TIGER WU

TIGER WU
MAKAN SIANG


__ADS_3

Wu Jin Ming mengeluarkan energinya untuk mengobati luka - luka Rubby. Dengan kekuatan Wu Jin Ming luka Rubby sembuh dalam sekejap tanpa meninggalkan bekas.


"Rubby, sadarlah!" Wu Jin Ming mengatur tubuh Rubby agar terduduk di depannya dengan posisi membelakanginya.


Tangan kiri Wu Jin Ming menahan tubuh Rubby agar tidak roboh dan tangan yang lain dia gunakan untuk mengalirkan energi spiritualnya. Wu Jin Ming menempelkan telapak tangan kanannya di punggung Rubby. Dia menyalurkan energinya untuk membantu Rubby memulihkan kekuatannya yang banyak terkuras.


Perlahan Rubby membuka matanya. Dia merasakan ada aliran hangat menerobos kulit punggungnya. Sedikit demi sedikit kesadarannya mulai pulih. Rubby mengingat semua yang terjadi beberapa saat yang lalu.


"Kau sudah sadar, Rubby?" tanya


Wu Jin Ming melihat Rubby mulai stabil.


"Sudah, Kak." Rubby berbalik menatap Wu Jin Ming.


Matanya terbelalak melihat penampilan Wu Jin Ming. Spontan Rubby menutup matanya dengan telapak tangannya.


"Kak, bajunya kamu benerin dulu dong!" seru Rubby.


"Ah, maaf lupa. Tadi aku terburu - buru dan langsung mengobati lukamu." Wu Jin Ming segera merapikan bajunya yang hampir telanjang karena ulah Felly.


"Udah, belum?" tanya Rubby.


"Udah, lagian kamu kan sudah pernah melihat semuanya."


"Iya, tapi tetap saja aku malu."


"Ayo kita keluar dari sini!" Wu Jin Ming beranjak dari duduknya.


Wu Jin Ming menggambar simbol untuk keluar dari dimensi milik siluman serigala. Rubby berdiri di belakangnya. Setelah muncul lingkaran bercahaya kuning terang, Wu Jin Ming menggenggam tangan Rubby dan membawanya kembali ke dunia manusia.


Rubby dan Wu Jin Ming kembali di posisi awal sebelum masuk ke dimensi Felly. Mereka berada di ruangan Miss Felly, siluman serigala yang menyamar menjadi dosen.


"Kak Tiger! Aku takut." Rubby memegang lengan Wu Jin Ming setelah merubah penampilannya ke wujud manusia.


"Tidak akan ada yang tahu tentang kematian Felly, Rubby." Wu Jin Ming mencoba menenangkan Rubby.


"Tapi bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini dengan aman? Di luar ada CCTV, Kak."


"Kita teleportasi ke parkiran dan menghapus jejak di rekaman CCTV, Rubby."


"Caranya?" Rubby masih belum mengerti arah pembicaraan Wu Jin Ming.


"Pusatkan pikiran kamu. Tandai semua CCTV yang akan kamu hapus lalu hapus dengan kekuatan spiritual yang kamu miliki."


"Baiklah!" Rubby mulai melakukan apa yang diinstruksikan oleh Wu Jin Ming.


Benar saja. Rubby bisa menghapus jejak rekaman hari ini dan memutus kabel untuk menyamarkan sabotase. Rubby tersenyum senang setelah semuanya selesai.


"Sudah? Ayo kita pulang!" Wu Jin Ming menggenggam tangan Rubby dan membawanya melintasi jarak dengan teleportasi


Dalam sekejap Rubby sudah sampai di parkiran.


"Kamu lama sekali, Rubby," protes Ron yang menoleh ketika Rubby datang. Bersyukur tadi dia main ponsel jadi tidak melihat Rubby yang tiba-tiba muncul.


"Ah, iya. Tadi soalnya banyak. Aku pikir kamu sudah pulang duluan." Rubby memakai helmnya.


"Kan mau ngajakin kamu makan siang dulu." Ron sudah siap di atas sepeda motornya.

__ADS_1


"Lain kali aja ya Ron," tolak Rubby.


"Yahh, aku kan dah nunggu kamu lama. Masa iya sih kamu tega nolak traktiran aku." wajah Ron terlihat kecewa.


Rubby menatap Wu Jin Ming meminta persetujuan.


Wu Jin Ming mengangguk.


"Ok, tapi di kafe dekat rumahku aja ya. Di sana makanannya enak."


"Nah, gitu dong. Yuk, kamu di depan."


Ron dan Rubby mengendarai motor mereka menuju kafe pilihan Rubby. Ron terlihat bersemangat sedangkan Rubby terlihat letih setelah pertarungan.


"Kamu lelah, Rubby?" tanya Wu Jin Ming dalam suara pikiran.


"Sangat. Sepertinya aku butuh istirahat."


"Kamu salah. Kamu butuh bermeditasi untuk menghilangkan rasa lelahmu, Rubby. Berkultivasi akan mendatangkan energi yang besar untuk memulihkan tenagamu."


"Kamu benar. Tapi aku harus mengatasi satu kecoa ini dulu."


"Hahaha, kenapa kamu panggil dia kecoa?" Wu Jin Ming tertawa lepas.


"Habis dia suka mengganggu dan muncul di saat yang nggak tepat," jawab Rubby asal.


"Terserah kamu, Sayang."


"Apa? Kamu panggil aku tadi apa? Coba ulang!" Rubby terlihat senang mendengar Wu Jin Ming memanggilnya 'sayang'.


Wu Jin Ming terlihat malu - malu. Ini pertama kalinya dia memanggil Rubby mesra.


"Iya, Rubby. Eh, Sayang." Wu Jin Ming masih merasa canggung.


"Makasih sayangku." Rubby membelokkan motornya ke pelataran kafe yang ingin dia kunjungi bersama Ron.


Ron memarkirkan motornya di samping motor Rubby.


"Ayo!" Ron hendak meraih tangan Rubby untuk di gandeng.


"Ayo!" Rubby melangkah lebih dulu meninggalkan Ron.


'Susah banget sih, By, buat deketin kamu.' Ron bermonolog dalam hati.


"Jadi nggak? Kenapa malah berhenti sih? Malah melamun!" seru Rubby dari kejauhan.


"Ah, iya. Maaf." Ron menyusul Rubby lalu masuk ke dalam kafe.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Rubby setelah membuka buku menu yang diberikan pelayanan.


"Samain aja, " jawab Ron.


"Kentang goreng, ayam pop, sup iga, minumnya jus lemon ya, Kak," ucap Rubby pada pelayan kafe.


"Baik, Kak. Masing-masing dua porsi ya?" tanya pelayan itu sambil melirik Ron.


"Iya. Dua porsi," jawab Rubby.

__ADS_1


"Baik. Saya permisi dulu. Pesanan akan segera kami antar." pelayan itu berlalu dari hadapan Ron dan Rubby.


Ron masih asik bermain ponselnya. Sepertinya dia sedang bermain game.


Rubby melihat ke arah Wu Jin Ming yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berada.


"Sayang, apa kamu mau makan?" tanya Rubby dengan suara pikiran.


"Iya, sepertinya makanan di sini sangat enak," jawab Wu Jin Ming.


"Kamu nampakkan saja dirimu dan memesan makanan. Nanti aku yang bayar. Uangnya kan ada di tas aku."


"Tapi dari mana aku muncul. Aku nggak bisa muncul tiba-tiba di sini, kan?"


"Baiklah. Kita ketemu di kamar mandi. Sekalian aku kasih uang kamu buat bayar makanan," pungkas Rubby.


"Hmm." Wu Jin Ming mengangguk.


"Ron, aku ke toilet bentar, ya," pamit Rubby pada Ron.


"Iya, jangan lama - lama, ya!"


"Iya... iya..." Rubby menggeser kursinya lalu berlalu meninggalkan Ron.


Bayangan Wu Jin Ming mengikuti di belakangnya. Mereka berhenti di depan toilet pria. Berhubung sepi, Wu Jin Ming langsung menampakkan dirinya sebelum ada yang melihat.


"Ini uangnya. Aku pergi dulu, Sayang." Rubby mencium pipi Wu Jin Ming sekilas lalu berlalu meninggalkannya.


Wi Jin Ming tersenyum sambil memegangi pipinya.


"Cepet amat!" ucap Ron melihat Rubby sudah kembali.


"Kata kamu tadi jangan lama - lama." Rubby duduk sambil membetulkan rambutnya.


"Iya, sih. Udah cantik nggak usah make up lagi." Ron menelan ludahnya melihat kecantikan Rubby.


"Nggak kog, cuma benerin rambut."


"Rubby, aku rela kog jadi pacar kamu sehari aja. Boleh nggak?" mata Ron tak berkedip memandang Rubby.


Belum juga Rubby menjawab, pesanan mereka sudah datang.


"Rubby, jawab dong!" ulang Ron setelah pelayan pergi.


"Cinta itu bukan mainan, Ron. Aku nggak bisa seenaknya mainin perasaan kamu. Andaikan aku belum punya pacar pun aku juga nggak bisa main terima gitu aja."


"Tapi ini kan aku yang mau. Bukan salah kamu kalau pun baru sehari kita udah putus."


"Udahlah, ayo kita makan. Keburu dingin," elak Rubby.


"Wah, enak nih, boleh gabung nggak?" Arlan tiba-tiba muncul dan menggeser kursi untuk duduk di sebelah Rubby.


Tanpa basa basi dia langsung menyerobot minuman Rubby.


"Arlan! Kebiasaan deh!" Rubby mendelik kesal.


Ron menatap Arlan tajam, dia kehilangan napsu makannya. 'Apa ini cowok baru, Rubby?' guman Ron dalam hati.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2