TIGER WU

TIGER WU
NERACA ENERGI


__ADS_3

Para dayang yang sebelumnya terlibat dalam masalah yang terjadi di pemandian masih menundukkan kepalanya ketika Wu Jin Ming dan Rubby keluar dari dalam pemandian mereka. Suasana pagi itu terasa semakin mencekam saat Wu Jin Ming menatap mereka tajam. Wajah mereka sudah seperti narapidana mati yang menantikan hukuman mereka.


"Tunggu aku di istana Dewa Perang!" seru Wu Jin Ming karena sudah tidak ada waktu lagi untuk menyelesaikan masalah. Sudah saatnya Wu Jin Ming dan Rubby pergi menghadap Dewa Langit untuk mengeluarkan energi keseimbangan di neraca energi.


Untuk sejenak para dayang itu kembali bernapas lega. Setidaknya mereka bisa lepas dari amarah Wu Jin Ming untuk beberapa waktu. Sepeninggal Wu Jin Ming dan Rubby mereka segera pergi ke istana Dewa Perang seperti yang diperintahkan oleh Wu Jin Ming.


Di sebuah ruangan yang lapang terdapat sebuah benda yang mirip seperti bola raksasa dengan penahanan di kedua sisinya hingga posisinya tidak menyentuh lantai. Benda itu di sebut sebagai neraca energi. Di depan neraca energi ada sebuah batu panjang yang tegak berdiri dengan sebuah permata di atasnya. Permata itu berbentuk seperti kuncup bunga teratai.


Saat upacara pelepasan energi ke neraca energi, Dewa Langit maju ke depan untuk memimpin dan membacakan mantra pembuka. Dia memancarkan energi spiritual miliknya dari kedua telapak tangannya. Rubby terus memperhatikan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi setelahnya karena ini yang pertama baginya.


"Perhatikan baik-baik, By! Jangan hentikan pancaran energi sebelum permata itu menyala!" bisik Wu Jin Ming.


"Jadi nunggu permata itu menyala, ya? Emm... baiklah... baiklah!" Rubby mengangguk tanda mengerti.


Dewa Langit mengakhiri pancaran energinya ketika batu permata itu mulai menyala. Batu permata itu menyala dan di dipermukaan tiang batu muncul tanda jika energi kultivasi Dewa Langit berada di basis 8 level 15. Masih sama seperti beberapa saat yang lalu. Tidak mengalami peningkatan ataupun penurunan.


Satu persatu Dewa Dewi menjalani upacara pelepasan energi di depan neraca energi. Rubby terus memperhatikan raut wajah mereka. Ada yang terlihat sumringah karena basis energinya naik, ada yang biasa-biasa saja karena tidak ada peningkatan dan ada pula yang terlihat murung karena energi kultivasi miliknya turun.


Saat Wu Jin Ming maju ke depan untuk melepaskan energi miliknya, seorang Dewi datang mendekati Rubby yang sedang menunggu giliran setelah Wu Jin Ming selesai.


"Sungguh pria perkasa!" ucap Dewi itu sambil menggigit bibirnya. Dia sengaja memancing Rubby agar menoleh padanya dan itu berhasil.


Rubby melihat penampilan Dewi di sampingnya itu dari atas hingga ujung kaki. Dia terlihat sangat mencolok dengan hanfu yang dia pakai. Dandanannya juga sedikit norak dengan perhiasan berlebihan yang dipakainya.


Merasa diamati oleh Rubby, dia balik menatap Rubby dan menarik salah satu ujung bibirnya hingga menampilkan senyum mengejek. Rubby berusaha tetap tenang walaupun dia tahu jika Dewi itu secara tidak langsung meremehkan penampilannya. Tiba-tiba dia teringat sesuatu yang terjadi di pemandian.

__ADS_1


Aroma tubuh gadis ini sangat mirip dengan aroma tubuh yang ada di tubuh Wu Jin Ming ketika dia baru sampai di pemandiannya. Rubby menyimpulkan jika Dewi inilah yang menggoda suaminya. Kilat api suci berwarna biru muncul di mata Rubby saat wanita itu terus saja menatap Wu Jin Ming dengan tatapan menginginkan.


"Dasar iblis betina!" ucap Rubby lirih sambil membuang muka dari wanita disampingnya itu.


"Iblis yang sangat cantik dan mampu menaklukkan hati Dewa pujaannya," ucap Dewi Lamora seolah membalas sindiran Rubby.


Rubby enggan sekali membalas ucapan tidak penting yang hanya akan menimbulkan keributan di sana. Dari tubuh Rubby, api suci biru miliknya kembali bocor karena emosinya yang meluap-luap. Di depan neraca energi Wu Jin Ming sudah menyelesaikan pelepasan energinya. Saat ini dia berada di basis 8 level 13 yang menjadikannya Dewa terkuat kedua di istana langit setelah Dewa Langit.


Rubby berjalan dengan tubuh yang menyala biru membuat Dewa Dewi yang hadir di sana tercengang melihatnya. Bekas pijakan kakinya membuat rerumputan mengering seketika. Api suci biru memang api terkuat di antara kedua api lainnya.


Menyadari istrinya sedang tidak baik-baik saja, Wu Jin Ming memutuskan untuk berdiri di belakang Rubby dan menunggunya hingga selesai melakukan pelepasan energi.


Rubby mulai mengayunkan tangannya ke atas dan mengarahkan energinya ke arah neraca energi. Warna pelangi muncul di sekeliling neraca energi ketika proses pelepasan energi Rubby sedang di lakukan. Nyala biru semakin berkobar di tubuh Rubby begitu juga di matanya hingga membuatnya terlihat mengerikan.


Penyerahan energi pada neraca energi terus berlangsung. Untuk seukuran seorang Dewi, energi Rubby sudah melebihi seluruh Dewi yang berada di sana. Dia merupakan reinkarnasi Dewi Bulan terkuat karena juga memiliki ras bidadari di dalam tubuhnya. Tingkat elemen jiwa bidadari lebih tinggi di banding siluman, tidak mengherankan jika dalam waktu singkat dia bisa meningkat dengan cepat.


Melihat api suci biru di tubuh Rubby tidak kunjung surut, Wu Jin Ming melapisi tubuhnya dengan api suci untuk mendekatinya dan membuatnya tenang. Tubuhnya bisa terbakar jika menyentuh Rubby tanpa lapisan api suci yang dia miliki. Kedua insan itu memiliki kobaran api menakjubkan yang diimpikan oleh pemburu kekuatan.


"Tenanglah, Rubby! Kendalikan emosimu! Aku mencintaimu!" Wu Jin Ming meraih tubuh Rubby dan memeluknya di depan semua yang hadir di sana.


Dewi Lamora menatap Wu Jin Ming dan Rubby penuh dengan kebencian. Dia melewati mereka berdua dan mengeluarkan energinya untuk dilepaskan di neraca energi. Dalam hatinya berharap jika energinya tidak kalah dari energi milik Dewi Bulan.


Rubby yang sudah berhasil tenang berjalan meninggalkan neraca energi dengan tubuh yang sudah terkontrol. Tidak ada lagi nyala api dan tatapan menakutkan darinya. Wu Jin Ming merasa lega setelah mendapati api suci milik istrinya tidak bocor.


"Salam hormat Dewa Langit!" Wu Jin Ming dan Rubby bersama-sama memberi hormat di hadapan Dewa Langit.

__ADS_1


"Bangunlah! Kalian memang benar-benar pasangan hebat yang sangat luar biasa." Dewa Langit tersenyum senang melihat peningkatan Wu Jin Ming dan Rubby.


"Terimakasih Dewa Langit. Bisakah kami mengajukan beberapa hal di penghakiman istana langit?" tanya Wu Jin Ming hati-hati.


"Penghakiman? Apakah kalian ada masalah yang sedang kalian hadapi?" tanya Dewa Langit keheranan.


"Benar yang mulia. Tetapi ini menyangkut orang lain. Bukan kami berdua saja." Ucapan Wu Jin Ming membuat Dewa Langit semakin penasaran.


"Ceritakan apa yang terjadi! Aku tidak mengerti apa yang menjadi masalah kalian."


Wu Jin Ming menceritakan apa yang terjadi di pemandian tanpa ada satupun yang terlewat. Rubby yang belum tahu ceritanya dari awal pun ikut mendengarkan dengan seksama. Sekuat mungkin dia menahan gejolak emosi di hatinya.


Bukan hanya Rubby yang menahan amarah, Dewa Langit pun tidak bisa menerima tingkah tidak senonoh salah satu Dewi di istananya. Hal yang sangat memalukan bagi seluruh alam para Dewa jika sampai Dewi Lamora tidak merubah tingkah lakunya. Demi mencapai tujuannya dia rela merendahkan harga dirinya.


"Kamu ingin kami menyelesaikan masalah ini di pengadilan istana?" tanya Dewa Langit.


"Benar Yang Mulia! Kami ingin masalah ini cepat selesai dan menjadi pembelajaran bagi yang lainnya agar tidak terjadi hal seperti ini lagi."


"Kamu benar! Aku akan segera mengumpulkan Dewa inti dan siapa pun yang terlibat dalam masalah ini!"


Bukan pepesan kosong saja, Dewa Langit langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti masalah yang dialami Wu Jin Ming. Ruang pengadilan terletak di sebelah aula istana langit. Jaraknya hanya beberapa tombak saja dari aula istana.


****


Bersambung...

__ADS_1


mampir ke karya temenku kak sambil nunggu punyaku up....



__ADS_2