami,” ucap Wu Jin Ming memberikan tawaran.


“Kamu pikir aku percaya padamu? Dasar manusia! Tapi cerdik juga taktikmu. Sepertinya aku bisa lebih bersemangat setelah memangsa kalian. Hahaha!” tawa panjang siluman kura-kura begitu memekakkan telinga.

__ADS_1


“Heh, siluman kura-kura jelek! Kami sedang malas berantem. Aku juga bisa mempertampan wajahmu tanpa kamu harus bermeditasi lagi. Plis deh, jangan bandel napa!” seru Rubby terlihat malas.


“Aku bisa mati bodoh kalau harus percaya padamu gadis kecil. Sudah menurutlah saja. Aku benar-benar sedang lapar ini hari ke 35 aku tidak makan. Harusnya aku makan 5 hari lagi dengan wajah tampanku.”


“Tampanan juga suamiku. Mau kamu bertapa seratus tahun juga nggak bakalan nandingin ketampanannya,”ejek Rubby sekalian toh siluman itu tidak akan melepaskan mereka walaupun dibaik-baikin. Pikir Rubby.


“Gadis sombong! Terima ini!” Siluman kura-kura itu melancarkan serangannya. Dia mengeluarkan gelombang dasyat dari telapak tangannya.


Rubby mencoba menghindar, dia melambungkan tubuhnya ke udara namun gelombang itu mengejarnya ke atas. Kemanapun Rubby menghindar gelombang itu terus mengejarnya. Saat Wu Jin Ming akan membantu Rubby, siluman kura-kura menyadarinya dan menyerangnya dengan gelombang yang sama. Siluman kura-kura itu begitu mahir mengendalikan kekuatanya meskipun harus terbagi ke menjadi 2.


Wu Jin Ming terbang mendekati Rubby. Kekuatan dari siluman kura-kura tidak bisa di anggap remeh. Dari hawa dingin yang dikeluarkan oleh gelombang energi yang dilepaskannya bisa dipastikan bahwa kekuatan serangan itu mampu membekukan lawannya bila terkena oleh serangannya.


“Rubby, berhati-hatilah! Serangannya mampu membekukan tubuh kita jangan sampai lengah!” seru Wu Jin Ming.


“Iya. Kita coba saja!”


Rubby dan Wu Jin Ming masih saja terbang berputar-putar untuk menghindari serangan siluman kura-kura. Mereka belum melakukan serangan balasan. Wu Jin Ming ingin mengulur waktu agar siluman itu kehilangan sebagian energinya.


Merasa serangannya tidak berhasil mengenai lawannya, siluman kura-kura segera merubah strategi penyerangannya. Dia menyusul Wu Jin Ming dan Rubby naik ke udara untuk melakukan serangan jarak dekat. Siluman kura-kura tidak ingin kehilangan makan siangnya hari ini.


Wu Jin Ming tidak menyadari jika siluman kura-kura itu naik ke udara menyusul mereka karena siluman itu bisa menghilang. Entah kenapa Wu Jin Ming tidak bisa mendeteksi kekuatannya.


“Awas di belakangmu!” teriak Rubby.


Hampir saja Wu Jin Ming terkena serangan siluman kura-kura itu. Untung saja Rubby bisa merasakan kehadirannya. Mungkin karena jiwa ayahnya menyatu dalam dirinya dia jadi lebih tajam dalam merasakan kehadiran makhluk yang tak terlihat.

__ADS_1


Siluman kura-kura itu kembali menghilang dan menyerang Wu Jin Ming dengan membabi buta. Wu Jin Ming kesulitan untuk membalasnya karena tidak bisa merasakan keberadaannya. Sebuah pukulan keras menghantam dada Wu Jin Ming membuatnya memuntahkan darah segar karena luka dalam.


Tubuh Wu Jin Ming jatuh meluncur ke bawah setelah menerima serangan brutal dari siluman kura-kura yang tak terlihat olehnya. Wu Jin Ming mendarat di tanah sambil memegangi dadanya yang terasa panas seperti terbakar. Dia segera duduk bersila dan bermeditasi membangkitkan energi kultivasi untuk menyembuhkan luka-lukanya.


Rubby masih berada di udara dan bersiap untuk bertarung dengan siluman kura-kura. Saat siluman kura-kura mendekat Rubby bisa merasakannya namun tidak bisa melihat bayangannya. Tidak ingin kalah begitu saja, Rubby memejamkan matanya dan mencoba melihat siluman kura-kura itu dengan mata batinya.


Cara yang dilakukan Rubby membuahkan hasil. Saat menutup mata Rubby bisa melihat bayangan tubuh siluman itu. Bayangan itu tidak tampak saat dia membuka matanya. Rubby segera menyalurkan energinya di tangan dan kakinya untuk membalas serangan fisik yang di lakukan oleh siluman kura-kura.


“Pantas kamu besar mulut. Rupanya kamu sedikit lebih hebat dari pada laki-laki itu,” puji siluman itu.


“Terimakasih atas pujiannya. Tapi sepertinya kamu salah. Dia masih belum mengeluarkan kekuatannya sama sekali. Kebun bambumu ini bisa hancur jika dia menunjukkan wujud tertingginya padamu,” jawab Rubby di sela-sela serangan yang dilakukannya.


“Kamu pikir aku anak kecil yang akan begitu mudah percaya dengan dongeng yang kamu ceritakan!” seru siluman kura-kura sombong.


“Terserah kamu!” Rubby mengakhiri perdebatannya.


Sebuah pedang bambu muncul dari cincin penyimpanan Rubby lalu segera dia aliri energi sebelum di pakai untuk menyerang. Kini dia ingin memakai jurus pedang milik ayahnya untuk melawan siluman sombong itu. Rubby bergerak lincah memainkan pedangnya meskipun dengan mata terpejam.


Siluman itu sedikit kewalahan menghalau pedang Rubby. Serangang pedang Rubby sangat teratur dan sulit untuk di tebak. Jurus pedang Pendekar Sakti Chin memang belum ada tandingannya.


‘Sial! Siapa gadis kecil ini sebenarnya? Kenapa dia begitu piawai memainkan pedang bambu itu. Masa iya, aku akan kalah dengan pedang mainan anak kecil.’ siluman kura-kura itu mengumpat dalam hati.


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2