
Arlan yang sedang terluka parah tidak dapat berlari. Tulang rusuknya di sebelah kiri patah sehingga tangan kirinya terus memeganginya sambil menahan rasa sakit yang dia rasakan. Lelah berjalan tertatih menghindari simbul itu, Arlan terduduk pasrah ketika kakinya tidak mampu lagi berjalan. Dia tidak menyangka menjadi orang terpilih akan membuatnya seperti ini.
Simbol segi delapan dari Wu Jin Ming semakin mendekat dan melingkupi seluruh tubuhnya dengan cahaya terangnya. Arlan terkesiap ketika simbol itu mengurung tubuhnya dan tidak terjadi sesuatu yang buruk menimpanya. Kini dia seperti berada dalam sebuah ruangan yang berdinding cahaya.
Dengan sisa-sisa tenaganya Arlan berdiri demi rasa penasarannya. Dia mengulurkan tangannya ke depan lalu menyentuh dinding cahaya itu. Tangannya tidak dapat menembus dnding yang sangat kuat itu. Hatinya bertanya-tanya dari mana kekuatan ini berasal.
Dari luar pemburu kekuatan yang tadi nengeroyok Arlan berusaha menyerangnya kembali. Mereka sudah hampir berhasil membunuh Arlan dan tidak ingin kehilangan buruannya itu. Arlan yang sedang berdiri di dekat dinding cahaya itu ketakutan melihat kedatangan mereka.
Kilatan energi di tangan para pemburu kekuatan terlihat sangat menyeramkan. Mereka bersiap-siap untuk menghantam tubuh Arlan secara bersama-sama. Arlan memejamkan matanya dan pasrah menerima serangan mereka karena dia tidak mungkin bisa untuk berlari menghindarinya lagi.
"Maaa... paaa... maafkan Arlan! Arlan belum bisa membuat kalian bangga! Semoga mama dan papa ikhlas melepas kepergian Arlan. Sampai sejauh ini Arlan belum bisa mendapatkan sebuah pencapaian yang berarti dalam dunia kultivasi. Jika keajaiban datang dan aku selamat, aku berjanji untuk menggunakan kekuatan ini dalam jalan kebaikan." Arlan bergumam sambil menunggu serangan dari lawan-lawannya.
Sudah beberapa menit lamanya dia berdiri mematung dengan mata yang terpejam namun serangan itu tidak kunjung datang. Arlan memicingkan mata dan membukanya sedikit karena merasa belum siap untuk menerima kenyataan buruk yang bisa saja terjadi.
"Mereka kenapa?!" pekik Arlan ketika mengetahui pemburu kekuatan yang menyerangnya tadi terkapar di tanah.
Pertanyaannya terjawab ketika seorang pemburu kekuatan kembali datang dengan energi spiritual di tangannya. Ketika kepalan tangan berenergi penuh itu menghantam dinding cahaya di depan Arlan, kekuatan itu berbalik dan mengenai tubuh si penyerang dan membuatnya jatuh terjengkang. Arlan semakin kagum dengan kekuatan dinding cahaya itu namunada satu hal yang mengganggu pikirannya. Dia berpikir bagaimana caranya dia bisa keluar dari dalam kurungan cahaya ini.
Arlan terduduk lesu antara senang dan sedih. Dalam keterpurukannya itu, Arlan memiliki untuk berkultivasi untuk mengumpulkan energi pemulihan. Walaupun tidak bisa membuatnya lebih kuat, setidaknya itu akan mengatasi luka dan patah tulang yang di alaminya saat ini.
Sebelum berkultivasi, Arlan menenangkan pikirannya terlebih dahulu dengan melakukan gerakan perenggangan otot dan mengatur napas. Pikiran negatif di kepala Arlan perlahan memudar seiring napasnya yang mulai berhembus teratur. Energi spiritual di sekitar bukit San mulai berdatangan dan berkumpul mengelilingi tubuh Arlan.
Kultivasinya berjalan mulus karena dia tidak perlu memikirkan lagi serangan dari para pemburu kekuatan yang mengincar nyawanya.
"Apa yang dilakukan oleh Arlan? Apa dia baik-baik saja?" tanya Rubby yang tidak begitu jelas melihatnya.
"Jangan khawatir! Dia sudah aman. Sepertinya saat ini dia sedang melakukan kultivasi pemulihan. Luka yang dia alami cukup parah," jelas Wu Jin Ming.
"Kasihan sekali." Wajah Rubby terlihat sedih.
"Itu adalah proses yang harus dilewati oleh seorang kultivator, By! Berbeda dengan kamu yang terlahir dengan banyak sekali keistimewaan. Kamu tidak harus bersusah payah seperti mereka untuk menjadi kuat karena kamu adalah reinkarnasi Dewi Bulan dan Putri dalam ramalan."
Mata Ham terbelalak ketika mendengar penuturan Wu Jin Ming. Dia tidak menyangka jika wanita yang cengeng dan manja itu adalah seorang Dewi yang hebat. Sungguh penampilan yang menipu. Rubby tidak pernah terlihat sebagai seorang kultivator hebat.
Jika wanita ini seorang Dewi, lalu siapa sebenarnya majikan laki-lakinya itu. Ham berharap dia segera menemukan jawaban atas pertanyaannya yang sangat mengganggu pikirannya itu.
"Berapa lama kita harus berdiri dan menunggu seperti ini?" tanya Rubby sambil menghentakkan kakinya karena merasa lelah berdiri sambil berpegangan tangan dengan Wu Jin Ming.
"Sebentar lagi. Saat cahaya bulan memantul dari neraca penguji mengenai teratai emas. Lihat titik cahaya di neraca itu, lalu perhatikan baik-baik! Titik itu terus bergerak menuju ke tengah lingkaran neraca penguji."
Rubby mengikuti arah pandang Wu Jin Ming yang menunjuk neraca penguji dengan dagunya. Sebuah titik cahaya memang bergerak perlahan menuju ke tengah lingkaran namun Rubby belum mengerti cara kerja alat kuno itu. 'Apa mungkin sebuah pantulan cahaya bisa membuat kelopak teratai emas yang berada di puncak bukit itu terbuka?' Rubby menggaruk kepalanya dan mendengus kesal karena tidak berhasil mencerna semua yang terjadi dengan logika.
Titik cahaya semakin mendekati pusat lingkaran neraca penguji. Mungkin kurang dari satu menit lagi titik itu akan mencapai pusatnya. Rubby melirik Wu Jin Ming sampai kepalanya condong ke depan. Tidak tahu apa yang harus dia lakukan karena Wu Jin Ming belum memberi aba-aba atau mengatakan apapun.
Ham yang tidak mendapatkan simbol neraca penguji berdiri dengan santai. Setidaknya dia mendapatkan pengalaman dan berharap untuk seribu bulan mendatang dia mendapatkan kesempatan lagi untuk berada di sini. Bertemu dengan Wu Jin Ming membuatnya lebih berjiwa besar dan menekan kesombongan yang selama ini menguasai dirinya.
__ADS_1
Empat buah simbol neraca penguji membumbung di atas bukit setelah terlepas dari orang terpilih sebelumnya. Itu berarti jika keempat orang atau siluman terpilih yang mendapatkannya telah mati di bantai oleh pemburu kekuatan yang lain. Energi yang terpancar kepada 4 simbol neraca penguji yang terlepas akan menyebar dan terbagi pada pemburu kekuatan yang masih tersisa di sana.
Persaingan tidak berhenti sampai di situ saja. Pemburu kekuatan yang lebih kuat masih terus saja membantai mereka yang lemah. Dengan berkurangnya pemburu kekuatan yang tersisa maka energi teratai emas yang mereka dapatkan akan semakin besar. Air sungai Yin dan Yang yang mengitari bukit San berwarna merah karena tercemari oleh darah mayat-mayat yang menjadi korban dalam perebutan kekuatan seribu bulan teratai emas.
Tujuh simbol dari neraca penguji yang menaungi tujuh orang terpilih bersinar terang ketika titik cahaya telah mencapai pusat neraca penguji.
"Bersiaplah Rubby! Mungkin rasanya akan sedikit terbakar di awal namun itu tidak akan berlangsung lama. Tahanlah sampai seluruh energi memasuki tubuhmu!" seru Wu Jin Ming yang mulai bersiap-siap ketika pantulan cahaya bulan dari pusat neraca bergerak menuju ke puncak bukit di mana teratai emas berada.
"Apakah kamu pernah mendapatkan energi ini?" tanya Rubby polos.
"Pernah beberapa kali! Namun dulu aku masih harus bertarung untuk bertahan seperti mereka yang ada di sini!"
"Apa kamu juga terluka?" Rubby masih penasaran.
"Simpan pertanyaanmu itu, Sayang. Persiapkan dirimu! Jangan sampai kamu terkejut menerima energi yang besar ini!"
Jika tidak menghentikan pertanyaan Rubby sekarang, Wu Jin Ming takut akan muncul banyak sekali pertanyaan konyol Rubby yang lain. Istri bawelnya itu sangat suka berbicara hal-hal yang kadang tidak penting untuk dibicarakan.
"Oh, baiklah!" Kembali fokus untuk menerima energi yang akan datang padanya.
Rubby mengatur napasnya ketika pantulan cahaya neraca penguji mulai menyentuh bagian bawah teratai emas. Tubuhnya bergetar membayangkan rasa panas yang sebentar lagi akan dia rasakan. Beberapa kali dia melirik ke arah Wu Jin Ming yang terlihat sangat tenang.
Tangan kiri Ham menutup mulutnya yang tidak bisa menahan tawa ketika melihat tingkah lucu Rubby. Saat ini Rubby terlihat seperti seorang anak kecil yang berada dalam tahap meniru dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Ham mencoba bersikap sebiasa mungkin agar Rubby tidak menyadari jika di sedang mentertawakannya.
Kelopak teratai emas mulai terbuka. Mata Rubby membulat sempurna ketika melihat keindahannya dari teratai emas yang sedang mekar itu. Pantulan cahaya dari inti neraca penguji membuatnya berpendar indah.
Mata Rubby yang terbelalak terlihat menyala oleh pantulan energi yang menghampirinya.
Ssswwiiinggg!
Lontaran energi itu masuk ke tubuh Rubby.
Rubby menutup matanya dan bersiap untuk merasakan energi panas seperti yang Wu Jin Ming katakan. Tangan Wu Jin Ming yang menggenggamnya memang terasa sangat panas tapi tidak dengan tangannya. Dalam hati Rubby bertanya-tanya apakah dia gagal mendapatkan energi itu.
Masih dalam posisi yang sama Rubby menegadahkan kepalanya ke atas dan melihat hantaran energi yang masuk ke tubuhnya. Betapa terkejutnya dia saat melihat seekor naga berwarna putih tembus cahaya menetralkan efek panas dari energi seribu bulan teratai emas. Mungkin naga itulah yang disebut sebagai roh naga An Ning. Rubby tidak tahu harus merasa sedih atau senang saat ini. Jika mengetahui hal ini Wu Jin Ming pasti akan bersikap aneh lagi padanya.
Gelombang energi yang masuk ke dalam tubuh Rubby sudah hampir mencapai di titik akhir. Rubby merasakan peningkatan yang luar biasa dalam waktu singkat. Rasa tidak nyaman adanya energi yang asing membuat denyut nadinya bergolak. Pandangan matanya mulai kabur dan tubuhnya tidak bisa berdiri dengan benar sempoyongan seperti orang yang sedang sakit kepala berat.
"Rubby! Tahanlah! Jangan sampai tertidur di sini! Astaga, ini sangat berbahaya!" Wu Jin Ming panik melihat Rubby yang tertidur akibat energi seribu bulan yang masuk bercampur dengan racun energi roh naga An Ning.
"Ada apa Tuan?" tanya Ham yang ikut merasa khawatir melihat keadaan Rubby yang terkulai lemas di gendongan Wu Jin Ming.
"Istriku terkena racun tidur roh naga. Mungkin satu atau dua jam lagi efeknya akan hilang tapi di sini tempat yang sangat berbahaya. Sebentar lagi para pemburu kekuatan pasti akan menyerang kita," jelas Wu Jin Ming.
Hatinya merasa kesal pada roh naga An Ning yang sesuka hati melakukan sesuatu yang tidak diperintahkan kepadanya. Harusnya dia tahu efek dari apa yang dilakukannya itu meskipun tujuannya baik. Hawa panas energi seribu bulan mampi melelahkan kristal racun roh naga yang tidak sengaja ikut masuk ke dalam tubuh Rubby.
__ADS_1
Saat Wu Jin Ming sibuk memandangi Rubby dengan perasaan sedihnya tiba-tiba seseorang yang sangat dia kenal datang menghampirinya.
"Lisa!" pekik Wu Jin Ming yang tidak menyangka akan bertemu dengan Lisa di sini.
Lisa berjalan berlenggak-lenggok seperti seorang foto model. Kakinya yang jenjang membuat penampilannya terlihat anggun. Jiwa lajang Ham bergolak dan membuatnya terpukau dengan gadis cantik di depannya itu.
"Jangan tergoda olehnya Ham! Dia lebih licik daripada ular betina!" bisik Wu Jin Ming memperingatkan Ham.
"Aku mengerti Tuanku!" Ham menunduk dan berusaha menguasai perasaannya.
"Kamu ada di sini juga rupanya. Jangan pikir topengmu itu bisa mengelabuiku!" Lisa berdiri dengan jarak kurang dari dua meter di hadapan Wu Jin Ming. Tangannya dia lipat di dada dengan dagu yang sedikit terangkat.
Di belakangnya datang seorang pemburu kekuatan yang akan menyerangnya dari belakang.
Sreeettt!
Entah apa yang Lisa lemparkan pada siluman itu. Dalam sekejap siluman itu sudah terkapar tak bernyawa lagi. Tangan Lisa menjulur ke samping tubuhnya untuk mengambil energi jiwa dari korbannya.
"Lumayan!" Lidah lisa ******* bibirnya sendiri ketika merasakan energi jiwa penyerangnya masuk ke dalam tubuhnya.
"Apa tujuanmu? Apakah kamu belum puas sudah menghancurkan tempat tinggal Rubby?"
"Oh, jadi kamu sudah tahu jika aku yang melakukan itu? Baguslah kalau begitu! Aku tidak perlu mencari alasan untuk menantangmu!" Gaya sombong Lisa membuat Ham mengerti jika apa yang dikatakan oleh majikannya itu benar.
Di kejauhan, Arlan terhenyak ketika dapat mendengar suara Wu Jin Ming yang menyebut nama Rubby. Kekuatan seribu bulan membuat ketajaman mata, pendengaran dan pemikirannya meningkat tajam. Tidak ingin gegabah, Arlan berjalan melipir untuk melihat asal suara yang mengganggu pikirannya itu dari dekat.
"Rupanya sekarang kamu sudah benar-benar berubah menjadi iblis betina, Lisa! Apa kamu sudah lupa dengan persahabatan kalian?"
"Persahabatan? Aku sudah lupa tuh! Di mana kamu menyembunyikan Bella? Atau kalian sudah membunuhnya dan mengambil energi jiwanya juga? Hemmh! Munafik!" seru Lisa sambil menarik salah satu ujung bibirnya membentuk senyuman yang mengejek.
"Bella masih hidup! Saat ini dia berada di tempat yang aman. Aku bukanlah pemburu energi gila sepertimu yang dengan tega mengorbankan teman-temannya demi sebuah ambisi."
"Aku salut padamu yang tidak tergoda dengan energi besar dari jiwa-jiwa yang terbunuh. Kata lainnya adalah... kalian bodoh! Hahaha!" tawa Lisa memancing pemburu kekuatan yang sedang bertarung melihat kepadanya.
Lagi-lagi seorang pemburu energi datang mendekat. Kali ini bukan Lisa yang ingin dia serang melainkan Wu Jin Ming. Melihat Wu Jin Ming sedang menggendong Rubby, tanpa di minta Ham menusukkan pedangnya pada penyerang itu. Sayangnya penyerang itu berhasil menghindar.
Tidak ingin mengalah Ham menoleh ke arah Wu Jin Ming seolah meminta pertimbangan dan ijin darinya.
"Pergilah! Namun tetap jaga emosimu! Jangan mudah terpancing!" ucap Wu Jin Ming pada Ham.
"Baik Tuanku! Hiyaaahh!" Melompat dan memberikannya serangan pada pemburu kekuatan yang menyerang Wu Jin Ming.
"Hebat! Rupanya sekarang kamu sudah punya budak baru! Atau jangan-jangan kalian sedang membentuk sebuah aliansi?" ejek Lisa masih dengan kesombongannya.
****
__ADS_1
Bersambung...