TIGER WU

TIGER WU
MELAWAN FLO


__ADS_3

"Hmm... sekarang aku yang berkuasa di sini. Sudah aku pastikan jika si ulat bulu tidak akan pernah berada satu frame lagi sama kamu!"


Rubby melipat tangannya sambil bergaya seperti seorang bos.


"Nona co manager memang hebat! Saya harap Nona tidak memecat saya juga!" canda Wu Jin Ming.


"Bisa di atur. Buat saya selalu senang maka Anda akan terbebas dari bencana pemecatan!"


"As you want, Baby!" Wu Jin Ming meraih tubuh Rubby dan mengecup keningnya.


Mereka saling berpelukan untuk melepaskan kerinduan mereka yang baru saja sejenak berpisah.


"Ehhemmm! Kalian ini, ya! Pacaran tidak tahu tempat! Aku kan jadi ingin!" seru Vero, make up artis yang datang untuk membatu Wu Jin Ming bersiap untuk pemotretan selanjutnya.


"Makanya cari pacar! Dasar jomblo sensi!' omel Rubby.


"Yeee... bukan jomblo sensi, ya, tapi jomblo keki!" seru Vero.


"Itu sama aja, Buk!" seru Rubby.


"Eh, sama, ya!" Vero menutup mulutnya sambil terkekeh.


"Jomblo sirik! Udah, yuk! Kerja biar cepet kelar!" Wu Jin Ming berjalan meninggalkan Rubby.


"Pinjem pacarmu dulu, buk manager! Deeee!" Vero pergi sambil melambaikan tangannya.


"Huhh! Vero... Vero... kalau kamu seperti itu terus mana ada cewek yang mau sama kamu coba!" Rubby menggeleng sambil mengangkat tangannya ke udara lalu kembali duduk.


Rubby menyeleksi dan memindahkan file-file dan semua hasil kerja hari ini. Semuanya terlihat bagus. Hal itu membuatnya sedikit kebingungan untuk memilih.


Untuk mengetahui keinginan pasar, Rubby membuka ponselnya untuk mencari referensi dan keinginan pasar. Butuh kejelian dan ketelitian untuk memilah hasil jepretan para fotografer. Untung untuk video ada seorang editor khusus yang bekerja untuk itu.


Pekerjaan hari ini terbilang lancar. Meskipun seluruh team harus melewatkan makan siang karena pekerjaan yang nanggung dan hampir selesai, mereka senang karena kurang dari jam dua siang semuanya sudah selesai. Mereka bisa pulang lebih awal atau ingin menikmati pemandangan alam yang ada di sana terlebih dahulu.


"Sayang! Aku lapar!" seru Wu Jin Ming yang datang menghampiri Rubby yang masih sibuk dengan laptopnya.


"Kamu makan dulu aja! Tanggung ini. Sebentar lagi selesai," jawab Rubby tanpa menoleh. Matanya masih fokus ke arah layar monitor.


"Hmm... ya, sudah lanjutkan!" Wu Jin Ming tidak ingin mengganggu konsentrasi Rubby yang terlihat sangat serius.


Wu Jin Ming memakan nasi box miliknya. Dia makan sambil melihat ke arah Rubby. Rasanya sulit sekali menelan makanannya karena dia enak-enakan makan sementara Rubby masih sibuk bekerja.


"Sayang! Aku suapin, ya?" tanya Wu Jin Ming.

__ADS_1


"Eeemm... boleh!" ucap Rubby.


Mendengar persetujuan Rubby, Wu Jin Ming segera menyuapi kekasihnya itu dengan telaten.


"Terimakasih sayang!" ucap Rubby.


"Sama-sama. Sudah, jangan banyak bicara kalau lagi makan!"


Satu box nasi kotak milik Wu Jin Ming sudah mereka habiskan, kini mereka membuka kotak kedua milik Rubby.


"Finish!" Rubby menutup laptopnya dan meminta manager Lin untuk membereskannya.


"Apa rencana kalian setelah ini?" tanya manager Lin.


"Rubby masih ingin berada di sini. Kalian pulang duluan saja nggak apa-apa!" ucap Wu Jin Ming.


"Baiklah! Kelihatannya semua kru juga sudah selesai makan. Tinggal memasukkan barang-barang ke mobil saja. Semoga harimu menyenangkan Adik Comel!"


"Pastilah Kak Lin!" Rubby mengerlingkan sebelah matanya.


"Apakah ada yang aku lewatkan hari ini?" Wu Jin Ming mencoba memahami keakraban diantara manager Lin dan Rubby.


"Jadi begini Adik ipar, mulai hari ini aku sudah menganggap Rubby sebagai adikku dan dia menganggapku sebagai kakaknya. Kamu tidak keberatan, kan?" jelas manager Lin panjang lebar.


"Bagaimana kalau malam ini kita merayakan persaudaraan kita nanti malam? Kalian berkunjunglah ke rumah. Aku akan meminta kakak ipar kalian untuk memasak menu spesial untuk kalian."


"Wow! Dengan senang hati kami akan datang!" ucap Wu Jin Ming.


"Benar, ya?! Aku akan segera pulang dan memberitahukan ini pada istriku."


"Tidak perlu repot-repot Kak Lin! Sediakan menu yang sederhana saja. Kak Wu tidak suka makanan yang aneh-aneh," imbuh Rubby.


"Tenang saja. Kami akan memasak masakan lokal saja untuk kalian."


"Oke, Kak!" Rubby mengacungkan jempolnya.


"Ya sudah, aku pergi dulu! Bye...!" pamit manager Lin.


"Bye!" Wu Jin Ming dan Rubby menjawab secara bersamaan.


Setelah menyelesaikan makan siangnya, Wu Jin Ming membawa Rubby ke tempat yang dijanjikan Flo untuk bertemu dengannya. Kebetulan tempat itu adalah tempat yang ingin di kunjungi oleh Rubby sebelumnya. Hamparan bunga beraneka warna di tepi danau yang jernih.


Di tempat lain, Bryan Lee masih terdiam dan nyaris tidak memiliki ekspresi. Pengaruh hipnotis Flo masih menguasai dirinya. Ketika asistennya bertanya dia memberikan jawaban yang tidak jelas seperti orang yang mabuk minuman keras.

__ADS_1


"Waahhh! Pemandangan yang sangat indah!" Rubby terpesona dengan keindahan alam di hadapannya.


Wu Jin Ming menarik tangannya saat Rubby berjalan terlalu cepat. Ketika terpana pada satu hal, Rubby seringkali melupakan bahaya yang mengintainya.


"Jangan jauh-jauh dariku, Baby!"


"Woohhooo! Aku suka panggilan itu, Honey!" Rubby menangkupkan kedua tangannya di pipi dan mengerjapkan matanya manja.


"Awas!" Wu Jin Ming menarik tubuh Rubby dan memeluknya erat ketika sebuah benda terbang melesat hampir menusuk punggungnya.


Benda itu menancap di tanah, ternyata itu adalah setangkai mawar yang sangat runcing di pangkal batangnya.


Angin berhembus sangat kencang membuat bunga-bunga yang memiliki kelopak yang telah rapuh beterbangan. Sesosok wanita yang tidak lain adalah Flo muncul dari balik rerimbunan di tengah hamparan bunga. Dia berjalan ke arah Wu Jin Ming dan Rubby.


"Kenapa kamu datang bersama wanita ini?" tanya Flo dengan tatapan dinginnya.


"Dia kekasihku. Aku akan membawanya ke manapun aku pergi." Wu Jin Ming masih memeluk tubuh Rubby.


"Tidak ada yang boleh menghalangiku untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku akan membunuhnya dan siapapun yang mendekatimu sehingga hanya aku yang menjadi kekasihmu. Hahaha!" Tawa mengerikan Flo membuat Rubby merinding.


"Lakukan jika kamu bisa!" tantang Rubby yang mulai tersulut emosi.


"Shhtt! Biar aku saja, By! Dia terlalu berbahaya!"


"Baiklah!" Rubby mundur dan bersembunyi di balik tubuh Wu Jin Ming.


"Jadi... siapa yang harus aku lawan?! Ingatlah tampan, kamu akan segera menjadi milikku dan tinggal di sini bersamaku selamanya!" Flo menatap Wu Jin Ming penuh minat.


"Simpan mimpimu itu!" seru Wu Jin Ming yang telah berubah ke dalam wujud silumannya.


Seiring dengan mutasi Dewanya, kini dia juga memiliki rambut putih saat berubah menjadi manusia siluman.


"Waow! Tampan sekali! Aku semakin menginginkanmu siluman harimau putih. Ras siluman tergagah yang pernah ada."


Siuuuttt! Duaarrr!


Sebuah lemparan gelombang energi dari tangan Wu Jin Ming berhasil dihindari oleh Flo. Rupanya Flo memiliki tubuh yang sangat lentur seperti tak bertulang. Setiap pukulan jarak jauh yang dilontarkan oleh Wu Jin Ming dengan mudah dia tangkis.


Wu Jin Ming berpikir bagaimana cara untuk menghadapi musuh yang lumayan cerdik itu. Wu Jin Ming meninggalkan Rubby dan mendekati Flo untuk melakukan serangan jarak dekat. Berhasil. Serangan langsung membuat Flo sedikit kelimpungan. Beberapa kali dia terkena pukulan Wu Jin Ming hingga membuatnya memuntahkan darah segar.


Tidak ingin kalah dari Wu Jin Ming, Flo bergerak sangat cepat menghampiri Rubby. Dia melakukan hipnotis pada Rubby dan membuatnya kehilangan kesadarannya.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2