TIGER WU

TIGER WU
WU JIN MING EMOSI


__ADS_3

Rubby ingat jika Han mengatakan bahwa Haya lah yang bersalah. Ini benar-benar membingungkan. Sepertinya dia harus mendengar perdebatan panjang yang membuatnya sakit kepala.


Haya dan Han terus bertengkar. Rupanya apa yang dikatakan oleh Han tidak sepenuhnya benar. Mereka sama-sama bersalah karena membuat permata yang mereka jaga itu menghilang.


Sayangnya mereka sama-sama tidak sadarkan diri saat permata itu tidak ada di tempatnya semula.


"Diam!" teriak Wu Jin Ming yang merasa jengah dengan pertengkaran kedua siluman itu.


"Kalian membuat telingaku sakit," ucapnya lagi.


"Dia pantas untuk dihukum untuk kesalahan ini!" Han menunjuk wajah Haya.


"Kamu yang lebih pantas mendapatkannya! Aku masih harus membalaskan dendam pada pembunuh suamiku!"


"Ohho! Pandai sekali kamu bicara! Kamu bilang ingin membalas kematian Hori, tapi kamu malah bersenang-senang dengan manusia itu. Membual saja!"


Ucapan Han membuat Haya terdiam sejenak untuk mencari alasan yang tepat.


"Diam Kau! Aku sedang mengumpulkan kekuatan untuk menghadapi pembunuh Hori!"


"Kamu sudah hampir setahun tinggal berpindah-pindah dan menikah beberapa kali. Aku bukan orang yang bodoh Haya!" seru Han.


Haya diam tidak berkutik. Kedua tangannya mengepal di samping tubuhnya menahan emosi yang membuncah.


"Apa yang kamu inginkan, Han?!" teriak Haya.


"Membawamu ke hadapan Ratu Ular untuk di adili!" Han tersenyum licik.


Mata Haya melotot tidak mengerti. Dia sudah berkali-kali bilang jika permata itu menghilang dengan sendirinya. Han pun tahu itu sejak awal, tapi dia terus saja memaksa dan menumpahkan semua masalah pada Haya.


"Sampai kapan kalian terus berdebat seperti ini?" Wu Jin Ming berjalan mendekati Han dan Haya.


Blammm!


Kedua telapak tangan Wu Jin Ming mengeluarkan energi yang membuat kedua siluman itu jatuh terjengkang karena tidak siap dengan serangan mendadak itu.

__ADS_1


"Kurang ajar! Beraninya kamu menyerangku!" hardik Haya pada Wu Jin Ming.


"Sangat berani karena kalian berdua sudah membawaku ke dalam masalah kalian yang tidak jelas!" ucap Wu Jin Ming penuh emosi.


"Kalian pikir aku punya banyak waktu hanya untuk bermain-main, Haaa!" Mata Wu Jin Ming berkilat menakutkan.


Han dan Haya saling berpandangan.


"Ini kenapa bisa jadi begini? Semua ini salahmu!" seru Han.


"Bodoh! Kamu yang membawanya masuk ke dalam masalah kita! Kamu hadapi dia, aku ingin jadi penonton saja." Haya mundur.


Wu Jin Ming menarik Haya dengan kekuatannya. Dia terlihat berjalan namun tubuhnya tetap di tempat semula. Han tertawa dengan lantang namun mulutnya segera tertutup ketika Wu Jin Ming memberinya tatapan mematikan.


"Dengar! Aku bisa lebih kejam dari ini!" seru Wu Jin Ming.


"Aku tidak takut padamu!" Han seolah menantangnya.


"Oh, ya?" Wu Jin Ming semakin muak dengan sikap Han yang berubah-ubah.


"Oh, aku tahu! Kalian berdua bersekongkol untuk melawanku, bukan?" tanya Haya.


"Sebelum aku tahu jika orang ini bukan partner yang bisa dipercaya!" Wu Jin Ming menunjuk wajah Han.


Han merasa tidak terima.


"Aku tidak memintamu membantuku. Kamu yang ingin membantuku sendiri!"


Han benar-benar tidak tahu terimakasih.


"Tentu saja. Karena keselamatan manusia di tempatku bekerja lebih penting."


"Bagus kalau kamu tahu kehebatanku!" Han masih saja sombong.


"Kalian pergilah ke dunia kalian dan jangan lagi mengganggu manusia. Apalagi membawa mereka ke dalam urusan kalian yang tidak jelas pangkal ujungnya."

__ADS_1


Wu Jin Ming harus membuat mereka berdua segera pergi dari dunia manusia.


"Aku masih butuh energi jiwa manusia untuk membuatku meraih satu tingkat lagi!" seru Haya tetap tidak ingin pergi dari dunia manusia.


"Kamu dengar sendiri, kan? Dia yang mengacau, bukan aku!" Han mengambil kesempatan ini untuk membela diri.


"Aku akan ******* kalian menjadi butiran tepung jika bersikukuh tinggal di dunia manusia dan terus membuat keributan."


Wu Jin Ming lantas melirik Han.


"Aku jadi curiga padamu. Jangan-jangan kamu tahu tentang permata ular yang hilang itu."


Ucapan Wu Jin Ming membuat wajah Han terasa tegang.


Dia berusaha menjawab pertanyaan Wu Jin Ming namun mulutnya seperti sedang terkunci.


Wu Jin Ming maju mendekati Han.


"Aku, aku, tidak tahu!" seru Han sambil menggeleng cepat.


"Seperti apa permata ular itu?" tanya Wu Jin Ming sejurus melayangkan pandangannya pada Han.


"Seperti ini!" tunjuk Haya membuat semua perhatian menjadi miliknya.


Haya tidak benar-benar memegang permata ular, dia hanya menunjukkan gambaran bentuknya saja dengan energi yang dia keluarkan dari telapak tangannya.


"Kalau tidak salah batu permata ular termasuk sumber energi langka yang mampu meningkatkan basis kultivasi pemiliknya dalam sekejap."


Han terkesiap mendengar penuturan Wu Jin Ming.


'Darimana dia bisa tahu tentang rahasia permata ular. Gawat! Rencanaku bisa hancur jika aku terus berdebat dengannya!'


****


Bersambung...

__ADS_1



__ADS_2