TIGER WU

TIGER WU
Bab 254. Resign


__ADS_3

Melihat Rubby mulai merajuk, akhirnya Wu Jin Ming pun menjelaskan semuanya. Mulai dari telepon gelap, penyanderaan manager Lin, dan kejadian di Sekte Tiga Harimau. Tidak ada yang disembunyikan lagi oleh Wu Jin Ming, termasuk tentang Angela.


Merasa tidak ada yang janggal, akhirnya Rubby mencoba mengerti. Apalagi itu demi menyelamatkan manager Lin. Walaupun ada satu hal yang membuatnya tidak suka yaitu Angela.


"Kucing Liar itu tidak menempel padamu, kan?" tanya Rubby sambil mengendus-endus tubuh Wu Jin Ming.


"Tidak, aku pasti sudah menendangnya kalau dia sampai melakukan itu. Aku tidak suka padanya dan seluruh anggota sekte itu. Mereka adalah sekumpulan orang-orang yang tidak tahu terimakasih kasih." Wu Jin Ming kembali melanjutkan ceritanya, tentang bagaimana sikap mereka setelah dia tolong.


Rubby menggeleng tidak habis pikir dengan semua yang dilakukan oleh ketua sekte dan Angela.


"Sudah malam, ayo kita tidur!" Rubby membetulkan selimutnya lalu berbaring dengan nyaman.


Wu Jin Ming yang lelah pun tidak ingin menagih janji Rubby tentang kesepakatan mereka sebelumnya.


Di pagi hari.


"Kita harus segera ke istana langit, By!" ucap Wu Jin Ming setelah menyelesaikan sarapannya.


"Iya, aku tahu. Jika kak Lin sudah masuk kita akan ambil cuti," jawab Rubby sambil mengelap sisa-sisa minyak di mulutnya.


Wu Jin Ming menatap Rubby dengan perasaan yang sulit diartikan. Kelihatannya dia ingin mengatakan hal yang serius pada Rubby. Sedari tadi duduknya sudah mulai tidak tenang.


"By!" panggil Wu Jin Ming sambil terus menatapnya.


Rubby merasa jika sikap Wu Jin Ming sedikit aneh, dia merasa jika Wu Jin Ming brusaha untuk mengungkapkan sesuatu.


"Katakan saja, mau ngomong apa. Jangan di tahan-tahan gitu! Kesannya aku seperti seorang istri yang galak." Rubby mengulum senyumnya.


"Kamu benar juga, ya. Emm, tapi aku takut jika kamu tidak akan menyetujui ini." Wu Jin Ming menghela napas dan menghembuskannya perlahan.


Kata-kata Wu Jin Ming membuat Rubby penasaran, dia paling tidak tahan jika diajak main tebak-tebakan.


"Ini tentang apa, sih, Yang?" Rubby menopang dagunya dengan kedua telapak tangannya sambil berkedip-kedip manja.


"Tentang apa yang harus kita lakukan selanjutnya. Bagaimana kalau kita berhenti bekerja saja? Mungkin setelah ini banyak hal yang harus kita urus. Anak kita juga akan segera lahir dan kita tidak bisa mendadak menghilang begitu saja."


Wu Jin Ming mengutarakan maksud hatinya.


Rubby segera menegakkan kepalanya dan duduk dengan benar.


"Em, mungkin kamu benar. Aku sudah harus memikirkan anak kita dan kamu juga sudah terlalu lama meninggalkan kerajaanmu. Maafkan aku jika terlalu egois memintamu menemaniku di sini."


Wu Jin Ming meraih tangan Rubby dan menggenggamnya erat.


"Jangan bicara seperti itu! Aku yang ingin di sini untuk selalu bersamamu. Aku yang tidak bisa jauh darimu. Di mana pun kamu tinggal, aku pasti akan selalu bersamamu. Tidak masalah jika kamu tidak setuju untuk tinggal di istana langit maupun diistanaku. Aku akan tetap mengikutimu."

__ADS_1


Rubby menatap Wu Jin Ming penuh cinta.


"Baiklah, sudah diputuskan. Kita akan berhenti bekerja di agensi dan bebas ke mana saja yang kita mau," ucap Rubby sambil membalas genggaman tangan Wu Jin Ming.


Wu Jin Ming tersenyum senang. Setelah ini mereka bisa bebas melakukan apa saja tanpa terikat oleh rutinitas pekerjaan yang cukup menyita waktu. Melakukan aktifitas sebagai seorang manusia memang sangat menyenangkan bagi Wu Jin Ming, namun ada kalanya ruang geraknya menjadi terbatasi. Profesinya sebagai seorang model ternama juga membuatnya terus menjadi sorotan sehingga dia tidak nyaman.


Setelah membuat kesepakatan, Rubby dan Wu Jin Ming pergi ke agensi dengan membawa surat pengunduran diri. Tidak masalah jika mereka harus membayar denda untuk kontrak kerja yang terlanjur mereka tanda tangani. Keputusan mereka sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat lagi.


Seperti biasanya, suasana di ruangan team Rubby sudah ramai dengan canda tawa para kru yang sedang bersiap untuk bekerja ketika Rubby datang.


"Hai, gaes!" sapa Rubby setelah membuka pintu dan memasuki ruangan itu.


"Hai, By!" jawab mereka serempak.


Rubby tersenyum senang dengan wajah yang sumringah. Biasanya dia langsung ke ruangannya untuk bekerja, namun berbeda dengan kali ini. Rubby bergabung bersama para kru dan duduk di kursi yang kosong.


"Tumben-tumbenan Nona Co Manager bersantai sama kita-kita," celetuk salah seorang kru.


"Memangnya tidak boleh, ya? Mungkin setelah ini aku bakalan merindukan kalian semua." Rubby memasang ekspresi sedihnya.


Semua kru saling berpandangan karena merasa ada hal yang aneh dari ucapan Rubby.


"Maksud kamu? Jangan bilang yang tidak-tidak, By! Kemarin saat kamu kecelakaan saja, kami sangat merasa kehilanganmu," ucap salah satu kru.


Walaupun belum terlalu lama Rubby bekerja sebagai co manager, namun mereka sudah sangat nyaman Rubby sebagai atasannya.


Di belakang Rubby, Wu Jin Ming berdiri dengan tak kalah sedihnya. Dia lebih dulu bekerja dan bersama-sama dengan para kru dan seluruh team. Mereka sering bercanda dan menghabiskan waktu senggang dengan saling bertukar cerita.


"Maafkan aku, teman-teman. Tapi aku harus resign dari pekerjaan ini dan berpisah dengan kalian." Rubby akhirnya mengutarakan maksudnya.


"Resign? Yang benar saja, Rubby. Ah, pekerjaan kami akan sangat berantakan lagi. Kasihan manager Lin harus bekerja sendiri, dia pasti harus lembur-lembur lagi seperti dulu."


"Iya, benar, By! Kasihanilah kami." Kru lain menimpali.


"Ah, kamu nggak asik, By. Tega, ya, sama kita-kita." Mereka satu persatu mengungkapkan kekesalannya.


Rubby terlihat menghela napas dalam lalu menghembuskannya perlahan.


Wu Jin Ming yang sedari tadi diam, kini mulai maju ke depan untuk bicara.


"Aku yang meminta Rubby untuk resign dan aku juga akan berhenti jadi model. Aku akan membawa Rubby ke tempat asalku," ucap Wu Jin Ming, berdiri di belakang kursi Rubby.


"Apa kalian akan menikah?" tanya salah satu kru.


Wu Jin Ming menganggukk.

__ADS_1


"Kalian tidak ingin mengundang kami?" tanyanya lagi.


Wu Jin Ming berpikir untuk mengungkapkan alasan yang tepat.


"Aku berasal dari negeri yang jauh. Tabungan kami hanya cukup untuk membeli ongkos untuk kami saja. Apa kalian rela kehilangan waktu dan uang yang banyak hanya untuk menghadiri pernikahan kami?" Wu Jin Ming menatap mereka sekilas.


"Tapi, kalian kan bisa mengambil cuti untuk menikah lalu kembali lagi bekerja di sini. Atau merayakan pesta kecil-kecilan di sini?" ungkap kru lain memberikan pendapatnya.


"Sebelumnya, aku sangat tersanjung dengan perhatian kalian untuk masalah ini tetapi perlu kalian ketahui, Kak Wu juga punya pekerjaan lain di negerinya jadi kami memutuskan untuk menetap di sana." Rubby ikut memberikan penjelasan.


Ekspresi wajah para kru mulai berubah. Mereka menampilkan wajah sedih mereka setelah mendengar penjelasan Rubby. Perpisahan memang terasa menyakitkan, tetapi semua harus terjadi karena setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan.


"Bukan cuma kalian yang merasa kehilangan, kok. Aku sebenarnya juga tidak rela berpisah dari kalian semua." Rubby berdiri lalu memeluk para kru satu persatu.


Lan Lan pun pura-pura bersedih, padahal hatinya bersorak. Dengan kepergian Rubby, dia merasa tidak ada saingan lagi dalam mendapatkan perhatian para kru dan pria yang dia sukai. Dia tidak perlu menggunakan trik-trik kotornya lagi untuk menyingkirkan Rubby.


Ruangan itu dipenuhi dengan keharuan. Sebagian diantara mereka sampai menitikkan airmata.


Tidak banyak barang yang harus Rubby kemasi, hanya laptop dan beberapa barang pribadi miliknya.


Bukannya bekerja, para kru malah terlihat tidak bersemangat. Apalagi manager Lin juga belum masuk dari cuti yang diambilnya. Mereka terus mengikuti gerak gerik Rubby dengan pandangan mereka.


"Kami pergi dulu teman-teman. Tetap solit dan selalu rukun. Semoga kita bisa bertemu di lain waktu." Rubby dan Wu Jin Ming melambaikan tangan pada semua kru yang masih terlihat bengong.


Mereka terlihat tidak rela menerima pengunduran diri Rubby yang beitu tiba-tiba. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, sebelum mengambil keputsan ini Rubby pasti sudah memikirkannys masak-masak. Satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan hanyalah, memberi dukungan pada mereka berdua.


Rubby dan Wu Jin Ming berjalan menuju ke ruang administrasi untuk menyelesaikan urusan administrasi dan denda pembatalan kontrak.


Mereka sedikit terkejut dengan pengunduran diri Wu Jin Ming dan Rubby namun mereka tidak berani berkomentar.


****


"Akhirnya ... selesai sudah." Rubby menyandarkan tubuhnya pada sandaran jok mobilnya.


"Kita pulang sekarang atau kamu masih ingin pergi ke suatu tempat?" tanya Wu Jin Ming mulai menyalakan mobilnya.


Rubby berpikir sejenak. Sepertinya dia tidak ingin ke mana-mana lagi. Lebih baik mereka bersiap untuk pergi ke istana langit.


****


Bersambung...


Kak numpang promo novel karya temanku ya... terimakasih...


__ADS_1


__ADS_2