TIGER WU

TIGER WU
PELEPASAN TUMBAL


__ADS_3

Memang benar, di bukit yang tidak terlalu jauh dari jalan raya itu terlihat kepulan asap yang sangat tebal. Sebenarnya Wu Jin Ming juga sangat penasaran dan ingin melihat apa yang terjadi di sana namun sejak dari alam siluman dia sama sekali belum beristirahat. Sesuatu yang ada di hadapannya tidak bisa di tebak. Saat di alam siluman dia sudah banyak kehilangan energinya.


"Kita pulang saja, Sayang. Aku telah kehilangan banyak sekali energi. Setelah berkultivasi kita bisa kembali ke sini untuk melihatnya," ucap Wu Jin Ming kembali melajukan mobilnya yang semula melambat.


"Tapi... tapi... bagaimana kalau itu sesuatu yang menyangkut keselamatan nyawa seseorang? Bukankah kita akan sama kejamnya dengan para pemburu kekuatan?"


Ucapan Rubby membuat Wu Jin Ming kembali melambatkan mobilnya dan mengambil arah memutar menuju bukit yang berasap tadi. Sepertinya Rubby ada benarnya juga. Apa yang harus dia takutkan, sementara wujud dewa-nya memiliki kekuatan yang tidak terbatas meskipun kemunculannya akan membuat kekacauan dan mengganggu keseimbangan di dunia manusia.


"Terimakasih, Sayang. Kamu memang Dewa terbaik di semesta ini. Cupp!" Rubby mengecup pipi Wu Jin Ming.


Setelah mencium Wu Jin Ming tiba-tiba perutnya bergejolak. Dengan tergesa-gesa Rubby membuka pintu mobilnya dan berlari ke luar. Dia memuntahkan isi perutnya karena mencium bau wangi yang tidak beraturan di wajah Wu Jin Ming.


"Masih bau rubah, ya? Maafkan aku sayang!"


Wu Jin Ming memijat tengkuk Rubby agar dia merasa sedikit lega. Setelah sedikit mereda, Wu Jin Ming memberinya air mineral yang dia keluarkan dari cincin penyimpanannya.


"Terimakasih. Tiba-tiba aku rindu pada anak kita. Walaupun dia sudah tidak berada di perutku namun perasaan mengidam belum sepenuhnya menghilang dariku," ucap Rubby terlihat sedih.


"Kita akan mengunjunginya segera. Kamu bilang saja padaku jika ingin pergi ke istana langit." Mengelus rambut Rubby dan mencoba menenangkannya.


Rubby tersenyum dan mengangguk.


"Sedikitlah menjauh, aku tidak tahan dengan aroma wangi yang bercampur-campur itu!" seru Rubby sambil menoleh ke arah lain.


"Baiklah.Tapi kamu tidak marah, kan?" tanya Wu Jin Ming memastikan jika istrinya tidak sedang marah padanya.


Mulut Rubby masih tertutup oleh telapak tangannya. Dia menjawab pertanyaan Wu Jin Ming dengan menggeleng.

__ADS_1


Hati Wu Jin Ming merasa lega namun ada rasa bersalah saat melihat istrinya merasa mual akibat bau tubuhnya yang tercampur dengan bau siluman rubah.


"Kak Wu! Apa kamu mendengar seseorang menjerit?" tanya Rubby merasa ngeri saat mendengar jeritan yang memilukan tidak jauh dari tempatnya berada sekarang.


"Aku mendengarnya. Ayo kita ke sana!"


Tidak ingin terlambat menolong Wu Jin Ming berlari dengan langkah yang tidak menyentuh tanah agar tidak menimbulkan suara. Ternyata sumber suara itu berasal dari tempat di mana kepulan asap tebal yang mereka lihat sebelumnya. Setelah semakin dekat mereka berjalan mengendap-endap untuk melihat apa yang terjadi dari dekat. Rubby terus mengikuti apa saja yang dilakukan oleh Wu Jin Ming.


Untuk mengantisipasi sifat Rubby yang cerewet dan banyak tanya, Wu Jin Ming meletakkan jari telunjuk di bibirnya. Jika tidak diperingatkan lebih awal pasti Rubby akan berbicara keras dengan berbagai pertanyaan konyolnya. Itu akan membuat pengintaian mereka dari tempat tersembunyi gagal berantakan.


Banyak sekali pasukan jubah hitam di sana yang mengerubuti sesuatu yang tidak terjangkau oleh penglihatan Wu Jin Ming. Ingin sekali dia mengeluarkan mata iblisnya namun itu akan membuat energinya mudah dikenali oleh musuhnya. Satu-satunya jalan ialah mengendap-endap untuk melihatnya secara langsung dari dekat.


Telapak tangan Rubby masih saja menutup hidungnya ketika melangkah berjingkat mengikuti Wu Jin Ming. Perutnya tidak bisa dikondisikan hari ini. Semua akan berantakan jika dia tiba-tiba mual dan muntah di lokasi penyusupan.


"Ampun! Tolong lepaskan kami! Jangan bunuh kami!"


Sepertinya seseorang ingin menjadikan mereka tumbal untuk tujuan tertentu. Puluhan pasukan jubah hitam berdiri di hadapan mereka tanpa melakukan apapun. Kelihatannya ada seseorang yang mereka tunggu kedatangannya.


Rubby menatap Wu Jin Ming dengan rasa ingin tahunnya namun dia menahan diri untuk bicara. Suaranya akan membuat pasukan jubah hitam mendengar dan melihat kedatangan mereka. Bukan pertarungan yang Rubby takutkan melainkan keselamatan para tawanan yang ada di tangan mereka.


"Sudah saatnya kita bergerak, Rubby! Kita harus segera menyelamatkan mereka sebelum semuanya terlambat. Kita bagi tugas. Kamu lepaskan para tawanan sementara aku akan mengatasi pasukan jubah hitam," bisik Wu Jin Ming mengatur strategi penyerangan.


"Aku mengerti!" angguk Rubby.


"Ubah penampilanmu menjadi Dewi Bulan dan pakailah penutup wajah seperti saat berada di bukit San!" seru Wu Jin Ming yang telah berubah menjadi siluman harimau.


"Hmm. Baiklah!"

__ADS_1


Mereka telah siap untuk beraksi lalu bergerak cepat seperti bayangan menuju ke area penyanderaan sembilan manusia.


Untuk memudahkan tugas Rubby, Wu Jin Ming melakukan penyerangan pada pasukan jubah hitam itu terlebih dahulu. Satu persatu mereka terbakar oleh api suci Wu Jin Ming dan berguling-guling di tanah menanti kematian kedua mereka setelah jiwa mereka terambil oleh Zhu Zheng. Saat ini mereka tak ubahnya seperti bongkahan kayu kering yang di lalap api.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan bagus, Rubby segera bergerak cepat untuk memotong tali-tali yang mengikat tangan dan kaki para sandera dengan pedang energinya.


"Pergi dari sini dan berlarilah sejauh mungkin!" ucap Rubby pada para sandera yang sudah terbebas.


"Terima... Terimakasih, Putri!" ucap salah seorang sandra yang berdiri dan berlari terseok-seok karena tangan dan kakinya kram akibat terikat terlalu lama.


Rubby hanya mengangguk dan terus menebas tali-tali pengikat. Dalam sekejap mereka semua sudah terlepas dan berlari menyelamatkan diri. Melihat masih banyak sekali pasukan jubah hitam yang masih tersisa, Rubby segera membantu Wu Jin Ming dan menebas leher mereka satu persatu dengan pedangnya.


Mereka masih hidup dan tubuhnya tersambung kembali meski telah terpotong menjadi beberapa bagian.


"Pakai api sucimu, Rubby! Bakar saja mereka! Itu kelemahan mereka!" seru Wu Jin Ming sambil berdiri memunggungi Rubby dan terus melakukan serangan.


"Baik aku mengerti!" Rubby teringat kejadian di kuil saat menyelamatkan Cindy. Pasukan jubah hitam melemah dan mati oleh api suci biru miliknya yang tiba-tiba bangkit saat itu.


Merasa jijik untuk menyentuh makhluk berjubah hitam itu dengan tangannya, Rubby menyerang mereka dengan pedang energi yang dia lapisi api suci biru. Banyak sekali makhluk berjubah hitam yang terbakar dan sisanya melarikan diri dengan berubah menjadi kepulan asap. Hati Rubby merasa tenang setelah berhasil menyelamatkan para sandra.


"Syukurlah mereka sudah pergi!" seru Rubby melihat ke sekeliling sudah tidak ada lagi pasukan berjubah hitam.


"Hoaamm! Aku lelah! Ayo kita pulang!" Wu Jin Ming merasa tubuhnya sangat lelah hari ini.


Saat akan meninggalkan tempat itu tiba-tiba di hadapan mereka muncul sesosok bayangan yang terbentuk dari kepulan asap hitam.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2