TIGER WU

TIGER WU
MENURUNKAN KEWIBAWAAN


__ADS_3

"Aku lapar!" ucap Rubby setelah Wu Jin Ming selesai memeriksa kandungannya.


"Kamu mau makan apa Sayang?" tanya Wu Jin Ming lembut. Biasanya orang hamil akan pilih-pilih makanan, Wu Jin Ming memaklumi itu.


"Buah aja. Sama tolong kamu singkirkan semua sabun mandi dan wewangian yang ada di kamar mandi. Kepalaku langsung berputar-putar jika mencium aromanya," jelas Rubby.


"Iya, Sayang! Ada lagi?" tanya Wu Jin Ming dia rela menjadi pelayan Rubby untuk malam ini.


"Itu aja!"


Wu Jin Ming segera melakukan perintah Rubby. Pertama setelah menyingkirkan sabun mandi dan lain-lainnya ke dalam tempat penyimpanan yang ada di dalam kamar mandi. Setelah itu Wu Jin Ming pergi ke dapur untuk mengambil buah yang ada di dalam kulkas.


Stok makanan mereka di dalam kulkas tinggal sedikit. Sepertinya besok mereka harus berbelanja. Wu Jin Ming harus mengajak Rubby agar memilih apa saja yang dia inginkan.


"Ini buahnya Sayang!" Wu Jin Ming menyodorkan sepiring buah yang masih utuh.


"Kupasin!" rengek Rubby manja.


Wu Jin Ming kembali melakukan apa yang diinginkan oleh istrinya. Dia mengupas apel dan memotong-motongnya. Selain apel dia juga mengupas jeruk dan memisahkannya satu persatu. Sambil menunggu Wu Jin Ming selesai mengupas yang lain, Rubby memakan buah anggur dan stroberi.


"Ini Sayang!" Wu Jin Ming menyerahkan sepiring potongan buah untuk Rubby.


"Garpunya mana? Eh, tusuk gigi aja ding!" seru Rubby.


"Tunggu sebentar!" jawab Wu Jin Ming sambil berlalu meninggalkan Rubby.


Rubby tersenyum senang Wu Jin Ming melayaninya dengan baik. Semua itu karena dia sedang hamil, Rubby mengelus perutnya yang masih rata. Coba kalau Rubby tidak hamil sudah pasti Wu Jin Ming tidak mau di suruh-suruh. Tentu saja Rubby juga akan segan dengan wajah garangnya.


"Ini Sayang!" Wu Jin Ming menyerahkan tusuk gigi yang Rubby minta.

__ADS_1


"Makasih harimau tampanku! Satu lagi!" seru Rubby sambil menusuk potongan buah di piring.


"Apalagi By? Jangan minta yang aneh-aneh ya!" Wu Jin Ming mengusap keningnya yang berkeringat.


Hari ini Rubby cukup menguji kesabarannya. Demi anak yang di kandungannya Wu Jin Ming rela menjatuhkan harga dirinya untuk di suruh-suruh dan melakukan banyak hal untuk istrinya itu. Sifat dasar Wu Jin Ming yang tegas dan berwibawa harus sedikit bergeser untuk ini.


"Tuh kan! Mulai galak lagi! Nggak jadi ahh!" sungut Rubby cemberut.


"Siapa yang galak Sayang.... Aku cuma minta sama kamu untuk tidak menginginkan hal yang aneh," ucap Wu Jin Ming berusaha berkata selembut mungkin agar Rubby tidak sensitif lagi padanya.


"Gitu ya? Em... aku cuma pengen kamu jadi harimau putih. Aku pengen tidur sambil memelukmu!" seru Rubby.


"Apa?!" Wu Jin Ming pikir Rubby sudah melupakan keinginannya tadi.


"Aku sudah kenyang. Ayo kita tidur!" Rubby menepuk tempat tidur kosong di sebelahnya.


Daripada mendengarkan Rubby terus merengek dan bicara yang tidak-tidak, Wu Jin Ming lebih baik menurut saja. Mau seberapa kuat dia menolak tetap saja dia akan mengalah juga akhirnya. Segera saja Wu Jin Ming merebahkan tubuhnya di samping Rubby.


"Iya... aku pengen mengelus bulu kamu yang lembut dan memeluk tubuhmu yang hangat. Kan memang suamiku siluman harimau, aku menerima kamu apapun itu."


"Tapi aku nggak bisa meluk dan nyium kamu By."


"Biar aku yang meluk kamu Sayang! Udah buruan!" seru Rubby tak sabaran.


'Gini amat ya kalau istri lagi hamil. Galaknya minta ampun. Belum lagi permintaannya yang kadang tidak biasa.' Wu Jin Ming bermonolog dalam hati sebelum merubah dirinya menjadi wujud harimau putih.


Malam itu Wu Jin Ming tidur bersama Rubby sebagai seekor harimau putih. Tubuhnya yang besar mengambil sebagian tempat tidur Rubby. Rubby tetap saja nyaman tidur dengan keadaannya yang seperti itu. Setiap kali terjaga tangannya menggapai mencari tubuh Wu Jin Ming dan mengelusnya bulu-bulunya.


Saat hari menjelang pagi tiba-tiba perut Rubby terasa bergejolak. Ingin segera bangun dan memuntahkan isi perutnya di kamar mandi namun tubuh harimau Wu Jin Ming menghalanginya untuk turun dari tempat tidur. Mau tidak mau Rubby harus membangunkannya.

__ADS_1


"Kak! Kak Wu! Kak! Bangun! Aku mau turun!" seru Rubby sambil menggoyang-goyangkan tubuh harimau putih itu.


Saat berwujud harimau sepenuhnya, Wu Jin Ming juga memiliki sifat yang sama seperti harimau sungguhan. Sifat kebinatangannya yang garang dan kejam akan mendominasi dirinya. Akal sehatnya sebagai siluman terkadang hilang ketika dia dalam wujud harimau putih. Ketika harimau tidur sangat tidak suka di usik.


"Hhaaauuuummmmm!" harimau Wu Jin Ming yang terusik mengaum dengan kerasnya. Suaranya menggema memenuhi ruangan itu. Rubby tersentak. Tangannya reflek memegang dadanya dan menutup mulutnya.


"Hiks... kamu menakutkan sekali...." Rubby beringsut mundur perlahan. Dia tidak tahu jika Wu Jin Ming bisa berubah menakutkan saat menjadi wujud harimau. Mata harimau itu bulat besar berwarna kemerahan dengan gigi-giginya yang tajam membuat Rubby terus bergerak mundur sambil terisak.


Wu Jin Ming berusaha keras untuk mengendalikan dirinya. Dia menetralkan aura emosi dari keterkejutannya. Perlahan dia merubah tubuhnya ke dalam wujud manusianya lagi.


Di pojok tempat tidur Rubby masih menangis. Tubuhnya yang kecil meringkuk dengan lutut yang dia gunakan untuk menutupi wajahnya. Muka seram harimau putih yang sedang marah masih tergambar jelas dalm ingatan.


"By!" panggil Wu Jin Ming lembut. Tangannya menyentuh punggung Rubby.


"Lepasin! Hiks... kamu nyeremin banget sih kalau sedang marah saat jadi harimau!" seru Rubby kesal.


"Hmm. Maaf.... Aku reflek aja saat kamu tiba-tiba membangunkanku," jelas Wu Jin Ming lembut. Dia berusaha menenangkan Rubby yang masih terlihat ketakutan. Tangannya terus saja mengelus punggung Rubby dengan lembut.


"Tau begini aku nggak mau tidur sama kamu sebagai harimau. Kalau kamu sedang lupa bisa-bisa aku kamu terkam!" gerutu Rubby kesal.


"Aku kan sudah menolaknya semalam. Kamu yang memaksa tidur denganku sebagai harimau putih." Wu Jin Ming tidak mau disalahkan dalam hal ini.


"Iya... iya... aku kapok! Salah-salah aku bisa jadi santapan kamu kalau kamu sedang tidak sadar begitu!" Rubby mengusap sisa-sisa air matanya dan mencoba bersikap biasa kembali.


"Kenapa kamu membangunkanku pagi-pagi? Bahkan saat ini hari masih gelap?" Wu Jin Ming mengernyitkan keningnya heran.


"Tadi perutku rasanya mual sekali. Aku mau bangun tapi tubuh besarmu menghalangi jalanku," jelas Rubby.


Alasan Rubby membuat Wu Jin Ming merasa bersalah. Saat menjadi harimau memang dia sering memiliki kebiasaan seperti harimau terutama saat tertidur. Berbeda jika dia menjadi harimau dalam keadaan sadar. Saat sadar dia masih bisa mengontrol dirinya.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2