
Matahari sudah menyingsing namun Wu Jin Ming tetap teejaga. Setelah kultivasinya berakhir dia tidak langsung tidur. Matanya tidak bisa terpejam dan selalu waspada berharap tidak ada siluman lain yang datang mengganggu.
Merasa semuanya aman, Wu Jin Ming segera turun untuk mandi. Hari ini mereka harus melakukan kesibukan seperti biasanya. Udara sejuk pegunungan memanjakan matanya. Setelah mandi dia tidak langsung pergi me kamarnya melainkan berdiri melihat-lihat pemandangannya di sekitar home stay milik bibi Ning.
Di belakang rumah yang ditinggali bibi Ning terdapat kolam yang sangat luar dan terhubung dengan sungai yang mengalir di dekatnya. Wu Jin Ming melihat ke arah yang lebih jauh dan menemukan sebuah tebing. Misteri bayangan hitam itupun akhirnya terpecahkan.
An Ming sebelumnya tinggal di kolam di dekat sungai itu. Melihat kehadiran Rubby dan Wu Jin Ming di tepi tebing itu dia terbang menghampirinya dengan maksud Rubby menyadari kehadiran. 'Mungkin juga energi yang dia tinggalkan di tubuhku menarikku untuk sampai dan menginap di tempat ini.' Wu Jin Ming menggeleng setelah menyadari dirinya telah di jebak secara halus oleh An Ning.
"Kamu sudah mandi?" suara Rubby mengagetkan Wu Jin Ming yang sedang berdiri termenung.
"Sudah! Mandilah! Kita harus segera kembali ke kota!" seru Wu Jin Ming.
"Hmm... baiklah, aku mengerti! Airnya dingin nggak?" rengek Rubby manja.
"Enggak kog! Seger malah!"
"Oke, deh, oke!" Rubby melangkah meninggalkan Wu Jin Ming yang masih betah melihat keindahan alam pegunungan Wei.
Sampai Rubby selesai mandi pun Wu Jin Ming masih mematung di sana.
"Betah amat, sih? Katanya kita harus buru-buru kembali ke kota!"
"Kan aku sedang menunggu permaisuriku sedang mandi. Takut ketiduran di kamar mandi!"
"Yeee! Ngeles aja! Yuk!" Rubby menarik tangan Wu Jin Ming dan membawanya ke kamar untuk berbenah.
Tidak banyak barang yang mereka bawa karena mereka memang sudah tidak memiliki banyak barang sekarang. Seluruh baju yang mereka miliki hangus terbakar api. Beruntung Rubby memiliki sihir dan Wu Jin Ming menyimpan beberapa potong baju di dalam cincin penyimpannya.
__ADS_1
Dalam sekali petikan jari, penampilan Rubby sudah berubah sangat cantik seperti yang dia inginkan. Tidak seribet Rubby yang harus tampil perfect, Wu Jin Ming cukup memakai baju kasual dan sedikit merapikan rambutnya.
"Bagaimana penampilanku?" tanya Wu Jin Ming.
"Selalu keren!" ucap Rubby sambil mengacungkan jempol. Saat ini dia masih sibuk merapikan penampilannya di depan cermin.
"Sudah cantik, Sayang! Ayo kita berpamitan sama bibi dan paman Ning!" Wu Jin Ming merapatkan tubuhnya di belakang tubuh Rubby.
Hal-hal yang diinginkan pasti akan terjadi lagi di pagi itu jika Rubby tidak segera menuruti ucapan Wu Jin Ming.
"Ayo!" Rubby memutar tubuhnya menghadap Wu Jin Ming lalu merapikan rambut dan bajunya sekilas.
Mereka berdua berjalan mencari-cari di mana bibi dan paman Ning berada. Rupanya mereka berdua sedang berdoa untuk mengenang kematian An Ning. Ada rasa bersalah di hati Wu Jin Ming namun dia tidak bisa menolak takdir yang membuatnya harus membunuh An Ning.
"Paman! Bibi! Maaf kami mengganggu kalian!" seru Rubby yang berjalan melangkah masuk ke ruang berdoa itu.
"Masuklah!" bibi Ning menghentikan aktifitasnya dan berjalan menghampiri Rubby dan Wu Jin Ming.
Bibi Ning tahu jika Wu Jin Ming adalah seorang dewa tapi Rubby.... Bibi Ning tidak tahu apa yang menghalanginya untuk memegang dupa.
Wu Jin Ming berdiri dan memberikan berkatnya pada patung naga kecil agar dia mendapatkan kenyamanan di alamnya yang baru. Sebuah cahaya berwarna kuning keemasan keluar dari telapak tangannya dan menyelimuti pating naga yang ada di hadapannya.
Melihat apa yang dilakukan Wu Jin Ming, Rubby pun ikut berdiri dan melakukan hal yang sama. Sebagai Dewi Bulan dia memberikan berkatnya. Tanda di keningnya menyala saat dia mengeluarkan cahaya kebiruan dari telapak tangannya.
Bibi Ning terperanjat melihat kejadian di hadapannya. Tubuh rentanya bergetar melihat hal yang tidak dia sangka-sangka sebelumnya. Seumur hidupnya ini yang pertama kali dirinya mendapat berkat langsung dari Dewa dan Dewi.
"Ampuni hamba, Dewi! Ampuni hamba, Dewa!" bibi Ning menjatuhkan tubuhnya bersujud di kaki Rubby dan Wu Jin Ming.
__ADS_1
Paman Ning yang masih tidak tanggap dengan apa yang terjadi hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh istrinya. Dia tidak menyangka jika tamunya adalah sepasang Dewa Dewi yang menyamar menjadi manusia biasa. Ini lebih mengejutkan ketimbang berita kematian An Ning yang belum sempat dia ketahui penyebabnya.
"Bangunlah, Bibi, Paman! Aku sudah menerima hormat kalian. Semoga kebaikan selalu menyertai kalian berdua!" Rubby mengulurkan tangannya dan memberikan cahaya perlindungan untuk pasangan itu.
"Terimakasih Dewi! Sebelum Anda pergi, terimalah kenang-kenangan dari kami!" bibi Ning berharap Rubby akan menerima barang pemberiannya.
"Dengan senang hati." Rubby tersenyum dan menunggu bibi Ning yang akan mengambilkan kenang-kenangan untuknya.
"Kamu sangat cantik. Sebelum pergi putraku An Ning mengatakan jika kamulah orang yang cocok dengan rumput ini. Rumput ini adalah tanaman kuno yang ditemukan dan di jaga oleh An Ning dan menyala terang ketika kamu datang ke tempat ini. Namanya rumput ekor naga."
"Rumput ekor naga?! Ini salah satu tanaman yang kita cari, Sayang!" Wajah Wu Jin Ming tersenyum senang.
"Benarkah? Sungguh kebetulan sekali. Senang menerima anugerah darimu, Bibi!" Rubby menerima pemberian itu lalu menyimpannya.
"Semoga berguna untukmu!" Bibi Ning tersenyum senang karena rumput peliharaan anaknya itu kini telah menemukan pemiliknya.
Setelah sedikit berbasa-basi sebelum berpamitan, Wu Jin Ming dan Rubby meninggalkan tempat itu dengan langkah yang ringan.
Mereka menjalankan aktifitas seperti biasa sebagai seorang model dan co manager. Jam kerja mereka berakhir pukul 4 sore karena Wu Jin Ming harus mengganti beberapa pemotretan yang dia tinggalkan kemarin. Tidak jauh berbeda dengan Wu Jin Ming, Rubby juga harus menyelesaikan tugasnya yang menumpuk sejak kemarin.
Hari yang melelahkan itu akhirnya berhasil dilewati dengan mulus tanpa kendala yang berarti. Malam ini mereka berencana menginap di hotel yang dekat dengan tempat tinggal manager Lin. Mereka berencana menemui pemilik rumah yang akan di beli oleh Wu Jin Ming dan Rubby dan bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan harga.
Rumah yang menjadi incaran Rubby berada satu kompleks dengan rumah milik manager Lin. Rubby sangat senang akhirnya dia bisa memiliki rumah impiannya bersama Wu Jin Ming. Hanya saja semua orang belum mengetahui hubungan mereka yang sebenarnya. Sampai saat ini status pernikahannya bersama Wu Jin Ming masih sebatas pernikahan tanpa bukti autentik dari negara. Mereka sebatas menikah di hadapan para Dewa Dewi saja.
****
Bersambung...
__ADS_1
Rubby dan Wu Jin Ming